Tag Archives: pengetahuan umum

Kamu Mencuci Beras Berapa Kali?

“Ran, kamu kalo cuci beras gimana?”

“Ya dicuci aja..” *sambil meragain ngaduk2 udara pake tangan*

“Tau ga kalo beras di cuci vitamin B1 nya hilang?”

“Ha? Iya? Jadi gimana?”

“Sekarang kalo aku masak nasi langsung masak aja ga pake cuci lagi. Haha”

Itu adalah percakapan singkat bersama seorang teman beberapa hari yang lalu. Jujur Rani sama sekali ga tahu menahu masalah nyuci beras bisa menghilangkan kandungan B1 (thiamin) dalam beras. Alhasil, tentu saja nanya ke mbah kesayangan yang selalu setia kapan pun dan di mana pun dibutuhkan oleh siapa pun, mbah gugel.

Continue reading

Advertisements

2 Comments

Filed under Interest, Sekedar Tahu

Hujan Darah di India~

MISTERI HUJAN BERWARNA MERAH DI INDIA (HUJAN DARAH)

Misteri memang tidak pernah punah dari dunia ini. Kini, mari kita ungkap misteri hujan darah di India ini dengan sains. Anda semua juga bisa melihat video hujan darah India ini di bagian paling bawah..

Inilah penjelasan hujan darah atau hujan merah ini

Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi. Pada mulanya ilmuwan mengira air hujan yang berwarna merah itu disebabkan oleh pasir gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi !

sel hujan berwarna merah

Menurut ilmuwan setempat unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi

Hujan yang pertama jatuh di distrik Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bukan hanya hujan berwarna merah, 10 hari pertama dilaporkan turunnya hujan berwarna kuning, hijau dan bahkan hitam. Setelah 10 hari, intensitas curah hujan mereda hingga September.

Hujan tersebut turun hanya pada wilayah yang terbatas dan biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit per hujan. Para penduduk lokal menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Penduduk lokal juga melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.

Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi.

Mereka mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari wilayah sepanjang 100 km. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab.

Hal ini pernah terjadi pada Juli 1968 dimana pasir dari gurun sahara terbawa angin hingga menyebabkan hujan merah di Inggris. Namun mereka menemukan bahwa unsur merah di dalam air tersebut bukanlah butiran pasir, melainkan sel-sel yang hidup!!

Komposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur didalam membrannya.

Namun tidak ada nukleus yang dapat diidentifikasi. Setiap meter kubik sampel yang diambil, terdapat 100 gram unsur merah. Jadi apabila dijumlah, maka dari Juli hingga September terdapat 50 ton partikel merah yang tercurah ke Bumi.

Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.

Karena partikel merah tersebut adalah sel hidup, maka para ilmuwan mengajukan teori bahwa partikel merah itu adalah darah. Menurut mereka, kemungkinan batu meteor yang meledak di udara telah membantai sekelompok kelelawar di udara. Namun teori ini ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung seperti sayap kelelawar yang jatuh ke bumi.

Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului hujan tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial. Louis menyimpulkan bahwa materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India.

Sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral dari Universitas Queen, Irlandia yang bernama Patrick McCafferty menemukan catatan sejarah yang menghubungkan hujan berwarna dengan ledakan meteor.

McCafferty menganalisa 80 laporan mengenai hujan berwarna, 20 laporan air berubah menjadi darah dan 68 contoh fenomena mirip seperti hujan hitam, hujan susu atau madu yang turun dari langit.

36 persen dari contoh tersebut ternyata terhubung dengan aktivitas meteor atau komet. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi mulai dari Romawi kuno, Irlandia dan Inggris abad pertengahan dan bahkan Kalifornia abad ke-19.

McCafferty mengatakan, “kelihatannya ada hubungan yang kuat antara laporan hujan berwarna dengan aktivitas meteor, Hujan merah Kerala cocok dengan pola-pola tersebut dan tidak dapat diabaikan begitu saja.”

Jadi, apakah hujan merah di Kerala berasal dari luar bumi ? Sebagian ilmuwan yang skeptis serta merta menolak teori ini. Namun sebagian ilmuwan lain yang belum menemukan jawabannya segera melirik kembali ke sebuah teori usang yang diajukan oleh ahli fisika Sir Fred Hoyle dan Dr Chandra Wickramasinghe, teori yang disebut Panspermia, yaitu sebuah teori yang menyatakan bahwa kehidupan di bumi ini berasal dari luar angkasa.

Menurut kedua ilmuwan tersebut pada mulanya di luar angkasa terdapat awan gas antar bintang yang mengandung bakteri. Ketika awan itu mengerut karena gravitasi untuk membentuk sistem bintang, bakteri yang ada di dalamnya tetap bertahan hidup di dalam komet.

Ketika komet itu terkena sinar matahari, panas matahari mencairkan permukaan es pada komet, bakteri-bakteri tersebut lolos dan tersapu ke planet-planet terdekat. Teori ini juga didasarkan pada argumen Charles darwin bahwa sesungguhnya bakteri memiliki karakteristis ‘luar bumi’.

Video Hujan darah di India


Tetaplah menjadi misteri, hanya Tuhan yang Maha mengetahui yang tau jawabannya.

Allahu ‘allam bis shawab..

2 Comments

Filed under Sekedar Tahu

Kesalahan Sains yang Kita Dapat di Sekolah..

Ada beberapa kesalahpahaman dalam implementasi ilmu pengetahuan di publik yang perlu untuk dikoreksi kebenarannya.
Berikut ada kira-kira 10 miskonsepsi tentang sains yang beredar di masyarakat yang sering di dapat dari sekolah. Bisa karena salah pengertian maupun salah pengajaran.
Mungkin sudah banyak yang tahu, mungkin juga belum.

So, check it out !!

Spoiler for case 1

1. Water is blue, not just because of the sky.
(Air bewarna biru, bukan hanya dikarenakan refleksi dari langit)

Banyak yang percaya bahwa danau dan laut berwarna biru “hanya” karena mereka merefleksikan langit biru. Sebenarnya air tampak biru karena mereka benar-benar biru.

Molekul air menyerap cahaya, dan mereka menyerap frekuensi warna merah lebih banyak dibandingkan frekuensi biru, sehingga frekuensi biru tampak dipermukaan. Efek nya kecil, jadi warna biru menjadi terlihat lebih jelas saat mengamati lapisan air yang cukup padat atau dalam. Di air asin atau mata air mineral, warna dari peluruhan mineral dapat terlihat.

Perefleksian warna langit juga memberikan peran untuk warna biru lautan, tetapi hanya saat permukaan air yang sangat tenang dan hanya saat air diamati dengan kesudutan yang kecil sekitar 10 derajat.

Spoiler for case 2

2. Electricity doesn’t travel at the speed of light
(Electrik/listrik tidak bergerak pada kecepatan cahaya)

Banyak buku pelajaran mengklaim bahwa electricity (elektron) berjalan melalui arus kabel pada kecepatan cahaya.

Faktanya adalah, energi dari elektriklah yang mengalir secara cepat (yang tetap lebih lambat dari kecepatan cahaya). Elektron, yang mempunyai massa, dapat bergerak pada kecepatan cahaya dengan menggunakan teori relativitas. Kecepatan dari muatan listrik dalam arus elektrik sangat lambat, sekitar beberapa centimeter per jam. Di tempat dimana arus elektrik dapat terlihat, seperti di dalam electrophoresis, pergerakan lambat dari pembawa muatan dapat dilihat langsung.

Spoiler for case 3

3. Seasons aren’t the same length.
(Musim dianggap mempunyai periode waktu yang  tidak sama)

Dikarenakan bumi bergerak cepat di orbitnya saat mendekati matahari, musim panas di bagian selatan bumi/musim dingin di bagian utara bumi adalah musim terpendek waktunya, dengan musim panas di utara atau musim dingin di selatan terlama. Tetapi, perbedaannya hanya terasa beberapa hari saja, sementara di Mars dengan orbitnya yang eksentric, perbedaannya terasa besar.

Spoiler for case 4

4. You wouldn’t get a cold just from low temperature.
(Kamu tidak akan menderitan Flu hanya karena udara dingin)

Telah menjadi miskonsepsi yang meluas di publik bahwa flu biasa dapat disebabkan oleh cuaca dingin. Realitasnya, flu biasa disebabkan oleh virus dan tidak ada hubungannya dengan temperatur yang rendah/dingin.

Spoiler for case 5

5. Saturn is not the only planet with rings.
(Saturnus bukan satu-satunya planet yang mempunyai cincin)

Saturnus bukan satu-satunya planet yang mempunyai cincin. Karena Jupiter, Uranus, dan Neptunus juga mempunyai cincin di sekitarnya, meski cincin yang berada di Saturnus adalah yang paling jelas dan mudah dilihat.

Spoiler for case 6

6. Meteors are not hot when they land on Earth.
(Meteor tidak panas ketika mendarat di bumi)

Saat meteor mendarat di bumi, biasanya meteor tersebut tidak panas seperti kebanyakan meteor di film-film Hollywood. Biasanya hanya hangat. Kecepatan meteor cukup untuk melumerkan permukaan terluarnya, tetapi material yang lumer dengan cepat terpisah, dan interior dari meteor tidak mempunyai waktu untuk memanas karena batu merupakan konduktor panas yang buruk.

Spoiler for case 7

7. Clouds don’t form because of the air’s temperature.
(Awan tidak terbentuk karena pengaruh temperatur udara)

Merupakan pengetahuan yang salah bahwa awan terbentuk karena udara dingin “menampung” lebih sedikit uap air dari udara hangat. Udara tidak mempunyai kapasitas untuk menampung uap air. Hanya temperatur dari air sendiri (dan sekitarnya) yang menyebabkan kelembapan, proses kondensasi, dan kemudian pembentukan awan.

Spoiler for case 8

8. People did know earth was not flat before Columbus.
(Orang-orang sudah tahu bumi itu tidak datar sebelum Columbus)

Ilusi gambar bahwa bumi itu datar

Beberapa percaya bahwa Christopher Columbus mempunyai kesusahan dalam menerima dukungan karena orang-orang eropa percaya bahwa bumi itu datar. Faktanya, para pelaut dan navigator pada saat itu tahu bahwa bumi itu bulat, tetapi (pengetahuan benar) tidak setuju dengan estimasi dari Columbus mengenai jarak ke India. Jika Amerika tidak ada, dan Columbus meneruskan perjalannya ke India yang sebenarnya, dia tidak akan dapat bertahan lama untuk mencapainya.

Spoiler for case 9

9. The Great Wall of China is not particularly visible from space.
(Tembok Besar China tidak terlihat dari ruang angkasa)

Pada saat di orbit yang rendah, Tembok Besar China dapat dilihat dari luar angkasa tetapi tidak seunik dari yang digembor-gemborkan. Dari orbit bumi yang rendah, banyak objek artifisial dapat terlihat di bumi, tidak hanya Tembok Besar China. Jalan raya, kapal di lautan, bendungan, rel kereta api, kota, persawahan, dan beberapa gedung.

Seperti yang telah diklaim bahwa Tembok Besar China adalah objek buatan manusia yang terlihat di Bulan, Astronot Apollo telah melaporkan bahwa mereka tidak melihat objek buatan manusia apapun dari bulan.

Spoiler for case 10

10. There is NO DARK SIDE of the Moon.
(Tidak ada sisi gelap *yang selalu gelap* dari bulan)

Bulan dalam orbit sinkronis (synchronous orbit), ini berarti, bulan membutuhkan waktu yang tepat sama untuk berotasi satu kali terhadap sumbunya dengan rotasi terhadap bumi. Jadi bulan mempunyai sisi jauh/belakang/gelap/luar, karena selalu memberikan bagian permukaan yang sama ke bumi ketika berotasi. Saat bulan diperkirakan berada di antara Matahari dan Bumi, itu adalah waktu “siang” di bagian sisi jauh/luar/belakang bulan dan waktu malam untuk sisi bagian yang menghadap ke bumi. Saat Bumi di antara matahari dan Bulan, bagian yang jauh mengalami waktu “malam” dan “waktu siang” untuk bagian yang menghadap bumi.

Semoga bermanfaat..

http://ceriwis.us/showthread.php?t=21074

Leave a comment

Filed under Sekedar Tahu

Kebiasaan yang “DANGEROUS” Bagi Otak Kita..

Otak adalah organ tubuh vital yang merupakan pusat pengendali sistem syaraf pusat. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.

Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya. Sungguh suatu tugas yang sangat rumit dan banyak dan inilah 10 kegiatan yang bisa merusak kerja otak kita..

Check it out !!

1. Tidak Mau Sarapan

Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang. Jadi, jangan malas-malas sarapan yaa..

2. Kebanyakan Makan

Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun. So, jangan makan berlebihan ya..

3. Merokok

Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer. Masih mau merokok??

4. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula

Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak. Apalagi mengkonsumsi gula yang berlebihan dapat mengakibatkan penyakit diabetes. Jadi, konsumsilah gula secukupnya..

5. Polusi Udara

Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur

Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak. Jangan suka bergadang kalau tidak perlu, okey !!

7. Menutup Kepala Ketika Sedang Tidur

Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak. Jadi, hilangkan kebiasaan memakai selimut sampai menutupi kepala.

8. Berpikir Terlalu Keras Ketika Sedang Sakit

Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak. Kalau kita sedang sakit, lebih baik beristirahat dengan cukup. Jangan terlalu memaksakan diri.

9. Kurangnya Stimulasi Otak

Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita. Jadi, jangan terlalu malas untuk berpikir. Refleksikanlah sekali-kali otak kita, supaya tidak terlalu lama menganggur.

10. Jarang Bicara

Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

So, Be careful guys !!

Semoga bermanfaat.. 🙂

http://bukanisapanjempol.blogspot.com/

Leave a comment

Filed under Sekedar Tahu

Beberapa Hal Menarik Tentang Hujan

Seperti yang kita semua ketahui, Indonesia adalah negara tropis. Ciri umum wilayah yang disebut tropis adalah memiliki curah hujan yang banyak. Dalam postingan kali ini kita akan bahas tentang fenomena keunikan hujan dan fakta yang mungkin terlewatkan dari kita. Check it out!

1) Tahukah? Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter. Maksimumnya?? *ada yang tau?*

2) Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm. Subhanallah…

3) Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter!! *namun bukan ketinggian maksimum*

4) Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan itu hanyalah 8-10 km/jam.

5) Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan.


6) Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi. Subhanallah..

7) Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505×1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran” nya.

8 ) Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yang khas, senyawa ini dinamakan ‘petrichor’.
9) Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik! Waow.. Allahu akbar !!
10) Kalau butiran air itu dibekukan, akan membentuk keping kristal yang indah, bukan seperti air biasa yang dibekukan di freezer/kulkas.
11) Dan fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan adalah, hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu! Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”. ^”^
Dan pada titik ini, para ilmuwan meyakini bahwa biasanya manusia mendapatkan inspirasi. Tapi jangan karena ‘hanya’ ingin mendapat inspirasi, terus kita hujan-hujanan.. Nanti bisa sakit. Cukup hanya dengan melihatnya dari bawah lindungan tempat yang teduh. 🙂

2 Comments

Filed under Sekedar Tahu

Benarkah “MANUSIA HOBBITS” Pernah Ada??

Siapa yang pernah mendengar kata “hobbit” sebelumnya?

Bagi yang tidak pernah mendengar, mungkin akan merasa bingung. Namun bagi beberapa orang yang pernah mendengar akan langsung terpikir mengenai para manusia kerdil (kurcaci) dari sebuah film trilogy karya J.R.R. Tolkien yang berjudul “Lord of The Ring” yang sangat popular beberapa tahun lalu.

Lord of The Ring Trilogy

Hobbit

Cerita mengenai manusia kerdil ternyata sangat banyak di dunia ini, cerita lainnya yang cukup terkenal berjudul “Snow White and 7 Dwarfs” atau “Putri Salju dan 7 kurcaci”. Cerita itu mengenai hidup seorang putri cantik yang diusir oleh ibu angkatnya dan kemudian hidup bersama 7 kurcaci di hutan.

Manusia kerdil?? Kurcaci??

Siapakah mereka itu? Apakah mereka pernah hidup di bumi ini?
Apakah semua itu hanya ada pada benak pengarang cerita fiksi?

“Tidak, manusia kerdil bukan hanya ada dalam cerita fiksi”, jawab seorang arkeolog (ahli purbakala) bernama Bert Robert dari Universitas Wallongong, Australia. “Manusia kerdil atau sering kita sebut sebagai manusia kurcaci pernah hidup di bumi ini. Mereka juga berjalan, bercocok-tanam, berbicara dan bermain-main seperti kita, manusia modern sekarang ini”, tambahnya.

Snow White and the 7 Dwarfs

Apakah kita bisa melihat manusia kerdil ini??

“Sekarang manusia kerdil telah punah, kita tidak dapat menemuinya dalam keadaan hidup, namun bukti-bukti bahwa mereka pernah hidup di dunia ini tidak dapat terbantahkan…”, jawab Robert.

Lalu di manakah kita dapat melihat bukti itu? Dan bukti seperti apa yang dimaksud?

Robert mengatakan, “Bukti bahwa manusia kerdil pernah hidup dapat kita lihat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Negara Indonesia”. Ia juga menambahkah, “Ini terbukti dari hasil penggalian kami di sebuah situs goa prasejarah bernama Liang Bua. Di tempat itu kami berhasil menemukan tulang-tulang manusia dalam ukuran yang sangat kecil. Ukuran tulang manusia Flores ini hanya sekitar setengah dari ukuran manusia normal sekarang ini…”.

Pulau Flores

Memang benar apa yang dikatakan Bert Robert tadi.
Situs Liang Bua di Flores sempat memiliki cerita yang menghebohkan dunia pada tahun 2005 karena berhasil menemukan sejumlah kerangka manusia dengan ukuran yang jauh lebih kecil.

Penggalian di Situs Gua Liang Bua

Pada masa-masa awal penggalian di Situs Liang Bua tidak ada satu orang pun yang menyadari bahwa yang ditemukan adalah sebuah spesies manusia baru. “Kami mengira hasil penggalian itu hanya tulang anak dari manusia purba dan tidak ada kecurigaan sama sekali. Namun pada hari terakhir, kami meluaskan daerah penggalian dan pada satu lokasi kami menemukan banyak sekali tulang manusia dengan ukuran yang sangat kecil dan ciri yang hampir sama”, ungkap Bert Robert.

“…Namun ada sedikit kejanggalan, karena kami tidak pernah menemukan satu pun kerangka manusia dengan ukuran yang setara dengan manusia dewasa. Hingga seorang rekan kami di laboratorium forensik mengatakan bahwa kerangka mausia yang kami peroleh merupakan manusia purba yang meninggal pada sekitar usia 60 tahun…”.

“Hasil tes itu sangat mengejutkan, kemudian kami pun melakukan tes laboratorium pada tulang-tulang manusia purba yang lain dan ternyata mereka semua merupakan manusia dewasa hanya ukurannya saja yang lebih kecil!!”, tambah Bert.

Sejumlah peneliti asal Indonesia dan Australia yang tergabung dalam tim penggalian di Situs Liang Bua sangat terkejut dengan temuan tersebut. Tak lama kemudian mereka mengumumkan temuan tersebut kepada dunia. Dapat ditebak, dunia pun ikut terkejut atas temuan di Liang Bua itu.

Perbandingan ukuran tengkorak Hobbit dengan ukuran tengkorak manusia sekarang

Perbandingan tinggi badan Hobbit dengan tinggi badan manusia sekarang

Seusai mengumumkannya pada dunia, penelitian dilanjutkan di laboratorium. Dua orang arkeolog senior asal Australia bernama Peter Brown dan Michael Morwood sangat tertarik untuk mendalami temuan di Situs Liang Bua. Mereka yakin bahwa temuan manusia kerdil di Flores merupakan jenis manusia yang pernah hilang dalam sejarah perkembangan manusia (the lost species). Mereka menyebut manusia kerdil asal Flores sebagai spesies Homo Floresiensis.

Homo Floresiensis

Homo Floresiensis diambil dari bahasa latin, kata Homo berarti manusia, sedangkan kata Floresiensis mengacu pada tempat ditemukannya spesies baru itu, yaitu Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Hasil pemeriksaan laboratorium memperkirakan manusia Flores ini hidup sekitar 18.000 tahun yang lalu.

Waoow…!!!
Ternyata 18.000 tahun yang lalu ada sejumlah Hobbit yang hidup berdampingan bersama spesies kita (Homo Sapiens)…!!!

Temuan menghebohkan di Situs Liang Bua mendorong sejumlah ahli purbakala dari negara-negara lain untuk mencoba menemukan jenis manusia kerdil. Misalnya penggalian yang dilakukan pada situs prasejarah di Negara Kenya (Afrika), sekitar Laut Mediteran (Timur Tengah) hingga dataran Andes (Peru, Amerika Selatan). Berminggu-minggu hingga berbulan-bulan usaha untuk menemukan manusia kerdil di negara lain tidak berhasil ditemukan.

“Hal ini sangat mengherankan kami…! Mengapa manusia kerdil hanya ditemukan di Flores dan tidak ada di tempat lain?”, kata Teuku Jacob, seorang arkeolog dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia.

Pertanyaan yang sama juga sering dilontarkan oleh ahli purbakala lainnya. Rasa penasaran ini mengundang sejumlah peneliti untuk mencari jawaban lebih lanjut, sehingga sejumlah peneliti dunia pun diturunkan kembali ke lapangan. Mulai dari para ahli biologi, ahli botani, ahli zoology, para geolog (ahli ilmu bumi) hingga sejumlah dokter ahli bahu-membahu untuk mengungkap rahasia masa lalu.

Berbulan-bulan dilakukan penggalian untuk kedua kalinya di Situs Liang Bua. Jerih payah mereka pun mulai menunjukkan adanya titik terang pada sekitar bulan Agustus 2006. Berdasarkan penelitian lebih lanjut di laboratorium, berhasil diperoleh keterangan bahwa manusia kerdil di Flores bukan merupakan suatu jenis manusia baru. Ukuran badannya yang lebih pendek dan tengkoraknya yang lebih kecil dari manusia modern lebih dikarenakan faktor makanan. Buruknya faktor makanan yang yang dikonsumsi oleh manusia purba di Liang Bua selama ribuan tahun akhirnya menghambat perkembangan tubuh mereka.

“Faktor makanan mungkin adalah salah satu jawaban yang paling dapat dipercaya”, ungkap Teuku Jacob. “Mengingat bahwa makanan adalah sumber gizi utama dalam pertumbuhan tubuh manusia. Ini juga menjelaskan, mengapa manusia kerdil hanya ditemukan di sekitar Situs Liang Bua… Semua itu lebih dikarenakan lingkungan hidup di sekitar Liang Bua sangat terisolasi (tertutup) dari lingkungan luar sehingga menjadi kendala manusia purba itu untuk mendapatkan sumber makanan lain yang lebih bergizi”, tambahnya.

Pendapat Teuku Jacob ini sangat didukung oleh para ilmuwan lainnya. Para ahli botani dan zoologi memang tidak berhasil menemukan adanya bukti sisa sumber makanan yang cukup bergizi di sekitar Situs Liang Bua. Para geolog pun melihat dari sisi faktor alam, bahwa Situs Liang Bua terletak di sebuah dataran rendah yang diapit oleh pegunungan tinggi, sehingga masyarakatnya sangat sukar untuk keluar dari lingkungan tempat mereka tinggal. Selama ratusan hingga ribuan tahun hanya mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan gizi di yang sangat rendah, akhirnya terbentuklah sebuah kelompok manusia kerdil.

“Kekurangan gizi sehingga terhambatnya pertumbuhan tubuh sebenarnya banyak terjadi di dunia”, ungkap Chris Turney, seorang peneliti dari Universitas Wollonggong, Australia. “Contohnya adalah gajah kerdil yang banyak ditemukan di kepulauan Laut Mediteran, seperti Pulau Kreta, Pulau Cicilia, dan Pulau Cyprus.”

Nuah, ternyata banyak sekali makhluk hidup di dunia ini, ya… Baik Homo Floresiensis maupun gajah kerdil dari Pulau Kreta, semuanya hampir sama dengan makhluk hidup yang ada hingga sekarang ini, hanya saja ukurannya yang lebih “minis”… Dan jenis makhluk hidup yang lebih kecil ini umumnya terjadi karena faktor kekurangan gizi makanan.

Semoga hal ini tidak terjadi pada manusia di masa depan karena kita pun sering mengkonsumsi makanan secara asal-asalan… Karena itu ada baiknya kita dengar nasihat orangtua kita, dan konsumsilah makanan yang memiliki gizi tinggi..

Nah, Rani harap tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya.. Salam bagi para pencari pengetahuan !!

(sumber : KOMIK-SAINS-KUARK edisi 10 th. IV)

Daftar Pustaka :

2 Comments

Filed under Sekedar Tahu

Kenapa sih kita sering ngiler waktu tidur??

Wahha.. Tiba-tiba aja Rani berpikir aneh, “Kenapa sih kita sering ngiler waktu tidur??” Rani dapat uraian seperti yang dibawah ini. Cekidot !!

Ada berbagai macam gangguan tidur yang bisa membuat seseorang merasa malu jika diketahui oleh orang lain, salah satunya adalah mengiler saat sedang tidur. Lalu apa yang menyebabkan seseorang mengiler saat tidur?

Jika seseorang mengiler saat tidur tentu akan membuat tidurnya menjadi tidak nyaman. Air liur yang keluar dari mulut ini terkadang sulit untuk dicegah, sehingga membuat orang menjadi malu saat terbangun.

Kondisi ini mungkin sering ditemukan pada bayi yang mau tumbuh gigi, sehingga bayi akan mengiler saat tidur atau saat sedang terjaga. Tapi hal ini akan berbeda jika terjadi pada orang yang sudah dewasa.

Sebagian besar orang akan menyadarinya setelah bangun tidur, atau terbangun karena mendapati bantal yang sudah basah. Mengiler saat tidur bisa menjadi fenomena yang normal atau bisa juga terjadi akibat kondisi medis tertentu yang bisa meningkatkan produksi air liur. Meski demikian hal ini tentu saja bisa memalukan orang tersebut jika diketahui oleh orang lain.

Mengiler disebut juga dengan sialorrhea, yaitu suatu kondisi yang dialami oleh jutaan orang dalam tidurnya setiap malam. Hal ini terjadi ketika seseorang bermimpi atau saat istirahat.

Seperti dikutip dari eHow, Jumat (4/6/2010) salah satu penyebab dari kondisi mengiler saat tidur adalah akibat mulut yang kering sehingga memicu produksi air liur berlebih.

Selain itu ada juga beberapa kondisi lain, yaitu:
1. Tidur dengan mulut terbuka.

Tidur dengan kondisi seperti ini menyebabkan mulut kering lebih cepat karena kelembaban dari mulut hilang. Hal ini memicu air liur yang ada di dalam mulut untuk keluar, sehingga membuat orang mengiler.

2. Efek samping dari obat yang dikonsumsi.

Beberapa obat terkadang memiliki efek samping seperti mulut kering atau menyebabkan adanya gangguan pada kelenjar yang bertugas memproduksi air liur.

3. Adanya masalah pada gigi,

seperti infeksi pada gigi atau gusi orang tersebut yang mempengaruhi air liur.

4. Memiliki anatomi mulut yang tidak normal,

seperti lidah yang terlalu besar, gigi yang terlalu rapat atau pembesaran kelenjar limpa.

Untuk mengatasinya seseorang harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab ia mengiler saat tidur.

Cara terbaik untuk mengurangi kondisi ini adalah dengan menghindari posisi tidur miring, karena posisi ini akan mendorong rahang untuk terbuka sehingga menyebabkan mulut terbuka saat tidur.

Jika penyebabnya adalah kondisi medis, maka tak ada salahnya untuk konsultasikan dengan dokter. Jika jumlah air liur yang dikeluarkan memang berlebihan, maka dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi jumlah air liur yang dihasilkan oleh kelenjar. Namun pemberian obat ini harus atas resep dokter karena bisa menyebabkan dehidrasi.

http://www.uniktapifakta.com/

Leave a comment

Filed under Sekedar Tahu