AKU IDEALIS. SO WHAT?!!

#EDISI_CURCOL

Saya sering mendengar orang memandang negatif kepada orang yang punya idealisme tertentu. Mulai dari sindiran halus hingga langsung to the point cara penyampaiannya. Sombong lah, egois, whatever lah, pokoknya disana kadang saya merasa sedih.

Well, sebenarnya saya cukup ‘merasa’ karena saya termasuk orang yang idealis. Sebagai seorang anak rantau, saya merasa amat sangat pentingnya adaptasi demi menjalani hidup yang nyaman dan aman di tanah orang. But still, kita tidak bisa terus menekan sifat asli dan bersandiwara menjadi orang kebanyakan hanya supaya tidak ‘dikomentari’ oleh orang lain. Percaya atau tidak itu sangat melelahkan dan munafik.

Ada 3 tipe orang yang paling tidak saya sukai.

  1. Orang yang kurang menghargai waktu
  2. Orang yang kurang menghargai barang
  3. Orang yang kurang menghargai usaha

Kalau saya sudah kesal, biasanya saya bisa menyindir halus sampai pedas atau langsung bicara to the point tanpa basa-basi, tergantung kepada orang yang bersangkutannya juga. The problem is, terkadang respon orang menanggapinya berbeda-beda.

Seperti orang idealis kebanyakan, saya pun termasuk orang yang keras kepala. Jika saya sudah merasa yakin akan suatu hal, maka keyakinan itu akan sulit dibelokkan apalagi dipatahkan kecuali dibantah oleh suatu hal yang lebih pasti dan dapat dipertanggung jawabkan. Tapi jangan salah, ini bukan berarti saya close minded, saya tetap open minded, tetap menerima apa pun input dari luar, namun di filter dan disesuaikan dengan keyakinan dan logika.

Sayangnya mungkin sikap seperti ini terlihat angkuh, sombong, dan egois di mata beberapa orang. Ini dia yang menjadi masalah terutama bagi perantau di tanah orang. Hal-hal ini kadang membuat idealisme itu goyah dan orang tersebut beralih menjadi realistis yang tertutup. Lalu sebenarnya apa yang harus dilakukan?

Bagi Anda yang mengalami masalah sama, jangan khawatir. Selama kita tidak mengganggu dan menyusahkan orang lain, jangan takut menegakkan idealisme tersebut. Kenapa harus memikirkan penilaian orang lain yang bahkan mungkin tidak mengerti alasan dari sikap idealis kita.

Jadi, Aku idealis. So what?!

Leave a comment

Filed under Princess Babble

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s