Jangan Tidur dengan Lampu Terang

Sudah 3 bulanan Rani ga update postingan. Jujur, kangen sih ngetik-ngetik, tapi ga ada waktu nih. huft~ *sok sibuk

Sahabat blogger semuanya, jadi kali ini Rani mau nge-share mengenai kebiasaan ‘manusia’ untuk tidur. Kita semua tau dan ga bisa menyangkal kalo tidur itu merupakan kebutuhan alami manusia. Dengan tidur yang baik, metabolisme tubuh dapat ditata kembali. Dengan tidur, kita juga memiliki kesempatan untuk melakukan regenerasi/mengganti sel-sel tubuh yang mati.

Nah, pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana sih cara tidur yang baik itu?

Ternyata, salah satu caranya adalah dengan memadamkan lampu di waktu tidur normal (dari jam 9 malam hingga 8 pagi). Tujuannya adalah untuk mendapatkan hormon melatonin secara maksimal. Apa itu hormon melatonin? Inilah kalo anak IPA, ngomongnya hormon-hormon. hahaha

Hormon melatonin itu adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal didalam otak yang pembentukannya dipicu oleh gelap dan berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur. Semakin menurun hormon ini, maka kualitas tidurpun akan menurun dan berefek pada kesulitan tidur alias insomnia. Oke, kalo mau tau lebih lanjut, bisa nanya sama mbah gugel aja. hehe
Jadi intinya adalah, sebaiknya kalau tidur itu lampu dimatikan agar bisa memaksimalkan produksi melatonin.

Memang, ada sebagian orang yang merasa tidak nyaman, atau bahkan tidak dapat tidur pada kondisi gelap. Namun jika melihat manfaat atau dampaknya, hal ini perlu diperhatikan juga. Tidak harus gelap total, mungkin bisa diakali dengan tidak tidur di bawah pencahayaan langsung (dari lampu kamar), terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Karena kurang tidur itu nggk baik kan?

Nah, terus ternyata mereka yang tidur dengan lampu menyala itu akan merasa lebih tegang (stress) dari mereka yang tidur dengan lampu padam. Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik atau menonton televisi sampai tertidur. Nah, kok bisa bikin lebih tegang sih? Ada penjelasannya nih sahabat blogger..

Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh. Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalami penurunan.

Namun apabila kita tidur sambil mendengarkan musik, televisi dalam keadaan hidup, atau lampu ruangan sedang menyala terang, maka gelombang suara atau cahaya yang dipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita.
Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata. Gelombang-gelombang tersebut akan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk.

Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam, berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut. Maka dari itu, pada saat bangun jadi merasa lebih tegang.

Baiklah sahabat blogger, kalau udah tau gini, jangan biarkan otak kita kelelahan karena harus tetap bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak kita udah diperas oleh kegiatan rutin kita. Apalagi untuk pelajar yang hari-hari berkutat dengan pelajaran sekolah, nanti kalau hasil belajar kita ga maksimal kan sedih juga..

Leave a comment

Filed under remaja, Sekedar Tahu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s