Tag Archives: pelajaran

Kamu Mencuci Beras Berapa Kali?

“Ran, kamu kalo cuci beras gimana?”

“Ya dicuci aja..” *sambil meragain ngaduk2 udara pake tangan*

“Tau ga kalo beras di cuci vitamin B1 nya hilang?”

“Ha? Iya? Jadi gimana?”

“Sekarang kalo aku masak nasi langsung masak aja ga pake cuci lagi. Haha”

Itu adalah percakapan singkat bersama seorang teman beberapa hari yang lalu. Jujur Rani sama sekali ga tahu menahu masalah nyuci beras bisa menghilangkan kandungan B1 (thiamin) dalam beras. Alhasil, tentu saja nanya ke mbah kesayangan yang selalu setia kapan pun dan di mana pun dibutuhkan oleh siapa pun, mbah gugel.

Continue reading

2 Comments

Filed under Interest, Sekedar Tahu

Lima Syarat Berbuat Maksiat

Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham. Dia berkata:

“Wahai Aba Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasihat.”

Setelah mendengar perkataan tersebut Ibrahim berkata:

“Jika kamu mahu menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh kamu melakukan maksiat.”

Lelaki itu dengan tidak sabar-sabar bertanya.

“Apakah syarat-syarat itu, wahai Aba Ishak?”

Ibrahim bin Adham berkata:

01.“Syarat pertama, jika kamu bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezeki-Nya.”

Mendengar itu dia mengernyitkan kening seraya berkata:

“Dari mana aku mahu makan? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah?

“Ya!” tegas Ibrahim bin Adham.

“Kalau kamu sudah memahaminya, masih mampukah memakan rezekinya, sedangkan kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya?”

02.“Yang kedua,” kata Ibrahim, “kalau mahu bermaksiat, jangan tinggal di bumi-Nya!

Syarat ini membuat lelaki itu terkejut setengah mati.

Ibrahim kembali berkata kepadanya:

“Wahai Abdullah, fikirkanlah, apakah kamu layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sedangkan kamu melanggar segala larangan-Nya?”

“Ya! Anda benar.” kata lelaki itu. Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab:

03.“Kalau kamu masih mahu bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya!”

Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata:

“Wahai Ibrahim, ini nasihat macam mana? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?”

“Ya, kalau memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan melakukan maksiat?” kata Ibrahim.

Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat.

Ibrahim melanjutkan:

04.”Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu, katakanlah kepadanya, Ketepikan kematianku dulu. Aku masih mahu bertaubat dan melakukan amal soleh”

Kemudian lelaki itu menggelengkan kepala dan segera tersedar dan berkata:

“Wahai Ibrahim , mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permintaanku?”

“Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahawa kamu tidak boleh menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau boleh lari dari kemurkaan Allah?”

“Baiklah, apa syarat yang kelima?”

Ibrahim pun menjawab:

05.“Wahai Abdullah kalau malaikat Zabaniyah datang hendak mengiringmu ke api neraka di hari kiamat nanti, jangan engkau ikut bersamanya.

Perkataan tersebut membuat lelaki itu insaf. Dia berkata:

“Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya.” Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran. “Mulai saat ini aku ingin bertaubat kepada Allah.” katanya sambil teresak-esak.

source : http://www.iluvislam.com/

2 Comments

Filed under ISLAM, Story-Stories

Perjalanan Ruh

Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Bara` bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu berkisah,

“Kami keluar bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengantar jenazah seorang dari kalangan Anshar. Kami tiba di pemakaman dan ketika itu lahadnya sedang dipersiapkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk. Kami pun ikut duduk di sekitar beliau dalam keadaan terdiam, tak bergerak. Seakan-akan di atas kepala kami ada burung yang kami khawatirkan terbang. Di tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu ada sebuah ranting yang digunakannya untuk mencocok-cocok tanah.
Mulailah beliau melihat ke langit dan melihat ke bumi, mengangkat pandangannya dan menundukkannya sebanyak tiga kali. Kemudian bersabda,
“Hendaklah kalian meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari adzab kubur,” diucapkannya sebanyak dua atau tiga kali, lalu beliau berdoa,
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur,” pinta beliau sebanyak tiga kali.

Setelahnya beliau bersabda,
“Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin apabila akan meninggalkan dunia dan menuju ke alam akhirat, turun kepadanya para malaikat dari langit. Wajah-wajah mereka putih laksana mentari. Mereka membawa kain kafan dan wangi-wangian dari surga. Mereka duduk dekat si mukmin sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut ‘alaihissalam hingga duduk di sisi kepala si mukmin seraya berkata,
“Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Ruh yang baik itu pun mengalir keluar sebagaimana mengalirnya tetesan air dari mulut wadah kulit. Malaikat maut mengambilnya.
(Dalam satu riwayat disebutkan: Hingga ketika keluar ruhnya dari jasadnya, seluruh malaikat di antara langit dan bumi serta seluruh malaikat yang ada di langit mendoakannya. Lalu dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Tidak ada seorang pun malaikat yang menjaga pintu malaikat kecuali mesti berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar ruh si mukmin diangkat melewati mereka).

Ketika ruh tersebut telah diambil oleh malaikat maut, tidak dibiarkan sekejap matapun berada di tangannya melainkan segera diambil oleh para malaikat yang berwajah putih.
Mereka meletakkan/membungkus ruh tersebut di dalam kafan dan wangi-wangian yang mereka bawa. Dan keluarlah dari ruh tersebut wangi yang paling semerbak dari aroma wewangian yang pernah tercium di muka bumi.
Kemudian para malaikat membawa ruh tersebut naik. Tidaklah mereka melewati sekelompok malaikat kecuali mesti ditanya,
“Siapakah ruh yang baik ini?”
Para malaikat yang membawanya menjawab,
“Fulan bin Fulan,”
disebut namanya yang paling bagus yang dulunya ketika di dunia orang-orang menamakannya dengan nama tersebut.
Demikian, hingga rombongan itu sampai ke langit dunia. Mereka pun meminta dibukakan pintu langit untuk membawa ruh tersebut.
Lalu dibukakanlah pintu langit. Penghuni setiap langit turut mengantarkan ruh tersebut sampai ke langit berikutnya, hingga mereka sampai ke langit ke tujuh.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Tulislah catatan amal hamba-Ku ini di ‘Illiyin dan kembalikanlah ia ke bumi karena dari tanah mereka Aku ciptakan, ke dalam tanah mereka akan Aku kembalikan, dan dari dalam tanah mereka akan Aku keluarkan pada kali yang lain.”

Si ruh pun dikembalikan ke dalam jasadnya yang dikubur dalam bumi/tanah.
Maka sungguh ia mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburnya ketika mereka pergi meninggalkannya.
Lalu ia didatangi dua orang malaikat yang sangat keras hardikannya, keduanya menghardiknya, mendudukkannya lalu menanyakan padanya,
“Siapakah Rabbmu?”
Ia menjawab, “Rabbku adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Ditanya lagi, “Apa agamamu?”
“Agamaku Islam,” jawabnya.
“Siapakah lelaki yang diutus di tengah kalian?” tanya dua malaikat lagi
“Dia adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,” jawabnya
“Apa amalmu?” pertanyaan berikutnya
“Aku membaca Kitabullah, lalu aku beriman dan membenarkannya,” jawabnya.

Ini adalah fitnah/ujian yang akhir yang diperhadapkan kepada seorang mukmin.
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengokohkannya sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي اْلآخِرَةِ

“Allah menguatkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang tsabit/kokoh dalam kehidupan dunia dan dalam kehidupan akhirat.” (Ibrahim: 27)

Terdengarlah suara seorang penyeru dari langit yang menyerukan,
“Telah benar hamba-Ku. Maka bentangkanlah untuknya permadani dari surga. Pakaikanlah ia pakaian dari surga, dan bukakan untuknya sebuah pintu ke surga!”

Lalu datanglah kepada si mukmin ini wangi dan semerbaknya surga serta dilapangkan baginya kuburnya sejauh mata memandang.
Kemudian ia didatangi oleh seseorang yang berwajah bagus, berpakaian bagus dan harum baunya, seraya berkata,
“Bergembiralah dengan apa yang menggembirakanmu.
Inilah harimu yang pernah dijanjikan kepadamu.”
Si mukmin bertanya dengan heran,
“Siapakah engkau? Wajahmu merupakan wajah yang datang dengan kebaikan.”
“Aku adalah amal shalihmu. Demi Allah, aku tidak mengetahui dirimu melainkan seorang yang bersegera menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala dan lambat dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalasmu dengan kebaikan,” jawab yang ditanya

Kemudian dibukakan untuknya sebuah pintu surga dan sebuah pintu neraka, lalu dikatakan,
“Ini adalah tempatmu seandainya engkau dulunya bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala menggantikan bagimu dengan surga ini.”

Maka bila si mukmin melihat apa yang ada dalam surga, ia pun berdoa,
“Wahai Rabbku, segerakanlah datangnya hari kiamat agar aku dapat kembali kepada keluarga dan hartaku.”
Dikatakan kepadanya, “Tinggallah engkau.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan penuturan beliau tentang perjalanan ruh.
Beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba yang kafir (dalam satu riwayat: hamba yang fajir) apabila akan meninggalkan dunia dan menuju ke alam akhirat, turun kepadanya dari langit para malaikat yang keras, kaku, dan berwajah hitam.
Mereka membawa kain yang kasar dari neraka. Mereka duduk dekat si kafir sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut hingga duduk di sisi kepala si kafir seraya berkata,

“Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju kemurkaan dan kemarahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Ruh yang buruk itu pun terpisah-pisah/berserakan dalam jasadnya, lalu ditarik oleh malaikat maut sebagaimana dicabutnya besi yang banyak cabangnya dari wol yang basah, hingga tercabik-cabik urat dan sarafnya.
Seluruh malaikat di antara langit dan bumi dan seluruh malaikat yang ada di langit melaknatnya. Pintu-pintu langit ditutup. Tidak ada seorang pun malaikat penjaga pintu kecuali berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar ruh si kafir jangan diangkat melewati mereka.
Kemudian malaikat maut mengambil ruh yang telah berpisah dengan jasad tersebut, namun tidak dibiarkan sekejap mata pun berada di tangan malaikat maut melainkan segera diambil oleh para malaikat yang berwajah hitam lalu dibungkus dalam kain yang kasar.
Dan keluarlah dari ruh tersebut bau bangkai yang paling busuk yang pernah didapatkan di muka bumi. Kemudian para malaikat membawa ruh tersebut naik.
Tidaklah mereka melewati sekelompok malaikat kecuali mesti ditanya,
“Siapakah ruh yang buruk ini?”
Para malaikat yang membawanya menjawab,
“Fulan bin Fulan,”
disebut namanya yang paling jelek yang dulunya ketika di dunia ia dinamakan dengannya.
Demikian, hingga rombongan itu sampai ke langit dunia, mereka pun meminta dibukakan pintu langit untuk membawa ruh tersebut, namun tidak dibukakan.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian membaca ayat:
لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلاَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

“Tidak dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk ke dalam surga sampai unta bisa masuk ke lubang jarum.” (Al-A’raf: 40)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
‘Tulislah catatan amalnya di Sijjin, di bumi yang paling bawah.’
Lalu ruhnya dilemparkan begitu saja.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian membaca ayat:
وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

“Dan siapa yang menyekutukan Allah maka seakan-akan ia jatuh tersungkur dari langit lalu ia disambar oleh burung atau diempaskan oleh angin ke tempat yang jauh lagi membinasakan.” (Al-Hajj: 31)

Si ruh pun dikembalikan ke dalam jasadnya yang dikubur dalam bumi/tanah.
Lalu ia didatangi dua orang malaikat yang sangat keras hardikannya.
Keduanya menghardiknya, mendudukkannya dan menanyakan kepadanya,
“Siapakah Rabbmu?”
Ia menjawab, “Hah… hah… Aku tidak tahu.”
Ditanya lagi, “Apa agamamu?”
“Hah… hah… Aku tidak tahu,” jawabnya.
“Siapakah lelaki yang diutus di tengah kalian?” tanya dua malaikat lagi.
Kembali ia menjawab, “Hah… hah… aku tidak tahu.”

Terdengarlah suara seorang penyeru dari langit yang menyerukan,
“Telah dusta orang itu.
Maka bentangkanlah untuknya hamparan dari neraka dan bukakan untuknya sebuah pintu ke neraka!”

Lalu datanglah kepadanya hawa panasnya neraka dan disempitkan kuburnya hingga bertumpuk-tumpuk/tumpang tindih tulang rusuknya (karena sesaknya kuburnya).
Kemudian seorang yang buruk rupa, berpakaian jelek dan berbau busuk mendatanginya seraya berkata,
“Bergembiralah dengan apa yang menjelekkanmu.
Inilah harimu yang pernah dijanjikan kepadamu.”

Si kafir bertanya dengan heran,
“Siapakah engkau?
Wajahmu merupakan wajah yang datang dengan kejelekan.”

“Aku adalah amalmu yang jelek.
Demi Allah, aku tidak mengetahui dirimu ini melainkan sebagai orang yang lambat untuk menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun sangat bersegera dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalasmu dengan kejelekan,” jawab yang ditanya.

Kemudian didatangkan kepadanya seorang yang buta, bisu lagi tuli.
Di tangannya ada sebuah tongkat dari besi yang bila dipukulkan ke sebuah gunung niscaya gunung itu akan hancur menjadi debu.
Lalu orang yang buta, bisu dan tuli itu memukul si kafir dengan satu pukulan hingga ia menjadi debu. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengembalikan jasadnya sebagaimana semula, lalu ia dipukul lagi dengan pukulan berikutnya.
Ia pun menjerit dengan jeritan yang dapat didengar oleh seluruh makhluk, kecuali jin dan manusia. Kemudian dibukakan untuknya sebuah pintu neraka dan dibentangkan hamparan neraka,
maka ia pun berdoa,
“Wahai Rabbku! Janganlah engkau datangkan hari kiamat.”

(HR. Ahmad 4/287, 288, 295, 296, Abu Dawud no. 3212, 4753, dll, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud dan Ahkamul Jana`iz hal. 202)

source : Nasehat Qur’an and hadist notes

Leave a comment

Filed under ISLAM

“Mandikan aku, Mama..”

Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang dimiliki olehnya sampai akhirnya,..

Nira, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah saya ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas; meraih yang terbaik di setiap kelas, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ‘‘Why not the best’, katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Nira termasuk salah satunya. Kalau saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran. *hhehe, ngarep*

Selanjutnya, Nira mendapat pendamping yang ‘selevel’ dengannya, sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.

Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Nira diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih keuntungan besar di perusahaannya. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak didengar: Alifya.

Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikan anak itu sebagai anak yang pertama dan terakhir.

Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Nira semakin menggila dan menjadi-jadi. Bak burung garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.

Suatu ketika, saya pernah bertanya, ”Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? ” Dengan sigap Nira menjawab, ”Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!” Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Nira tinggal mengontrol jadwal Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.

Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.

”Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.” Begitu selalu nenek Alif, ibunya Nira, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Alif berusia 3 tahun, Nira bercerita pada saya kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Nira dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ‘memahami’ orang tuanya. Buktinya, kata Nira, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya sering pulang larut, ia jarang sekali ngambek.

Bahkan, tutur Nira, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Nira menyapanya dengan ”malaikat kecilku”.

Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.

Suatu hari, menjelang Nira berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ”Alif ingin Mama yang mandikan,” ujarnya penuh harap. Tentu saja Nira, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, merasa terganggu. Ia tidak mengindahkan permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.

Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ”Mamaa!! mandikan aku!” kian lama suara Alif penuh tekanan. Tapi Nira dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibukuk-bujuk, akhirnya Alif pun mengalah [lagi] untuk kesekian kalinya.

Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ”Halo. Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency. Tolong Bu Dokter..” Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. ALLAH sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.

Nira, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Nira memang memiliki niat untuk memandikan Alif sendiri.

Dan siang itu, janji Nira pun terwujud, meski janji itu terwujud setelah tubuh si kecil terbaring kaku.

”Ini Mama Lif, Mama yang mandikan Alif,” ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Nira menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.

Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Nira, sahabatku yang tegar itu, berkata, ”Ini sudah takdir, iya kan Nis? *tanyanya pada saya* Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?” Saya diam saja.

Rasanya Nira memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ”Ini konsekuensi sebuah pilihan,” lanjut Nira, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.

Tiba-tiba Nira berlutut. Mungkin tak dapat lagi menahan kesedihan dan bersikap tegar dihadapan orang banyak.

”AKU ADALAH IBUNYAAAAA!” serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Nira menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ”Bangunlah Lif, Mama mau mandikan Alif. Bahkan Mama mau mandikan Alif setiap hari kalau Alif mau. Beri kesempatan Mama sekali saja Lif. Sekalii saja, Aliiif..” Nira merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang di bawahnya terbaring jasad Alif. Senja pun makin tua.

Tak berapa lama kemudian, hujan turun rintik-rintik. Satu-persatu para pengantar penazah pun meninggalkan lokasi pemakaman. Nira sama sekali tak beranjak dari tempatnya tertelungkup. Air matanya menyatu dengan rintikan hujan yang turun. Setelah saya pujuk sebentar untuk pulang, akhirnya Nira mau diajak pulang walaupun masih dalam setengah terisak.

***

— Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.

— Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.

— Sering kali orang sibuk ‘di luaran’, asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu ‘nanti’ buat mereka jadi abaikan saja dulu.

— Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.

MEREKA LUPA BAHWA ALLAH YANG MENENTUKAN SEMUANYA. HIDUP, MATI, REZEQI, JODOH HANYA ALLAH YANG MENENTUKAN.

Maksud dari tulisan ini agar menjadi renungan dan pelajaran yang berguna bagi kita semua.

-Ukhti KhaiRani-

Leave a comment

Filed under Story-Stories

Tahukah? Dahsyatnya Manfaat Gerakan Sholat?

Salat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit.

Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitas-Nya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?

Gerakan-gerakan shalat :

TAKBIRATUL IHRAM

Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

RUKUK

Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I’TIDAL

Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.

Manfaat: I’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

SUJUD

Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.

Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tumakninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

ddkspng

DUDUK

Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, postur ini mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

SALAM

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.

Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala d! an menjaga kekencangan kulit wajah.

**

Dan tahukah??

Beribadah secara kontinyu, bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar-dalam. ^^v

PACU KECERDASAN

Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.

Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

PERINDAH POSTUR

Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN

Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

PERBAIKI KESUBURAN

Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.

Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

AWET MUDA

Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada kekencangan kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.

– Ukhti KhaiRani –

Leave a comment

Filed under ISLAM

Rahasia Dahsyatnya Sedekah

It’s worth to read….

Sore ini, seusai mandi, Rani mengecek inbox e-mail. Sekali dibuka, isinya 80% notifications facebook *parah*. Lalu Rani melihat satu pesan yang tak lain tak bukan adalah dari mama Rani (lis_dustriani@volex.com). Lalu Rani buka dan Rani baca isinya. Beginilah kira-kira isinya…

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu  ini.  Beliau  adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan,  semangat,  inspirasi,  ide  dan  gagasan  segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang  guru  yang  memiliki  lautan  ilmu,  yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat  ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier  dan  distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan  hektar  ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa  mencapai  Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan  antara  saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa  tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta  per  bulan.  Bagi  saya,  angka  ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja  saya  tidak  menyebutkan  namanya,  karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu  hari,  terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel  di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau  ditanya,  maka  akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka   beliau   pun  akan  “tidur”.  Jadilah  saya  berpikir  untuk  selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai  akhirnya  saya  bertanya  secara asal, “Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang  sukses.  Paling  tidak,  lebih  sukses  daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?”

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

“Ada   empat  hal  yang  harus  Anda  perhatikan,”  begitu  beliau  memulai penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

“Pertama.  Jangan  lupakan  orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang  yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih,  itu  sangat  berat.  Ibu  melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali,  nyawa  taruhannya.  Surga  di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak  orang  sekarang  yang  salah.  Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara  kepada  ibunya  tidak  pernah.  Para  guru  dan  kyai dipuja dan dielukan,  diberi  sumbangan  materi  jutaan rupiah, dibuatkan rumah, namun ibunya  sendiri  di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak  orang  yang  memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu.

Ridho  Allah  tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.”

Beliau mengambil napas sejenak.

RAHASIA KEDUA

“Kemudian  yang  kedua,”  beliau melanjutkan. “Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah.  Allah  berjanji  membalas  setiap uang yang kita keluarkan itu
dengan  berlipat  ganda.  Sedekah  mampu  mengalahkan  angin.  Sedekah bisa mengalahkan  besi.  Sedekah  membersihkan  harta  dan  hati  kita.  Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan  sepelekan  bila  ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat  itulah  sebenarnya  Anda  dibukakan  pintu  rejeki. Beri pengemis itu dengan  pemberian  yang  baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang  kertas  yang  masih  bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan,  lalu  ulurkan  dengan  sikap  hormat  kalau  perlu sambil menunduk (menghormat).  Pengemis  yang  Anda  beri  dengan  cara seperti itu, akan terketuk  hatinya, ‘Belum  pernah  ada orang yang memberi dan menghargaiku
seperti  ini.’  Maka  terucap  atau  tidak,  dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada  pula  yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam  kesempatan  lain,  ketika  saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas  mempraktekkan  apa  yang  diucapkannya  itu. Memberi pengemis dengan selembar  uang  ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil  sedikit  membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHASIA KETIGA

“Allah  berjanji  memberikan  rejeki  kepada  kita  dari  jalan  yang tidak disangka-sangka,  ”  begitu  beliau  mengawali  penjelasannya untuk rahasia ketiganya.  “Tapi  sedikit  orang  yang  tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.”

“Benar  di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa  kepada  Allah  niscaya  diadakan-Nya  jalan  keluar  baginya  dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga” , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

“Nah,  ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ,” tanya beliau.

“Ya,  bagaimana  caranya?”  jawab  saya.  Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan   perintah-Nya  dan  menjauhi  larangan-Nya,  maka  Allah  akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

“Banyaklah  menolong  orang.  Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu  orang  yang  kesulitan,  langsung  Anda  bantu!” jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. “Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak  disangka-sangka  bagi  orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.”

“Walau pun itu orang kaya?” tanya saya.

“Ya,  walau  itu  orang  kaya,  suatu  saat  dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”

“Walau  itu  orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang  ke  rumah  kita,  pura-pura  minta  sumbangan  rumah  ibadah,  atau pura-pura  belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” saya bertanya lagi.

“Ya  walau  orang  itu cuma berpura-pura seperti itu,” jawab beliau. “Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah  frustasi  karena  tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar.  Dia  itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang  bisa  dia  lakukan.  Soal  itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.”

RAHASIA KEEMPAT

Wah,  makin  menarik,  nih.  Saya  manggut-manggut.  Sebenarnya  saya tidak menyangka  kalau  pertanyaan  asal-asalan  saya  tadi  berbuah jawaban yang begitu  serius  dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

“Yang keempat nih, ” beliau memulai. “Jangan mempermainkan wanita”.

Hm…  ini  membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji  dengan  teman  wanita,  lalu  tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

“Maksudnya  begini.  Anda  kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup   Anda,   baik  di  saat  susah  maupun  senang.  Ketika  Anda  pergi meninggalkan  rumah  untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk  keselamatan  dan  kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah,   penghasilan  yang  pas-pasan,  makan  dan  pakaian  seadanya,  dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.”

“Lalu?” saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

“Banyak  orang  yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu  menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan).  Baik  menikah  lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu  menyakiti  hati  pasangan  hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun  ketika  Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. ”

Oh… pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

“Banyak  orang  yang  lupa  hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak,  lalu  cari  istri  lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika  merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya  habis  untuk  biaya  sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti  ini.  Dia  lupa  bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,” beliau melanjutkan.

Hal  ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo,  saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang….

“Rani sekarang tau, bahwa sedekah dan saling tolong-menolong itu dapat membuat seseorang menjadi sukses.”

KEDAHSYATAN SEDEKAH

Sedekah  adalah  penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki. Sebutir  benih  menumbuhkan  tujuh  bulir,  yang  pada  tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat,  betapa  dahsyatnya  sedekah  yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai   dengan   hati   ikhlas,   sampai-sampai  Rasul  sendiri  membuat perbandingan.  Dalam  sebuah  hadis  yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah  SAW  bersabda,  “Allah  SWT  menciptakan  bumi,  maka  bumi pun bergetar.  Lalu  Allah  pun  menciptakan  gunung dengan kekuatan yang telah diberikan   kepadanya,   ternyata   bumi   pun   terdiam.   Para   malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.

Kemudian  mereka  bertanya,  ‘Ya  Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?’.

Allah menjawab, ‘Ada, yaitu besi’.

Para  malaikat  pun  kembali  bertanya,  ‘Ya  Rabbi  adakah  sesuatu  dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?’.

Allah menjawab, ‘Ada, yaitu api’.

Bertanya   kembali   para   malaikat,   ‘Ya   Rabbi  adakah  sesuatu  dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?’.

Allah menjawab, ‘Ada, yaitu air’.

‘Ya  Rabbi  adakah  sesuatu  dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?’ tanya para malaikat.

Allah pun menjawab, ‘Ada, yaitu angin’.

Akhirnya  para  malaikat  bertanya  lagi,  ‘Ya  Allah  adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?’.

Allah  yang Mahakaya menjawab, ‘Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah   dengan   tangan   kanannya   sementara   tangan   kirinya   tidak mengetahuinya’ .”

Subhanallah…

Leave a comment

Filed under ISLAM