Es Dari Air Masak Lebih Baik :)

Hampir setahun ga nulis nih di blog, semoga masih ada yang setia update blog luar biasa ini :’)

Rani mau nge-share masalah es batu yang sering menjadi perang dingin di rumah rani nih. Perang dingin? Haha, maksudnya perang buat es batu di kulkas.. Rani paling ga bisa buat es batu berbahan baku air keran. Pasti selalu air minum. Gimana ya, nanti kalo esnya dipake untuk minuman, sama aja dengan kita minum air keran dong?

Well, memangnya kenapa sih dengan air keran? Selain rasanya yang tidak bisa menandingi air minum, mengkonsumsi air yang tidak di masak memberi resiko kepada konsumen untuk terkena infeksi bakteri E-Coli yang berbahaya. Kalau air kerannya sudah dimasak gimana? Yah, walaupun rasanya tetap lebih enak yang dari air minum, tapi okelah. Lebih baik daripada yang mentah. Kembali lagi ke diri masing-masing sih, seberapa besar nyali kita ambil resiko.

Nah, untuk orang-orang yang yang seperti Rani, yang lebih suka es dari air minum (air masak) dari air keran (air mentah), ternyata ada cara untuk membedakan kedua jenis es tersebut! Selama ini Rani membedakannya setelah diminum baru bisa dibedakan. Tapi ternyata kita bisa membedakannya hanya dari tampilannya saja asal kita memperhatikannya dengan baik.

Kalau es batu yang dari air masak seperti air minum, warnanya lebih jernih dan bening, karena udara sudah lepas ketika proses pemasakan air dan terlihat jernih tanpa kotoran karena sebelum dijadikan es, kotoran-kotoran air akan mengendap saat pendinginan air (jika air dimasak, kalo air minum kan udah diendapkan jauh-jauh sebelum digalon-galonin). Lalu karena kandungan udara dalam air masak lebih sedikit, maka sedikit jugalah gelembung udara yang terperangkap dalam es batu. Kalau bahasa kulinernya itu terlihat lebih lezat. Haha.. Es kristal yang biasanya ada di kantin-kantin sekolah atau tempat-tempat makan itu merupakan salah satu perwujudan dari es ini.

Sedangkan kalau es batu yang dari air mentah seperti air keran rumah kita itu, warnanya keruh atau bahkan putih, ini disebabkan udara yang terperangkap dalam air berjumlah banyak sehingga saat membeku akan memutih. Makin banyak udaranya makin putih esnya sampai warnanya seputih salju. Jumlah gelembung udaranya pun besar karena udara yang terperangkap banyak. Kalau es ini contohnya itu es-es balok atau es bungkusan plastik yang biasanya untuk mendinginkan daging atau ikan di pasar-pasar itu lho..

Ada penelitian di Florida selatan yang membandingkan es batu dari air mentah dengan air toilet, hasilnya es batu mengandung 70% lebih banyak kuman daripada air toilet . Tentu tidak ada beda nya dengan di Indonesia, yang notabenenya es batu dibuat dari air mentah. Ada juga katanya di Jakarta yang pabrik es batunya di dekat kali Ciliwung, memakai air mentah dari sungai dan dicampur dengan pemutih. Bayangin aja kalo kita gunakan es yang seperti itu untuk dikonsumsi.

Coba berikan nama orang normal di bumi ini yang ga suka es batu? Berani jamin ga akan ada yang mau ngaku apalagi kalo cuaca lagi panas-panasnya disaat kerongkongan ingin dimanjakan dengan segala macam hidangan sejuk seperti teh obeng, es kelapa, es sirup, air buah, softdrink dingin, bahkan air putih biasa yang dikasi es pun pasti ga bakal ditolak! Bahkan tidak sedikit orang yang memiliki kebiasaan mengunyah es batu. Nah, dengan mengetahui bahwa ada esbatu yang lebih baik, apa masih mau mengkonsumsi es yang ‘kurang’ baik? Paling nggk, kalo bikin es batu di rumah, udah tau dong harus pake air apa? Hehehe

~

2 Comments

Filed under Interest, Princess Babble

2 responses to “Es Dari Air Masak Lebih Baik :)

  1. garcyber

    Menarik dan bermanfaat banget!!
    Jarang-jarang ada yang bahas es batu, hehe.
    Makasih tulisannya, Rani…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s