Wajib Ga Sih Qunut?

Assalamu’alaikum wr.wb

Lama vakum dari dunia blog, sampai berjumpa dengan bulan suci Ramadhan, bahkan sudah mendekati penghujungnya. Wah, rasanya kangen banget ngetik-ngetik keyboard tapi bukan ngerjain tugas sekolah. Hihihi, liburan memang saat yang paling sempurna untuk blogging.

Kali ini Rani mau ngepost masalah qunut. Rani yakin semua muslim yang sudah cukup umur pasti tahu apa yang dimaksud dengan qunut. Kalau lupa, itu lho, do’a yang biasa dibaca waktu shalat subuh saat kita lagi i’tidal. Yaa, kalau kita shalat berjamaah di masjid biasanya imam membaca do’a qunut. Tapi kalau shalat sendiri (munfarid) gimana? Wajib baca juga ga?

Nah, masalah doa qunut subuh ini ternyata telah menjadi perbedaan pendapat sejak lama. Diantara para ulama ada yang mengatakannya bid’ah dan tidak disyari’atkan, ini adalah pendapat madzhab Imam Hambali dan madzhab Imam Hanafi. Selain itu ada juga yang mengatakannya sunnah mu’akkadah, ini adalah pendapat madzhab Imam Malik dan madzhab Imam Syafi’i. Para imam besar saja berbeda pendapat gitu, bagaimanalah kita yang orang awam dengan ilmu agama masih setetes empun di pagi buta bisa memberikan jawaban pasti? Tapi yang jelas ya hukum qunut dalam shalat itu bukan wajib.

Kalau Rani pribadi, waktu shalat sendiri di rumah, jujur Rani ga pakai qunut, langsung sujud aja abis baca do’a i’tidal. Tapi kalo shalat ke masjid otomatis pake, soalnya imamnya kan pake, dan sebagai makmum harus mengikuti imam kan? Kita tidak boleh saling menyalahkan. Menjaga ukhuwah serta persatuan harus lebih diutamakan dibanding dengan mempertahankan sesuatu yang masih dalam perbedaan pandangan ulama, yang tentunya mereka juga tidak sembarang dalam mengambil dalil yang mereka jadikan argumentasi dalam berijtihad.

Ada sebuah cerita tentang qunut ini.
Suatu hari Imam Syafi’i pernah shalat subuh tidak jauh dari makam Imam Abu Hanafi, namun beliau tidak berqunut, padahal beliau berpendapat bahwa qunut subuh hukumnya sunnah mu’akkadah. Saat ditanya kenapa beliau tidak membaca qunut, beliau menjawab: “Apakah aku menyalahinya (berbeda pendapat) sedang aku berada di hadapannya (di dekat makamnya)?”.

Dari cerita ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kita harus beradaptasi kepada lingkungan dimana kita berada. Kalau kita shalat berjamaah dan imamnya pakai qunut ya ikutin aja, kalo imamnya ga pakai qunut ya jangan maksa. Kalau shalat sendirian, itu ya terserah sampean, kalau ga mau pakai gapapa, mau pakai ya silahkan, tergantung madzhab mana yang diikuti.🙂

(referensi)

~

Bagi teman-teman yang punya niat mau menghapal do’a qunut, maupun ingin mengetahui terjemahannya, boleh berkunjung ke sini.  :)

Salam hangat dari Batam~
Wassalamu’alaikum wr.wb

4 Comments

Filed under ISLAM

4 responses to “Wajib Ga Sih Qunut?

  1. heru

    trimakasih ya informasine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s