Kerja Keras VS Kerja Cerdas

Lama vakum dari blog ini bukan berarti minatku hilang untuk menulis dan berbagi lewat tulisan. Kesibukan harianku sebagai mahasiswa teknik hanyalah salah satu alasan di antara berjuta lainnya yang tak perlu kusebutkan satu persatu.

Tulisan ini sendiri kudapatkan idenya dari file proposal acara yang kulihat beberapa waktu yang lalu. “Wah, kestarinya seorang pekerja keras”, itulah pikirku. Bagaimana tidak, setiap halaman ada latar belakang gambar yang dimasukkan dalam bentuk ‘gambar’ yang artinya harus manual di masukkan satu persatu ke setiap halaman. Saat mau diganti gambarnya tentu harus dihapus pula satu persatu gambar tersebut dari setiap halamannya. Jika aku tidak tahu triknya, tentu aku akan menambahkan gambar yang baru pula di setiap halamannya secara manual, padahal masalah latar belakang ini bisa diakali dengan pemberian watermark yang otomatis akan muncul di semua halaman, sehingga tidak perlu dimasukkan gambar satu-persatu. Rekanku menimpali dengus kesalku, “itulah beda kerja keras dan kerja cerdas”.

Aku adalah seorang yang perfeksionis. Terkadang aku kewalahan dengan sifat itu karena aku tidak bisa membiarkan apa pun yang telah ada campur tanganku di dalamnya berakhir ‘biasa’ saja apalagi mengecewakan. Aku selalu berusaha menghasilkan output sesempurna mungkin, bahkan hal-hal kecil yang sepele kuperhatikan dan kupermasalahkan. Menyebalkan? Bagi beberapa orang aku mungkin menyebalkan, tapi percayalah, hal ini banyak menjadi alasan rekan-rekan dapat mengandalkanku.

Saat mengerjakan tugas kelompok misalnya, terkadang aku menemukan rekan-rekan pekerja keras, yang membuat tugas secara manual sehingga jika ada yang harus diedit akan mengacaukan format penulisannya. Tentu akan terhitung kerja dua kali dan memakan waktu banyak untuk menormalkan format dan menjadikannya stabil agar bila perlu diedit lagi tidak akan mengganggu format. Kerja keras itu baik, sangat baik malah. Aku membentuk profil diriku sebagai pekerja keras. Tapi ada lagi hal yang harus mengimbangi kerja keras tersebut, yaitu kerja cerdas. Kerja cerdas akan menyaingi bahkan mengalahkan hasil kerja keras dalam segi efisiensinya.

Ilustrasinya seperti ini (aku yakin mahasiswa pasti pernah mengalaminya):

Pekerja keras saat membuat laporan atau tugas di kertas HVS, agar rapi maka dibuat garis-garis seperti buku pada HVS tersebut, lalu setelah selesai garis bantu tersebut dihapus kembali dan laporan pun rapi dan bersih. Pekerja cerdas akan mendayagunakan kertas doublefolio sebagai garis bantu yang diletakkan di bawah HVS tersebut, setelah selesai laporannya juga rapi dan bersih. Efisiensi waktu dan tenaga yang dikeluarkan sangat berbeda jauh diantara dua pekerja ini. Mana yang akan lebih dipilih? Tentu cara pekerja cerdas!

Sebagai mahasiswa, tentu tidak cukup hanya menjadi pekerja keras, kita harus menjadi para pekerja cerdas. Ekspektasi yang tinggi terkadang membawaku ke dalam kekecewaan dan trauma untuk memberikan kepercayaan penuh kepada orang lain. Ini adalah penyakit serius yang harus segera diobati karena di teknik kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain dan aku sadar akan hal itu. Kerja keras terwujud karena adanya kemauan, sedangkan kerja cerdas terwujud karena adanya ilmu. Ilmu tidak akan berkembang jika dipendam sendiri, maka itu kita harus saling berbagi. Sebagai mahasiswa, ilmu adalah kebutuhan kita. Jangan hanya tunggu diberi, tapi harus dicari! Hidup itu penuh dengan ilmu, kawan..

Jadi, tipe apakah dirimu? Pekerja keras atau pekerja cerdas? Apapun jawabannya untuk saat ini, semoga kita semua bisa menjadi pekerja keras yang bekerja cerdas untuk hari esok yang lebih baik.

Hidup mahasiswa!

*NB: punya ilustrasi lain mengenai kerja keras vs kerja cerdas? Share aja di kotak komentar~ Gomawoo~

1 Comment

Filed under Interest, Princess Babble

One response to “Kerja Keras VS Kerja Cerdas

  1. Postingan yang menarik.

    Kerja cerdas kadang juga timbul dari kerja keras yang biasa dilakukan. Di saat kerja keras terasa melelahkan, maka kerja cerdas akan mengambil alih.

    ~ Salam blogger… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s