UKS oh UKS

Memvisualisasikan apa yang ada di dalam pikiran ke selembar kertas adalah hobi Rani sejak lama. Mulai dari bermain pensil sampai bermain kuas terlepas apakah hasilnya memuaskan atau akan berakhir di tempat sampah. Melihat bakat yang belum terlalu tersalurkan ini, mama Rani tercinta pernah mau masukin Rani ke sanggar, tapi entah mengapa waktu itu nggak jadi. Maka dengan cara otodidak Rani mengembangkan kemampuan yang ala kadarnya ini.

Waktu lagi hunting stampel #ups mengunjungi UKM-UKM di Unand, tempat pertama yang Rani datangi adalah UKS alias Unit Kegiatan Seni. Di pintu masuknya itu sudah terpajang berbagai karya yang cukup memesona. Setelah ngobrol-ngobrol dengan kakak UKS, keinginan untuk bergabung tumbuh dan berkembang dalam hati. Mungkin Rani bisa menyalurkan hobi Rani disini. Namun setelah pergi ke UKM-UKM lain, ada juga yang menarik hati dan gagal untuk diabaikan. Rani juga tertarik dengan jurnalis. Menulis juga salah satu cara memvisualisasikan apa yang ada dalam pikiran, bedanya lewat tulisan. Duh, sempat galau juga, karena Rani merasa ga mampu untuk ikut di keduanya, tapi juga bingung untuk memilih salah satu.

Setelah memutuskan untuk membiarkan waktu saja yang memutuskan, serta mulai disibukkan oleh kegiatan perkuliahan yang sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, Rani mulai melupakan kegalauan yang sebenarnya kurang penting tadi. Lalu kemarin pas lagi jalan lewat PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa), Rani jadi galau lagi.. Melihat pameran dari UKS yang sangat membius pelintas jalan hingga tak kuasa menahan keinginan berhenti sejenak dan menjadi penikmat seni. Wah, jemari ini tak henti-hentinya mengelus permukaan kanvas yang telah tertuup oleh warna-warna yang terpadu indah.

Ini kiriman dari new mate Rani, cuma beberapa aja sih, soalnya malu mau foto-foto katanya. Orang rame dan ga ada satupun yang foto-foto, cuma kami (secara teknis, cuma teman Rani). Haha. Masih banyak lagi sebenarnya, kalau mau lihat, datang ada ke PKM Unand.

3307 3308 3309 338020140925_153646

Mungkin di lain kesempatan Rani bisa mendokumentasikan lebih banyak lagi untuk menunjukkan karya-karya pencipta seni UKS Unand. Seperti motto yang Rani kutip dari blog UKS sendiri,

“karena karya, kami ada..”

Mungkin itulah semboyan yang paling cocok bagi semua insan seni yang berada dibelahan dunia mana saja. Karena tanpa karya dalam berkesenian sama saja tidak melakukan aktifitas seni itu sendiri.

Hasrat ini ingin sekali ikut bergabung dan ikut serta dalam menciptakan karya, tapi masih ada sesuatu yang mengganjal yang sulit untuk dihilangkan. Menjadi penikmat seni itu memang asyik, tapi Rani yakin menjadi pencipta seni itu lebih mengasyikkan. Saat dimana karya yang berawal dari kanvas/kertas kosong menjadi penuh dengan coretan yang estetik dan dihargai oleh para penikmat seni, momen yang sangat indah. Tapi keinginan Rani sudah terbagi, hati telah mendua. Ada UKM lain yang Rani incar juga. UKS oh UKS, apa yang harus Rani lakukan…..

Leave a comment

Filed under Interest, Princess Babble

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s