Ditindih Jin atau ….

Sahabat apa pernah mengalami sesuatu yang tidak beres saat bangun tidur seperti tidak bisa bergerak, merasa berat seperti ditekan atau ditindih sesuatu, merasa napas menjadi sesak, bahkan untuk mengeluarkan suara pun hanya seperti ikan yang megap-megap menyedihkan tanpa air. “Itu ditindih jin”, begitulah kepercayaan orang-orang zaman dahulu kala yang masih dipercayai masyarakat awam sampai sekarang.

Mama dan adik Rani mengaku pernah mengalami kejadian ini.  Alhamdulillah sampai detik ini Rani belum pernah merasa seperti ‘ditindih’, well mudah-mudahan jangan pernah.. Tapi kalau merasa seperti badan berat saat bangun tidur pernah juga beberapa kali tapi tak sampai tidak bisa digerakkan, karena masih bisa bergerak dengan bebas jika memang diinginkan. Tentu hal ini membuat rasa penasaran untuk mencari tahu lebih lanjut apakah ada alasan logis dan ilmiah untuk fenomena ‘ditindih jin’ ini.

Setelah sedikit kepo mengenai fenomena ini, akhirnya terbukalah jendela pengetahuan baru yang dapat menambah wawasan yang masih sempit. Ternyata ‘ditindih jin’ ini bukanlah hal yang terlalu mistis karena terjadi di berbagai belahan dunia bukan hanya di Indonesia dan mungkin terjadi pada siapa saja. Sebutan kerennya adalah Sleep Paralysis (lumpuh tidur).

Menurut medis, Sleep Paralysis [selanjutnya disebut SP aja] hampir dialami oleh semua orang paling tidak sekali dua kali dalam hidupnya, dengan usia rata-rata 14-17 tahun untuk pengalaman perdananya. SP bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Umumnya SP terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang, dan lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami kelelahan yang over atau yang kurang tidur. Mereka yang biasa minum obat pemenang juga memiliki kemungkinan lebih besar mengalami SP. Yang menarik, saat SP terjadi kita sering mengalami halusinasi yang berujung dikaitkan pada hal-hal mistis dan supranatural.

Untuk menambah pengetahuan aja, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, SP adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap REM (Rapid Eye Movement).

Kenapa disebut REM? Karena ketika kita masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan pendek dan mata kita bergerak dengan cepat. Dalam kondisi inilah mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi. (Rapid eye movement=Mata bergerak cepat)

Usaha untuk menelitinya telah berlangsung sejak tahun 1950an, namun baru benar-benar bisa dipahami ketika para peneliti mulai mengerti hubungan antara kondisi REM (Rapid eye movement) dengan mimpi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM). Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah SP terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi. Jadi sebenarnya fenomena ini ada penjelasan ilmiahnya.

Tapi di luar berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan, kita tidak bisa memungkiri bukan yang kasat mata saja yang memenuhi dunia ini, ada makhluk-makhluk tak kasat mata yang juga ikut menumpang di dunia. Maka bersyukurlah bagi kita yang masih memiliki Tuhan tempat kita berlindung, the guardian of His true believers. Jangan percaya dengan ‘kata orang’ yang bilang kalo ditindih itu buang ludah ke arah kiri atau apalah katanya, karena secara logika dan agama, itu tak ada kaitannya.

Bagi yang beragama Islam, Allah lah tempat kita berlindung. Makanya sebelum tidur jangan lupa baca do’a, baca juga 3 Qul (An-Naas, Al-Falaq, Al-Ikhlas), ayat kursi, lebih bagus lagi kalo kita bersuci dulu sebelum tidur (wudhu/mandi wajib kalo ada hadas besar). Terus jangan pernah ninggalin shalat, shalat itu buat hati tenang dan tentram, rajin-rajin juga baca Al-Qur’an, InsyaAllah akan menjadi pagar pelindung kita.

~

Just FYI :

Mitos SP di berbagai negara memiliki nama yang berbeda-beda pula.

  • Di budaya Indonesia disebut ditindih jin atau ada beberapa masyarakat yang mengenal dengan sebutan ‘rep-rep’.
  • Di budaya Afro-Amerika disebut the devil riding your back atau iblis yang menaiki punggung seseorang.
  • Di budaya China disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.
  • Di budaya Meksiko disebut se me subio el muerto atau kepercayaan adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
  • Di bidaya Kamboja, Laos dan Thailand disebut pee umm yang mengacu pada kejadian dimana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
  • Di budaya Islandia disebut mara yang artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.
  • Di budaya Tuki disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.
  • Di budaya Jepang disebutkanashibari yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.
  • Di budaya Vietnam disebut ma deyang artinya dikuasai setan atau lebih akrab disebut kesurupan.
  • Di budaya Hungaria disebutlidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir).
  • Di budaya Malta dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut.
  • Di budaya New Guinea disebutSuk Ninmyo yaitu pohon keramat yang memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari, namun seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun.

(reference)

Leave a comment

Filed under Interest

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s