Habis Sahur Boleh Tidur ?

Alhamdulillah, sudah hari ke sebelas kita berpuasa, semoga kita dapat menikmati indahnya bulan Ramadhan sampai ke penghujung bulan. Aktivitas puasa Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari yang namanya sahur dan berbuka. Biasanya karena pola makan yang berubah menyebabkan tubuh cepat lelah, apalagi kalau kurang tidur waktu malamnya jadi lepas sahur dihantam tidur sampai menjelang aktivitas pagi. Umumnya orang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk jatuh tidur selama bulan Ramadhan sehingga akan mengurangi lama tidur secara keseluruhan. Seperti itulah fenomena yang terjadi di rumah Rani. Malam tidur jam 11 paling cepat, bangun sahur jam 4 paling lambat, siap shalat subuh tidur sampai pagi (walaupun tidak selalu seperti ini).

https://i1.wp.com/images.seroundtable.com/google-panda-onigiri-1332330774.jpg

Nah, waktu Rani main-main di facebook ngeliat postingan-postingan yang di share teman yang sebagian besar berbau kampanye capres cawapres, Rani ada baca artikel tentang larangan langsung tidur selepas sahur. What?! Kalau ada kata larangan pasti ada akibat yang tidak diinginkan bila dilakukan kan ? Jadilah Rani googling untuk nambah-nambah pengetahuan.

Umumnya orang memerlukan waktu tidur selama 4 – 11 jam setiap hari, tergantung pada kebiasaan dan karakteristik genetiknya. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Turki, 75 persen orang tidur selama 7 – 8 jam sehari. Namun ketika puasa Ramadhan, lama waktu tidur ini harus terputus oleh makan sahur. Karena dilakukan saat tidur sedang nyenyak-nyenyaknya, tak jarang orang kembali tidur sehabis bersantap sahur.

Menanggapi hal ini, dr Andreas Prasadja RPSGT mengatakan demi mencukupi kebutuhan tidur, dibolehkan sesudah sahur untuk tidur tetapi dengan catatan posisi kepala harus lebih tinggi, seperti orang setengah duduk. Sebab, seringkali terjadi ketika seseorang tidur sesudah makan sahur, ia akan muntah.

Dijelaskan dr Ade, saat mendengkur saluran napas tersumbat sedangkan paru-paru terus mengambil udara. Tetapi, karena tidak ada udara yang masuk, justru makanan di saluran cerna akan naik sehingga bisa menyebabkan muntah.

Sementara itu, jika waktu tidur dirasa sudah cukup, ahli gizi Rita Ramayulis DCN, MKes, menyarankan untuk tidak tidur setelah sahur. Sebab, dikatakan Rita sesudah sahur lambung dalam keadaan penuh sehingga aliran darah yang berisi oksigen dan sari makanan akan menuju ke sekitar lambung.

Saat aliran darah terpusat di lambung, otomatis aliran darah ke otak, sel di tangan, kaki, dan bagian tubuh lain pun menurun. Akibatnya, aliran darah tidak terdistribusi dengan baik. Bukannya tubuh kekurangan oksigen, tetapi karena tidak ada yang mengantarkan oksigen dan sari makanan ke organ yang lain.

“Saat tidur kerja organ basal kita menurun sehingga makanan tidak dicerna secara maksimal, enzim tidak bekerja maksimal, aliran darah berpusat di lambung. Nanti saat bangun tubuh bisa dua kali lipat lemasnya,” terang Rita.

“Tapi kalau habis sahur kita bergerak, aliran darah kencang dan dia dengan cepat terdistribusi dari lambung kembali ke otak lagi sehingga kita lebih bugar. Kalau mau manfaatkan waktu istirahat bekerja untuk tidur siang,” pungkasnya.

Efek negatif lainnya yang dapat timbul baik yang dapat dirasakan langsung ataupun jangka panjang pada mereka yang seringkali melakukan kebiasan tidur setelah sahur diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Penimbunan lemak

Bagi seseorang yang berpotensi atau memiliki riwayat keturunan keluarga gemuk, kebiasaan tidur setelah makan sahur dapat makin meningkatkan resiko mengalami kegemukkan sebesar 2 x lipat.  Hal ini disebabkan karena saat kita tidur otomatis tubuh hanya membutuhkan sedikit energi sehingga makanan tidak akan dicerna menjadi kebutuhan energi dan sari-sari makanan yang diperlukan oleh tubuh melainkan lebih banyak akan ditimbun menjadi lemak sehingga berisiko mengalami obesitas/kegemukan.

2. Peningkatan Asam Lambung

Terutama bagi anda yang memiliki riwayat sakit maag, sebaiknya anda mulai berpikir untuk menghindari kebiasaan tidur setelah sahur.  Karena kondisi ini dapat memicu meningkatnya kadar asam lambung anda sehingga menyebabkan sakit maag anda kambuh yang pada akhirnya menyebabkan sensasi nyeri disekitar ulu hati hingga dapat menyebabkan sensai rasa panas/terbakar di dada.

3. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) / Refluks Asam

Refluks asam terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak menutup sepanjang jalan. Hal ini dapat menyebabkan makanan yang  belum sempurna dicerna dapat berbalik dari lambung ke kerongkongan hal ini dipengaruhi juga oleh pengaruh gravitasi saat kita tidur. Jika terjadi refluks maka asam lambung akan naik dan dapat melukai kerongkongan, dan jika sampai melukai bagian kerongkongan tersebut maka dapat menimbulkan rasa terbakar dan mulut akan terasa pahit yang  membuat rasa tidak nyaman selama kita berpuasa.

4. Ganggan Saluran pencernaan

Tidak hanya gangguan pada lambung, namun tidur setelah sahur juga dapat mempengaruhi kesehatan saluran pencernaan kita yang lain. Normalnya pengosongan lambung manusia berlangsung sekitar dua jam setelah makan, tapi jika kita tidur dalam posisi berbaring setelah makan hal ini akan menggangu proses pengosongan lambung tersebut.  Jika hal ini terus menerus terjadi maka gangguan pencernaan seperti diare ataupun  sembelit dapat terjadi tergantung bahan makanan apa yang masuk ke dalam perut kita.

Orang yang mengkonsumsi banyak teh dan kopi ketika berbuka puasa dan sahur dengan harapan akan merasa energik sepanjang hari justru akan sering merasa lekas marah dan cemas. Jadi bila Anda pecinta kopi atau teh, akan lebih bijak jika Anda meminimalisir konsumsi minuman tersebut.

Nah, terus gimana kalau kita ngantuk banget sampai rasanya kelopak mata itu berat banget dan butuh tenaga ekstra untuk membukanya? Bila Anda merasa sangat mengantuk, Dr Ari merekomendasikan beberapa cara sehat tidur usai sahur, yaitu:

1. Tidur 1-2 jam setelah makan
“Bila sahur jam 3-an, terus jangan langsung tidur. Kan bisa menunggu sampai adzan subuh, sekitar jam 5. Setelah itu Anda baru bisa tidur,” jelas Dr Ari. Nah kalau sahur jam 4-an, lebih baik tidak usah tidur lagi, yang penting ada kemauan untuk bergerak maka kita akan merasa lebih segar. Kalau tetap mau tidur, jangan bangun telat dong..

2. Tidur dengan bantal ditinggikan
Bila Anda tidur tanpa bantal, maka dikhawatirkan ada gaya gravitasi yang membuat makanan dari lambung berbalik arah ke kerongkongan. Jadi lebih baik kalau mau tidur lagi bantalnya ditinggikan. Bahkan kalau Anda sangat mengantuk, Anda dapat tidur dengan setengah duduk (tidak berbaring) agar makanan tidak naik ke kerongkongan.

3. Tidak makan makanan yang sulit dicerna, seperti makanan berlemak.
Hal ini akan mempermudah lambung dalam proses mencerna makanan yang kita makan saat sahur.

Perlu diketahui juga bahwa ternyata panutan kita Nabi Muhammad SAW sendiri juga mencontohkan hal serupa bagi umatnya.  Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah makan, namun beliau lebih banyak untuk beraktivitas seperti berdizikir sekaligus menunggu aktivitas sholat subuh. Rasulullah SAW bersabda, “Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras. “(HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a.)

Itu dia beberapa efek negative yang dapat ditimbulkan bila kita langsung tidur selepas sahur. Semoga kita dapat menjadi lebih bijaksana dalam memilih gaya hidup, karena terkadang effeknya itu tidak terasa langsung, namun untuk jangka panjang. Ingat, penyesalan itu suka datang belakangan.

Akhir kata, selamat menjalankan ibadah puasa~🙂

(referensi)

Leave a comment

Filed under Interest, ISLAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s