Kamu Mencuci Beras Berapa Kali?

“Ran, kamu kalo cuci beras gimana?”

“Ya dicuci aja..” *sambil meragain ngaduk2 udara pake tangan*

“Tau ga kalo beras di cuci vitamin B1 nya hilang?”

“Ha? Iya? Jadi gimana?”

“Sekarang kalo aku masak nasi langsung masak aja ga pake cuci lagi. Haha”

Itu adalah percakapan singkat bersama seorang teman beberapa hari yang lalu. Jujur Rani sama sekali ga tahu menahu masalah nyuci beras bisa menghilangkan kandungan B1 (thiamin) dalam beras. Alhasil, tentu saja nanya ke mbah kesayangan yang selalu setia kapan pun dan di mana pun dibutuhkan oleh siapa pun, mbah gugel.

Ternyata memang Rani harus lebih banyak membaca dan bergaul dengan orang-orang keren lainnya (orang keren disini yaitu orang yang berwawasan luas). Berikut kutipan dari postingan yang rani baca :

Berdasarkan riset sejumlah dosen pada Program Boga, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang beranggotakan Dra Yati Setiati, Ir Ari Istiani MSi, dan Dra Rusilanti MSi tersingkap cara baik mencuci beras cukup dengan dua kali pencucian. ”Paling maksimal, cukup tiga kali dibilas dengan air,” jelas Lanti.

Dengan metode eksprimen, riset itu membuktikan pengaruh frekuensi pencucian beras terhadap kandungan vitamin B1 yang ada pada beras (sebelum dicuci mengandung 0,2850 miligram). Pengaruh pencucian dengan sekali cuci menyebabkan kandungan vitamin B1 berkurang, menjadi 0,2475 mg. Dua kali pencucian, kandungan vitamin B1 menjadi 0,1765 mg. Pencucian tiga kali, vitamin B1-nya tersisa 0,1560.

Vitamin B1 yang dikandung saat dicuci sekali dengan penggosokan, mengakibatkan kian berkurang, menjadi 0,2090 mg (dua kali dengan penggosokan 0,1650 mg, dan tiga kali dengan penggosokan 0,1435 mg). ”Jadi tak perlu digosok, agar kandungan vitamin B1 tak berkurang meski memang penurunannya tak terlampau signifikan,” ujar Rusilanti.

Dengan pencucian terlampau bersih, menurut Rusilanti, berpeluang kekurangan vitamin B1 bagi yang memakan nasi tersebut. Padahal, seorang pria dewasa membutuhkan 1,22 mg vitamin B1 per hari (wanita 1,03 mg per hari). Akibatnya? Kekurangan vitamin B1 ini dapat membuat, di antaranya, gangguan metabolisme karbohidrat, bahkan mengakibatkan penyakit beri-beri. ”Bila pencuciannya tepat, orang tak perlu mendapatkan vitamin B1 dari suplemen lain,” jelasnya.

Ya ampun, jadi gimana ceritanya Rani selama ini nyuci beras 3 kali, pake digosok bukan sembarang gosok, digosok sambil baca surah Al-Falaq (ajaran Abah), berapa banyak kehilangan vitamin B1nya??? Oke, kemarin kan belum tahu, sekarang sudah tahu, maka beri tahu ke teman-teman lain yang belum tahu.

Tapi gimana dengan beras yang berkutu? Oke, itu bisa diakali misalnya dengan dijemur dulu berasnya (kalau nenek sih gitu) walaupun tidak menjamin kutunya akan hilang semua, yang penting ada usaha kalau tidak mau menghilangkan dengan cara dicuci berulang-ulang.. Lalu bukankah beras itu sebelum dimasak seperti kotor bertepung-tepung? Apakah itu tidak masalah tidak dicuci?

Tepung-tepung itu disebut juga bekatul. Beras pasti mengandung bekatul walau sedikit. Bekatul inilah yang membuat air cucian beras menjadi keruh. Bekatul berasal dari lapisan luar endosperm beras yang disebut sebagai aleuron yang mengandung vitamin B, protein, lemak, dan serat. Dari aspek gizi, bekatul memang baik bagi tubuh. Oleh karena itu, sebenarnya beras dapat langsung dimasak tanpa harus mencucinya terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan terutama jika keadaan beras sudah bersih seperti beras teman Rani yang nanya di atas (katanya berasnya sudah bersih).

Biasanya kalau beras dimasak tanpa dicuci aroma dan rasanya memang agak beda. Pokoknya lebih enak kalau dicuci dan waktu masak nasi serta sebelum makan baca bismillah dulu, hehe.. Terus ada juga yang bilang kalau tidak dicuci akan lebih mudah busuk nasinya, namun sampai sekarang belum ada pembuktian ilmiah mengenai pengaruh pencucian beras dengan pembusukan nasi.

Nah, mulai sekarang sepertinya Rani harus sedikit mengubah cara mencuci beras Rani walaupun ya Rani belum bisa masak nasi tanpa dicuci berasnya terlebih dahulu. Kamu juga gitu, kalau selama ini nyuci beras sampai airnya jadi bening, sekarang jangan sampai begitu lagi, masa buang-buang vitamin dengan sengaja?🙂

Leave a comment

Filed under Interest, Sekedar Tahu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s