Watch Out ! “BABI” Inside !

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. …..” (Al-Maidah : 3)

Dari ayat di atas yang diketahui sebagai ayat terakhir yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah SAW, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa babi adalah salah satu hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi dalam Islam. Bahkan bukan hanya Islam, tapi bangsa Yahudi dan beberapa Kristiani pun juga mengharamkan umatnya mengkonsumsi hewan yang identik dengan warna pink ini. Rani akan menyajikan sebagian notes yang Rani ambil dari facebook.

Seorang tukang masak yang tertarik pada Islam mengatakan:
Saya percaya Islam agama yang benar, karena profesi saya sebagai salah satu Chef di Restaurant Halal (di negeri dimana Islam adalah minoritas).
Islam mengatur bahwa bangkai tidak boleh dimakan, dan ini bagus karena menjaga kita dari daging busuk yang pasti tidak baik untuk kita, dari baunya saja sudah tidak enak. Sehingga Islam menjaga agar makanan yang kita makan tetap sehat, fresh, segar, baik untuk tubuh.
Disamping itu hewan yang tidak disembelih pun tidak boleh dimakan oleh Muslim, seperti disini (negeri komunis) tidak ada cara menyembelih ayam, yang ada ayam langsung dicacah, dipotong bagian tubuhnya tanpa disembelih, dan ini berakibat darahnya masih terdapat pada daging ayam itu.
Darah ini tidak baik kita makan karena banyak mengandung kuman, bakteri dan tak jarang virus yang tidak baik bagi kesehatan manusia. Dalam Islam mewajibkan disembelih hingga darah habis. Dan negara ini jarang yang mempunyai agama, saya sendiri sementara ini beragama katholik, tapi tidak ada aturan dalam katholik bagaimana cara memotong hewan, aturan itu cuma ada dalam Islam. Dan saya ingin menjadi Muslim.
Demikian juga BABI, mengapa diharamkan? karena sudah terbukti banyak sekali penyakit mematikan dari Babi, atau minimal penyakit yang bersarang di dalam tubuh manusia secara tetap.
Banyak wabah penyakit mematikan jutaan orang berasal dari babi, dari masa ke masa selalu ada wabah dari penyakit babi, contohnya saja wabah terakhir adalah FLU BURUNG dan juga FLU BABI.
Islam mengatur halal karena baik & bermanfaat bagi manusia, sedang yang haram adalah buruk bagi manusia. Hanya Islam yang baik untuk manusia, memanusiakan manusia.

Lalu bagaimana cara kita untuk menghindari makanan yang mengandung hewan ini?

“Mengandung babi”

Kata itulah yang biasanya ditempel di rak makanan mall-mall yang mengandung babi. Oke, kita masih di Indonesia yang mayoritas Islam dan masih mudah untuk mencari makanan yang halal. Tapi andaikata nanti, suatu hari nanti, kita akan berlibur atau bahkan tinggal di luar negeri, seperti negara pada cerita di atas yang tentu saja tidak ikut mengharamkan babi, bagaimana cara kita mencari makanan yang halal khususnya bebas dari babi? Kita tidak akan menemukan tulisan “Wath Out! BABI Inside” kan?🙂

Untuk sekedar mengingatkan saja kalau lupa, kita bisa menyeleksi bahan suatu produk dari daftar ingredients nya. Atau kalo terang-terangan bisa dilihat dari kemasannya apakah ada tulisan yang mengarah ke babi atau bisa juga dari gambar yang menghiasinya. Nah, masalahnya, ternyata ada banyak istilah yang berkaitan dengan babi, bukan hanya pig atau pork yang sudah akrab dikenal. Wah, kalo gitu bahaya kalo kita tidak berbekal pengetahuan ringan tapi bermanfaat ini! (Thanks to Berita Islami Masa Kini – TransTV)

Berikut antara istilah sains yang digunakan dalam produk yang mengandungi unsur babi:

  1. Pig : Istilah umum untuk seekor babi atau sebenarnya bermaksud babi muda, berat kurang daripada 50 kg.
  2. Pork: Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.
  3. Hog: Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg.
  4. Swine: Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kumpulan spesis babi.
  5. Boar: Babi liar.
  6. Lard: Lemak babi yang digunakan bagi membuat minyak masak dan sabun.
  7. Bacon: Daging hewan yang disalai, termasuk babi.
  8. Ham: Daging pada bagian paha babi.
  9. Sow: Istilah untuk babi betina dewasa (jarang digunakan).
  10. Sow Milk: Susu babi.
  11. Porcine: Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal daripada babi. Porcine sering digunakan di dalam bidang kesehatan (obat) untuk menyatakan sumber yang berasal daripada babi.

Nah, itu sih baru istilahnya itu, bahasa orang awam. Kalo bahasa orang produksi itu biasanya pake code gitu. Kan udah banyak juga orang-orang baik hati yang selalu berbagi dan memperingati saudara-saudaranya di seluruh dunia tentang E-CODES yang menyatakan produk mengandung lemak babi. Rani kurang mengerti sih, tapi ini dia daftarnya…

E120, E140, E141, E153, E325, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635.

Dan katanya sih kode E lainnya halal. Wallahu’alam bish shawab~ Kalau penasaran mengenai code E ini dan mau tau lebih lanjut, boleh kesini.

Kalo keluarga Rani sih biasanya kalo produk yang ga ada label halalnya, yaudah tinggalin aja. Cari aja produk lain yang lebih aman dan terpercaya. Tapi kalau memang semua produk ga ada label halalnya, mungkin pengetahuan ringan ini akan menemukan tempatnya.🙂

Semoga bermanfaat~

Leave a comment

Filed under Interest, ISLAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s