My Sweet Moments With Oma

Assalamu’alaikum sobat Rani..

Postingan ini masi berkaitan dengan postingan sebelumnya. Cuma bedanya, kali ini Rani bukan mau curhat lagi, melainkan mau menceritakan My Sweeat Moments with Oma. ♥

Selamat Nyimak !!😀

~

Kalau mau disebutin satu-satu, terlalu banyak sobat ! Terlalu banyak kenangan indah bersama Oma Rani. Tak akan selesai-selesai nanti Rani ngetik untuk menjabarkannya. Karena yah, Rani memang bisa dikatakan cucu yang terdekat dengan Oma.

Dari Rani kecil, dari bayi malah, Rani tu tinggal sama Oma. Bahkan bisa dibilang Rani lebih dekat dengan Oma daripada Mama Rani sendiri. Mama sering pergi ke Singapura, kerja tentu saja, Abah pun. Jadi ya Rani sama Oma lah di Tanjung Pinang. Apalagi Rani cucu perempuan pertama Oma. Banyak kenangan indah dan manis. Walau jujur Rani ga ingat, tapi kan diceritain..

TK, Rani sekolah di Batam. Oma tetap di Tanjung Pinang. Tapi sering ke Batam juga. Kalau liburan pun Rani sering ke Tanjung Pinang. Pokoknya, kalo oma ke Batam ataupun Rani ke Tanjung Pinang, pasti Rani selalu tidur bareng Oma. Sebelum tidur, Oma selalu menceritakan dongeng pengantar tidur. Walau kadang cerita yang sama diulang lagi, tapi Rani tetep seneng mendengar cerita Oma.

Sampai ke SD, ntah kelas berapa, bahkan Rani udah punya 2 orang adik, Oma masih saja mendongeng sebelum tidur buat Rani. Oma juga suka ber-eksperimen dengan rambut Rani. Kalo ada Oma, setiap hari itu rasanya Rani menjadi model cilik. Ntah diapa-apain aja rambut Rani dengan Oma. Kalo mau pergi sekolah, Oma lah yang selalu menguncir rambut Rani. Hari ini kepang dua ya Oma.. Hari ini ikat ekor kuda ya omaa.. Rani masih mengingat masa-masa itu. :’)

Karena mama kerja siang hari, jadi kalo siang Rani sering sama Oma. Bantuin oma masak, cerita-cerita waktu mama masih kecil dulu, bercanda-canda, dan juga membicarakan tentang harapan-harapan Oma. Oma is the best grandma in the world lah pokoknya !

Oma🙂

Jangan salah, Oma Rani itu hebat lho, walau usianya sudah tergolong tua, tapi otaknya tetep briliant ! Kadang kalo Rani ada PR yang susah, Rani tanya ke Oma. Dan ga jarang Oma selalu memberi jawaban yang tepat. Kalo Oma lagi di Tanjung Pinang, pasti Rani telefon. Oma juga ga pernah ngeluh Rani tanyain tentang pelajaran Rani. Malahan Oma selalu motivasi Rani. Rani sayaang banget deh pokoknya dengan Oma. Kalo Rani dapet nilai bagus, pasti Oma selalu Rani kasi tau. Pokoknya pasti ngasi laporan ke Oma tiap pulang sekolah.

Lalu sampai Rani kelas 6 SD, semester 1, Rani pernah diberi kesempatan oleh ALLAH untuk menjuarai sebuah olimpiade matematika tingkat provinsi. Rani seneeng banget waktu itu. kenapa? Karena Rani melihat senyum bangga di wajah Oma. Oma waktu itu bilang ke Rani, “Merinding Oma dengernya pertama. Ini dia cucu kesayangan Oma..”

Rani kalo ingat itu, selalu mau nangis rasanya.

Rani belajar yang rajin ya sayang, tetap jadi anak yang membanggakan.. Oma bangga dengan Rani. Ah, cucu Oma ini memanglah, bangga Oma dibuatnya.

Itu adalah sebuah kata-kata yang benar-benar membawa pengaruh besar bagiku. Kata-kata yang selalu kuingat ketika kemalasan melandaku, senyuman tulus Oma dengan nada bangga yang terselip di getaran suaranya. Sungguh, Oma.. Rani akan tetap berusaha menjadi anak yang membanggakan. Rani ga akan membuat Oma kecewa. Itu lah bathinku berkata.

Lalu pada saat menjelang UASBN, Oma sakit. Suaranya hilang. Tubuhnya lemas. Rani jadi khawatir, tapi Oma bilang Rani ga usah khawatir. Oma pasti sembuh. Rani belajar aja untuk UASBN Rani.. Sekali lagi aku bertekad, akan menghadiahi Oma prestasiku yang terbaik.

Singkat cerita, dihari Rani akan meghadapi UASBN, tepat pada saat pergantian harinya, abah membangunkan Rani. Abah bilang, abah mendapat telefon kalau Oma sudah meninggal.

Aku bergeming.

Aku pasti bermimpi.

Lalu Rani kembali tidur tanpa komentar apa-apa. Abahpun membiarkan Rani begitu saja. Saat itu Rani yakin, ketika Rani terbangun, semuanya akan baik saja.

Tapi.. Alih-alih tidur, air mata malah tidak dapat Rani tahan keluar dari mata Rani. Rani menangis dalam sunyi. Sungguh, Rani masih mengingat saat itu.

Paginya, Rani bersiap pergi, tapi bukan ke sekolah, ke Tanjung Pinang. Rani tidak akan menyia-nyiakan kesempatan terakhir melihat wajah yang penuh kasih itu. Ujian di hari pertama pun Rani tinggalkan.

Mungkin cerita terakhir ini kurang pas ya dengan judul postingannya. Tapi ketika kejadian itu, semua kenangan indah Rani dengan Oma bagai berlarian di pikiran Rani yang bisa dikatakan galau. Antara terima dan tak terima. Tapi Rani harus terima tentu saja. ALLAH sayang dengan Oma, maka itu ALLAH memanggil Oma. Rani percaya itu.

Sampai sekarang, dengan melihat-lihat foto-foto kenangan oma, dan benda-benda yang berhubungan dengan Oma, serta kejadian-kejadian yang mengingatkan Rani dengan Oma, semuanya dapat membuat Rani tersenyum. Tak jarang keharuan merasuki Rani. Atau ketika malam hari ketika tiba-tiba Rani teringat Oma, tidur Rani diantar oleh air mata yang meleleh diatas bantal. Yah, basah deh bantalnya😀

Ini beberapa diantaranya ,

Ntah ini waktu Rani umur berapa. Lupa

Tahun baru bersama Oma

Tapi ya begitulah.

My sweet moments with Oma, I will keep them in my mind, forever.

Foto Rani ama Oma waktu Rani kelas 6 SD

Wassalam~

Leave a comment

Filed under Princess Babble

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s