TALKSHOW RADITYA DIKA : Jangan Hanya Jadi Penikmat, Tapi Jadilah Pencipta

Alhamdulillah, Sabtu 25 Oktober kemarin telah terselenggara Talk Show Raditya Dika yang bertemakan Creative Writing and Creative Speaking di Auditorium Universitas Andalas tercinta. Walaupun capek bingitz demi apapun tapi senang bertambah satu pengalaman berharga.

Rani keluar rumah dari jam 6 pagi dengan serba hitam-hitam kecuali jilbab warna biru menuju kampus tercinta di hari yang tanggalnya berwarna merah di kalender. Pagi itu ada kegiatan pembukaan UKS-UA yang wajib diikuti oleh peserta bbmknya dan masuklah Rani salah satunya. Acara yang enjoy bin nyebelin itu berakhir di pukul 13:45 WIHP (Waktu Indonesia Hp Rani). Enjoy karena memang acaranya senang-senang aja.. Nyebelin karena siapnya lama banget..

Jam 2 siang itu acara Raditya Dika dimulai, panitia seharusnya ngumpul jam setengah 9 pagi. Well, Rani termasuk salah satu OC (Organizing Committee) acara yang tersebut yang masuk ke audit barengan dengan peserta talkshow diakibatkan oleh acara yang enjoy bin nyebelin sebelumnya itu. Masuk ruangan langsung menempatkan diri di bagian komsumsi buat di bagiin ke peserta. Singkat cerita, peserta dah pada masuk dan duduk manis menunggu kak Dika, bintang utama talkshow ini untuk menampakkan batang hidungnya. Waktu kak Dika keluar dari ruang tunggu naik ke panggung, reaksi yang menurut Rani sedikit berlebihan terlihat dari daerah peserta. Mungkin ini karena Rani ga begitu ngefans banget juga dengan kak Dika, jadi ga bisa ngertiin gimana perasaan mereka yang bisa mellihat langsung sang idola berjalan beberapa meter dihadapan mereka.

Waktu talkshow berlangsung, kebanyakan sesi tanya jawab, penuh dengan humor ringan, antusiasme penonton yang ‘wow’ banget, serta para penanya yang mayoritas ngomong pake lo-gue dengan logat minangnya sedikit menggelitik telinga, Rani pun ikut menjadi pendengar yang baik di barisan depan bersama panitia lainnya.

Talkshow selesai sampai jam 4 sore, sempat kecewa karena panitia ga sempat foto bareng narasumber, kak Dika langsung capcuss ke bandara entah apa sebabnya kurang ngerti juga. Peserta bubar, bagiin sertifikat, ada yang masih foto-foto dengan poster besar yang terpampang di panggung auditorium, dan bersih-bersih audit sampai sebatas ‘cukup rapi’, dan terakhir evaluasi jalannya acara.

Pulang sudah malam, selesai briefing dengan ketua penyelenggara, langit menitikkan tetes-tetes hujannya menyejukkan malam yang sudah sejuk. Badan rasa remuk redam ga ada makan nasi sebutir pun dari pagi, cuma berbagai macam roti dan kue yang menjadi pengganjal perut. Memang capek banget hari ini, tapi pengalaman yang di dapat tak ternilai harganya. Dapat banyak teman baru, makin lihai lagi secara pribadi untuk ikut serta menjadi panitia suatu acara, dapat juga motivasi baru dari talkshownya yang penuh humor tapi tetap ada isinya.

Yang paling berkesan buat Rani itu waktu kak Dika bilang, “Kalau lo menyukai karya seseorang, cobalah jadikan itu motivasi untuk membuat karya sendiri. Jangan hanya jadi penikmat karya orang, tapi jadilah pencipta karya untuk dinikmati orang” (kurang lebih seperti itulah isinya). Itu memang benar.. Menikmati karya orang lain memang menyenangkan, tapi jauh lebih menyenangkan melihat orang lain menikmati karya kita, apalagi sampai termotivasi karena itu. Kepuasannya itu disinih !! :3

Tiket hangus, sayang sekali. ckckck

Tiket hangus, sayang sekali. ckckck

photo0609

Leave a comment

Filed under Interest

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s