InsyaALLAH vs InshaALLAH

Assalamu’alaikum sobat Rani semua..

Pernah ga sobat semua bertanya-tanya, yang mana sih yang bener, InsyaALLAH atau InshaALLAH ?

Mari kita lihat tulisan aslinya (Arab) bersama-sama.

Nah, kira-kira yang mana yang betul? InsyaALLAH ? atau InshaALLAH ?

Sobat tau ga lagunya om Maher, yang judulnya InsyaALLAH? Kan disitu dibikin judulnya bukan InsyaALLAH, melainkan InshaALLAH. Nah, Abah Rani protes tuh. Kok Insha, kan Insya..

Jujur, awalnya Rani juga berpikiran sama. Tapi ternyata eh ternyata…

Rani mulai memperhatikan ejaan-ejaan huruf hijaiyah dalam terminology arabic yang ditulis dalam bahasa inggris dan bahasa indonesia.
Kira-kira inilah yang Rani dapatkan :

Ejaan dlm bahasa indonesia
Alif – Ba -Ta- Tsa – Jim – cha – Kho – Dal – Dzal – Ro – Za
Sin – Syin – Shot – Dlo – Tho – Dho – ‘Ain – Ghoin
Fa – Qof – Kaf – Lam – Mim – Nun – Ha – Waw –  Ya

Ejaan dalam bahasa inggris
Alif – Ba -Ta- Tha – Jim – Ha – Kha – Dal – Thal – Ra – Zay
Sin – Shin – Sad – Dad – Ta – Dha – ‘Ayn – Ghayn
Fa – Gaf – Kaf – Lam – Mim – Nun – Ha- Waw – Ya

Kalo ejaan versi Rani sendiri gini
Alif – Ba – Ta – Tsa – Jim – Ha – Kha – Dal – Dzal -Ra – Zai
Sin – Syin – Shad – Dhad – Tha – Dzha – ‘Ain – Grain
Fa- Qaf – Kaf – Lam – Mim – Nun – Ha -Waw -Ya

 Maaf sebelumnya Rani tambahin yang versi Rani, karena bagi Rani dalam huruf arab itu tidak ada vokal ‘o’, yang ada adalah ‘a’, ‘i’, dan ‘u’. 

Dengan memperhatikan ejaan-ejaan diatas, bisa kita lihat dlm bhs indonesia digunakan kata SYIN sedang dalam ejaan inggris digunakan ejaan SHIN. Ejaan SYIN setahu Rani hanya dipake di Malaysia, Pakistan dan India, sedangkan negara-negara lain menggunakan ejaan SHIN.

Perbedaan ini wajar terjadi karena bahasa arab adalah bahasa Al-Qur’an, dimana tidak ada ukuran baku untuk mentranfernya ke dalam alfabet selain arabic.

Tapi menurut Rani, daripada pusing, mending pake arabnya aja yang udah pasti benar penulisannya.

Jadi yang mana yang benar? InsyaALLAH atau InshaALLAH ?
Yang paling benar itu adalah  إن شاء الله .. ^_^

Semoga bermanfaat ya bagi yang membaca…

Wassalamu’alaikum wr.wb

*biar ga menimbulkan salah pengertian, yg dimaksud ejaan disini adalah ejaan hurufnya, bukan cara membaca lho.. kalau cara membaca lafalnya sama aja kok. ^^

Tambahan !! (dari pesbuk)

Huruf ش ditranliterasikan ke dalam berbagai aksara dan bahasa di dunia menyesuaikan ejaan (penulisan dari bunyi huruf) setempat.

Sy : Indonesia, Melayu
Sh : Inggris, Belanda, Spanyol, Tagalog, Vietnam, Swedia, Italia
Ch : Portugis, Perancis
X : Català, Asturianu, Galician
Σ : Yunani
Š : Slovakia, Slovenia, Finlandia, Czech, Estonia, Esperanto, Kroasia, Latvia, Lithuania
Sch : Jerman
Ш : Rusia, Serbia, Macedonia, Belarusia
Sz : Polandia
Ş : Tatar, Rumania,
Sj : Norwegia

• Transliterasi di Indonesia

Sudah sangat masyur di kalangan umat Islam, baik dalam lingkup nonformal maupun formal dalam buku-buku Islam, kalimah tersebut di-transliterasikan menjadi “Insya Allah”. Bahkan di terjemahan Al-Quran Depag RI pun ditulis “Insya Allah”. Dan lebih menguatkan lagi telah disahkan sebagai satu lema dalam KBBI :

Tidak ada yang salah dengan transliterasi In Shaa Allah, namun harus diingat, ini adalah transliterasi ke dalam Aksara Latin Berbahasa Inggris dan beberapa bahasa lain. Sebab, bunyi yang dilambangkan ش dalam aksara Arab, di Inggris memang dilambangkan SHA. Misalnya Share, Show, Shampoo, dsb. Ini berbeda dengan dalam bahasa Indonesia, bunyi ش dituliskan SYA, bukan SHA. Sebab SHA melambangkan bunyi huruf ص.

Nah, bagaimana katanya kalo ada yang bilang “InsyaAllah” berarti artinya “menciptakan Allah?”, naudzubillahi min dzalik…

karena yang satu ini beda lagi masalahnya karena إنشاء (menciptakan/membuat) beda dengan إن شاء (bila menghendaki)
dan pemakaiannya dalam kalimat berdasarkan kaidah bahasa Arab pun berbeda bunyinya,

bila إن شاء الله dibacanya “InsyaAllahu” (bila Allah menghendaki)

bila إنشاء الله dibacanya “Insyaullahi” (menciptakan Allah)

Masalah spasi itu gak mempengaruhi bunyi. Yang penting nulisnya “Insya Allah”, bukan “Insyaullahi”, dan artinya tetap “Jika Allah mengehendaki”.  Btw, bahkan zaman dulu, manuskrip baik china, yunani, latin, arab, ibrani, belum mengenal spasi loh..

Bagi teman-teman yang keukeuh pakai “InSha Allah” silakan saja. Tapi ingat harus konsisten. Jangan kalimat ini saja menuliskan bunyi ش dengan SH, tapi juga selainnya, seperti kumpulan kata yang ada di gambar.

• Insyâ Allah atau Insya Allah

Patut kita ketahui bahwa Bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan tidak mengenal panjang pendek, sehingga cukup “Insya Allah”. Berbeda dengan bahasa Arab atau di Bahasa Daerah misalnya Bahasa Gorontalo yang memiliki panjang pendek. Misalnya kata Tu’o (muntah) dan Tuu’o (sembunyi). Huruf u dibaca panjang atau pendek berlainan makna.

Nah, kalau teman-teman mau menuliskan panjang pendeknya Insyâ Allah atau Insyaa Allah, ya silakan. Selama konsisten. Semua kata dan istilah serapan atau proses transliterasi dari Bahasa Arab dibegitukan, jangan Insyâ Allah saja. Okeh.

About these ads

48 Comments

Filed under ISLAM

48 responses to “InsyaALLAH vs InshaALLAH

  1. nicolas safitri

    Klu informasi yg aye dapet kaya gini nih, smg brmanfaat
    Ungkapan ini terdiri 3 kata: in, sya’a, dan Allah. In artinya jika, dan sya’a artinya berkehendak. Sehingga maksudnya adalah untuk menggantungkan rencana, bahwa rencana melakukan sesuatu hanya akan terlaksana jika sesuai dengan kehendak Allah swt.

    Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/12/40558/in-syaa-allah-bukan-insya-allah/#ixzz3TE2lKzTm
    Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

  2. kalau pendapat saya pribadi sih cara pengucapan arab maupun penulisan latin ejaan indonesia pun salah,. mohon maaf ini kan persepsi saya pribadi aja…. heheeee… (uneg-uneg)
    baik INSYA ALLAH maupun INSHAA ALLAH itu ada sedikit kekeliruan.. sebab didalam hukum tajwid, nun (sukun) bertemu huruf syin di depanan, dibaca dengung dan samar serta ditahan 2 harokat sehingga nun sukun yang semula dibaca n berbunyi samar seperti suara “ng” sehingga dibaca ing~sya alloh.
    kenapa pengucapan allah berubah jadi alloh? (LAH menjadi LOH)
    karena huruf yang sebelum lafaz allah berfathah atas A atau juga u. kalau huruf sebelum lafaz allah berfathah I, maka lafaz allah (LAH) akan tetap diucap allah. contoh sederhana subhanalloh (LOH) bismillah (LAH)
    mohon maaf jika ada kekurangan, karena manusia tidak ada yang sempurna. pada intinya islam itu mudah jadi buat apa kita mempersulit. semua kita kembalikan kepada diri kita masing2. so, menurut saya ini adalah posting yang sangat bermanfaat, teruslah berkarya kawan, salam sukses. ING SYA ALLOH :D :D

  3. saya juga lebih cenderung ke pendapat bahwa sha dan sya hanya berbeda di penulisan saja namun tujuan pengucapannya sama…
    mudah-mudahan tidak keliru

    Wallohua’lam Bissowab

  4. momy jehan

    gunakan kamus bahasa arab, insya Alah atau insya Allah ada perbedaan arti yg signifikan gak?

    • Maaf, kebetulan Rani tidak memiliki kamus bahasa Arab. Lagi pula, kalo kamus bahasa arab bukannya pake tulisan arab? ._.
      dan kalo dibaca saja tanpa menggunakan kamuspun, sudah jelas yang benar itu Allah, bukan Alah. Syukran..

  5. Ade

    Sebaiknya jangan digabung karna artinya jadi beda. Perhatikan.. Insha Allah = membangun Allah.. Nah loh.., yg benar adalah In shaaa Allah & In sya’ Allah = jika Allah berkehendak.
    Sekedar koreksi juga penambah ilmu. Yuk sama2 belajar yg benar biar tidak melestarikan yg salah hehehe. Amin.

  6. Mba,

    Tulisannya perlu dikoreksi.

    Yang salah:
    Insya Allah
    Inshaa Allah

    Yang benar (dipisah):
    In Syaa Allah
    In Shaa Allah

    Jadi bukan di Sya atau Sha

    Wallahu a’lam

    • terimakasih sebelumnya. tapi daripada menimbulkan perdebatan yang tidak perlu, dan kalau memang mau yang paling benar, gunakan saja tulisan arabnya lgsg. tidak akan ada satu orang pun di dunia ini yg tidak mengerti maupun mengatakan itu salah.
      afwan, saya masih dalam tahap belajar~

  7. ayu

    jangan dibenarkan yang salah, kalo menurut saya, syin itu tetap syin sesuai ejaan arabicnya. krn arabic tdk boleh dibaca menurut daerah kita. negara saja di dunia terdapat 200 lebih, apalagi suku di dalamnya. hancur deh huruf Alquran kalo menurut daerah masing.
    kalau masalah vokal O atau tulisan O. coba dgr bacaan qari, ada tidak dibaca vokal O. Allah menjadi Alloh, Alquran menjadi Alquron, Rasul menjadi Rosul, Abdullah menjadi Abdulloh, Thaha menjadi Thoho etc,, trimaksih..

    • terimakasih sebelumnya:)
      tp utk meluruskan, saya bukan membenarkan yang salah, karena yang saya maksud diatas adalah ejaan penulisan, bukan ejaan pembacaan. berbeda disetiap negara itu wajar penulisan berbeda, tapi bacaan tetap sama. huruf al-qur’an ga akan hancur karena ga akan pernah berubah, latinnya saja yang berubah. dan latin tidak bisa dijadikan patokan surah, tetap penulisan arablah yang menjadi patokannya. jadi menurut saya tak perlu dipermasalahkan..
      begitulah kira2. sekali lagi, syukran katsira~ :)

  8. Ismi

    Bukankah penulisannya pun ” in shaa Allah ” atau ” in sya’ Allah ” ya? *klo sy lihat in dipisah dr syin atau shin. Dan penggabungannya bs beda arti. Mhn maaf jk sy salah. Salam kenal ya :)

    • wah, kalau digabung maupun dipisah itu saya kurang mengerti dalam penulisan latinnya, dan masalah arti bisa berbeda itu saya sama sekali tidak tahu. yang saya tahu kalau bacanya salah, itu baru bisa berbeda arti. exp: insaaALLAH. (saa dari sin)
      afwan..

      • Assalamualaikum.
        Hati-hati dalam mengeja bahasa arab, karena dengan beda penulisan, beda pengucapan, bisa berbeda arti lho…
        Wassalamualaikum

      • Wa’alaikumussalam..
        Benar, beda penulisan dan pengucapan memang bisa beda arti. tapi penulisan disini adalah penulisan yang baku, dan jika disambungkan dalam pembahasan ini berarti adalah penulisan arabnya. penulisan lain, kita ga bisa nyalahin. penulisan latin tidak bisa dijadikan patokan surah, tetap penulisan arablah yang menjadi patokannya. jadi menurut saya tak perlu dipermasalahkan.
        terimakasih :)

      • itu benar, dengan diperhatikan bahwa konteks yg dieja disini adalah ‘bahasa arab’nya.
        syukran~

  9. mujoz

    assalamu alaYkum

    mohon dikaji tulisan salamnya
    terimakasi

    wassalamu alaYkum

  10. army

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Maaaf mbak raniii sblumnyaaaa
    Dalam makhorijul khuruf arab ada Ƴα̍Ϟƍ dibara ‘O’
    Walau penulisanya ‘A’, seperti contoh Rasul dibaca Rosul, contoh lain Ramadlan dibaca Romadlon
    Trimakasiiiiih

    • wa’alaikumussalam wr.wb
      sebenarnya ini adalah masalah lidah dan telinga. maka perbedaan di dalamnya itu wajar.
      bagi saya, walaupun orang bilang dibaca ‘o’, tapi buka berarti menulisnya juga dengan huruf ‘o’.
      bukankah ada juga orang yang membaca Allah sebagai Alloh bahkan Auloh? Tapi penulisannya tetap Allah kan?
      Terima kasih :)

  11. nice information.. Thanks

  12. Assalamu Alaikum’ Afwan mba rani’ mo bertanya tentang’ penulisan Antara InsyaALLAH dg InshaALLAH…klo kita menulisnya kata itu di Dumay’ gmn ya soalnya klo di Dumay dah pasti teman kita bukan cuma orang indo saja’ melainkan dari berbagai negara..lalu penulisan yg manakah yg di benarkan ? mhn jawaban trmksh’ N wasslam’

    • wa’alaikumussalam wr.wb
      begini mba nazwa, tujuan dari saya memosting ini adalah menghilangkan keraguan dari penulisan latin, karena kita tidak bisa menyalahkan penulisan ejaan orang yang berbeda dengan ejaan kita. kalo mba menulis insyaALLAH, its ok. kalaupun inshaALLAH, itu ga masalah. tapi kalo takut orang salah paham dan bisa menulis dengan huruf arab, kenapa tidak? :)
      salam hangat

  13. syukron untuk penjelasanya,,, inshaAllah paham

  14. yuppy bener banget neeeh. makanya shalat ISYA di indonesia bakalan jadi ESHA PRAYER klo bhasa inggrisnya. yang penting kan maknyanyaaaa.

  15. Teuku Tamal Zikri

    Mbak rani, kalo lagi di indo baca aja “sya” kalo mbak rani uda ke Inggris Jumpai saya biar kita baca “sha” hehehheheh afwan

  16. aldy_zombro

    analoginya sama seperti ini, mengapa rasulullah dakwah di makkah & mendapatkan wahyu berupa Al-Quran disana? sehingga wajar bahasa kesehariannya adalah arab. coba klo ayat Al-Quran turun di indonesia atau di inggris, pasti akan menggunakan bahasa sesuai kaumnnya. baca surat ibrahim (14:4) Allah tdk akan mengutus seorang rasul melainkan dgn bahasa kaumnya

  17. nazih

    dear mbak rani yang baik, hemat saya si jgn liat terjemahan dalam bahasa inggris atau jawa atau sunda, coba deh, liat makhraj huruf arab…

  18. rani juga ada yg kurang tepat ,, kok ada grain ,,

  19. afwan

    buat ane… yg penting niatnya dlm suatu perbuatan… maksud dan tujuan insya Allah atau insha Allah kan semua jg udh pd tau toh.. drpd ribut2 ngebahas yg menurut ane sepele ini mending ngbahas yg lebih bermanfaat.
    nah trus itu diketik pke bhs arab tapi urutannya latin? gak salah tuh? bknya dari kanan ke kiri ya ngbacanya klo bhs arab?

    • Missing Princess

      ini dibahas karena cukup byk dari teman saya yang bertanya kepada saya..
      dan, bahasa arab bacanya memang dari kanan ke kiri, jadi masalahnya apa ya? afwan, saya kurang faham ^^;

  20. sofyan@lazuardi-travel.com

    MAAF….MBAK RANI ATAU MBAK RONI, DALAM EJAAN ARAB MEMANG TIDAK ADA VOKAL “O”, TAPI CARA MBACANYA TETAP BERVOKAL “O”

    • Missing Princess

      afwan, ya dalam ejaan arab memang tidak ada vokal ‘o’. dan dari saya kecil saya diajarkan juga tidak ada ejaan yang dibacanya pakai vokal ‘o’. di telinga saya, terdengar seperti ejaan antara ‘a’ dan ‘o’.

      dan, nama saya cukup dengan rani, roni itu nama orang lain. sekali lagi, afwan. jazakallah~

  21. Wahyu

    Oohh, oke baru tau. thanks ya

  22. Nur

    “Jadi yang mana yang benar? InsyaALLAH atau InshaALLAH ?
    Yang paling benar itu adalah إن شاء الله .. ^_^” kata2 ini saya saya kutip lagi dari yang diatas..harusnya menjawabnya dengan huruf latin juga, bukan huruf arab…karena yang dipermasalahkan dalam topik ini adalah penulisan dengan huruf latin bukan arab. Terimakasih

    • Missing Princess

      sesungguhnya, bila mempermasalahkan penulisan dengan huruf latinnya, kita tidak bisa membenarkan yg satu dan menyalahkan yg lain Karena itu tergantung negaranya. kenapa saya bilang yg benar pakai huruf arab? karena itu adalah bahasa pemersatu seluruh umat Islam di dunia. Tidak ada yg berbeda di belahan dunia manapun. afwan~

  23. Sangat bermanfaat sekali, awalnya semua itu saya kira akan membedakan arti…. :)

  24. Sangat bermanfaat sekali, awalnya saya kira penulisan seperti itu akan membedakan arti. Tetap, cari referensi tidak hanya stop disini masih ada yang lain… ^___^

  25. fatwa

    kayaknya gak perlu pusing,.itu kan grafik-nya toh bunyinya sama yaitu “syin”, kaya kata “she” kita mengucapkanya dengan sedikit menambah huruf “y” so jadinya “syi”.,.–>itu setahu ane,.afwan kalo salah,.hehe

  26. iya, dalam bahasa inggris penulisannya memang “shin” dan dalam bahasa indonesia penulisannya “syin”.

    itukan hanya penulisannya, tetapi penyebutannya kan sama. cara membacanya sama, walaupun tulisannya beda, karena beda bahasa.

  27. ardi inspyrater

    yang pnting mksud dan tujuannya sama..

  28. Ulasan yg sangat bagus,,
    إن شاء الله

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s