Masalah Kepercayaan Pada Remaja

Kepercayaan. 

Disini, aku berbicara sebagai remaja yang [mau] berusia 15 taun.

Disini, akupun berbicara masalah kepercayaan pada REMAJA, bukan pada umum. Tapi tulisan ini boleh dibaca oleh umum kok.. Tenang aja.. Jangan gara2 bukan remaja trus tab nya langsung di close ga jadi baca..😀

Kalau pada umum, mungkin perginya bisa ke kepercayaan kepada TUHAN Yang Maha Esa, atau kepercayaan dalam suatu hubungan, dan keperayaan pada suatu hal tertentu. *pande2 aku aja nih ngomong, hehe

Yaa, pada remaja juga ga jauh2 amat sih materi kepercayaannya.. Soalnya remaja kan termasuk komponen umum juga.. Sekarang aku berbicara soal remaja kebanyakan aja, kalau ada yang tidak setuju atau kurang berkenan, aku minta maaf sebelumnya.. Ini masalah kepercayaan dalam berhubungan. Baik dengan teman, sahabat, pacar, apalagi keluarga.

Aku mengangkat judul kepercayaan ini karena aku mengalaminya dan karena adanya perbedaan pendapat. Yah, itu biasa.. Bahkan aku suka yang namanya perbedaan pendapat. Tapi dalam hal yang positif tentu saja.

Selain dapat menambah wawasan, kita dapat belajar untuk mengeluarkan pendapat pribadi, mendengarkan orang lain, berargumen untuk mempertahankan pendapat, dan hal positif lainnya.. Seru deh pokoknya.. haha

Oke, mulai aja masuk masalahnya.

Dalam suatu hubungan, ntah hubungan apa saja itu, tidak akan berjalan baik bila tidak ada yang namanya kepercayaan. Betapa besarnya peran sebuah kepercayaan dalam suatu hubungan. Ga percaya?

Manusia sebagai makhluk sosial, pada hakikatnya tidak dapat hidup tanpa orang lain. Dalam kata lain, tak dapat hidup sendiri alias membutuhkan orang lain untuk mempertahankan hidup.

Nah, kita manusia kan? Kita membutuhkan orang lain untuk tetap hidup. Lantas siapa yang kita butuhkan? Apakah kita bisa hidup dengan orang yang kita tidak percaya? Coba bayangkan bagaimana kita bisa hidup dengan tenang, damai dan tentram dengan keluarga yang kita tidak percayai?

Kita berteman, bersahabat, bahkan pacaran. Bagaimana kita dapat memiliki hubungan yang baik dengan orang yang tidak kita percaya?

Ketidakpercayaan, menimbulkan kecurigaan, perasaan tak tenang, was-was, perselisihan, dan lain-lainnya. Yang jelas, sangat rawan dengan yang namanya masalah. Tidak akan terwujud yang namanya keharmonisan dalam berhubungan.

Tapi, perlu diingat. Kepercayaan itu mahal harganya. Tidak semua orang dapat percaya dengan mudah dengan orang lain. Disinilah dibutuhkan yang namanya ‘amanah’.

Biasanya orang yang dapat dipercaya adalah orang yang amanah. Yang sadar bahwa kepercayaan adalah sesuatu yang mahal harganya. Tak dapat disebutkan nilainya dalam bentuk materi.

Sekarang, apabila orang tidak dapat percaya dengan kita, jangan menyalahkan orang itu dulu. Mungkin kita belum cukup amanah untuk mendapat kepercayaan darinya. Bila kita memang pantas, memang layak, maka tunjukkanlah kalau saya pantas. Kalau saya layak mendapat kepercayaan.

Apabila kita mendapat sebuah kepercayaan, jagalah kepercayaan itu. Malahan, balas kembali dengan sebuah kepercayaan dari kita. Bila kedua semua pihak saling percaya, maka tidak mustahil keharmonisan akan terus terjalin asal tidak ada yang bernama ‘pengkhianat’.

Amanah, lawannya adalah khianat. Bahasa arab itu ya kalo ga salah..

Bila sudah di dapat sebuah kepercayaan, dan kamu mengkhianati kepercayaan itu, maka jangan heran bila kamu kehilangan kesempatan kepercayaan untuk seterusnya.

Tidak semua orang dapat memberi kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya. Ada tipikal orang yang hanya dapat memberi satu kali kesempatan saja. Jadi aku sarankan pikir panjanglah sebelum mengkhianati suatu kepercayaan. Pikirkan dampak akibatnya pada dirimu, dan sekitarmu.

Ga perlu ruwet2, mungkin ketikan di atas agak membingungkan karena akupun yang ngetik bingung ntah ngetik apa.

Misal dalam persahabatan, kita punya sahabat yang selalu menjadi tempat sharing. Eh, sekali sahabat kita itu bocor, pasti berat bagi kita untuk sharing kembali ke dia. Iya ga? Rasa percaya udah tergerus habis karena sebuah pelanggaran kepercayaan. Dan dampak bagi yang berkhianat, misal kita yang berkhianat, teman-teman kita yang lainpun tidak mau lagi sharing ke kita. Kenapa? Karena kita mulut ember. Apa mau dikucilkan oleh sahabat?

Lalu berteman. Teman kelompok misalnya. Ada kerja kelompok. Dipercayakan kepada kita untuk membawa sesuatu atau membuat sesuatu dan kita tidak melakukannya dengan baik atau bahkan tidak melakukannya sama sekali. Maka lain kali pasti teman2 kita pada males kalo ada kerja kelompok lagi. Karena apa? Karena kita tidak bisa dipercayakan sesuatu dan bisa dibilang ga guna alias cuma nyusahin doank. Ga mau kan dibilang gitu? Kalo kita memang ga sanggup, bilang dari awal.. Jangan belakangan bilangnya.. Membuat orang lain kecewa kan dosa juga..

Next, hubungan remaja yang namanya pacaran. Bila tidak ada yang namanya kepercayaan, maka tidak akan jadi lah hubungan para 2 sijoli itu. Rasa curiga terus menyelimuti hati. Su’udzaaan terus ama pacar. Mane lah nak jadi?

Apalagi kalo LDR. Wah, rasa percaya sangat penting disini. Ga ada mata ketemu mata sih..

Ada temenku bilang, jangan kan LDR, pacaran ama temen satu sekolah tapi beda kelas aja masih ada rasa curiga. Padahal kan masi ketemu kalo istirahat. Apalagi yang jauh beda sekolah (belum LDR ya itu?), beda kota, beda pulau, beda negara? Susah percayanya. Ga mungkin tahan lama. Paling kalo LDR itu cuma nyari sensasi doank.

Aku cuma senyum aja dengernya, hehe.. Bagi temen-temen deketku, pasti tau alasan kenapa aku senyum nih.. haha

Parahnya lagi, udah dikasi kepercayaan besar, eh malah dikhianatin. Trus, ga merasa bersalah pula. Pergi ke laut aja deh. LO – GUE – END ! haha

Itulah dia yang lagi marak2nya sekarang. Selingkuh2an, padahal itukan budaya yang tidak baik. Nanti kebiasaan pula sampe dan tua. Tak bisa setia. –” PLAYBOY – PLAYGIRL. Sama aja. Mending ga usah pacaran deh kao gitu.

Itulah pentingnya sebuah kepercayaan. Sekali lagi, tanpa kepercayaan, seuatu hubungan baik hubungan apa saja itu, tidak akan berjalan dengan baik.

Bisa  dibilang kepercayaan merupakan salah satu dasar dari dimulainya sebuah hubungan. Karena tanpa kepercayaan, sepertinya tidak mungkin ada yang namanya hubungan. Yaa, walau ada kata orang tidak ada yang tidak mungkin..

Baiklah, uraian singkat ini, dapat disimpulkan ada 2 masalah kepercayaan pada remaja. Bukan pada remaja aja sih sebenernya.. Pada umum deh.. Tapi dikhususkan ke remaja karena yang mengetik disini adalah remaja.

1. Susahnya memberi kepercayaan

2. Susahnya menjaga kepercayaan

Itulah dia. Kenapa jadi masalah? Karena dibawa susah. Coba dibawa gampang, pasti ga jadi masalah. Tapi jangan di gampang-gampangin pulaa..🙂

Ok, itu aja mungkin yang dapat aku sampein. Moga ada manfaatnya walau dikit.

SALAM !

Leave a comment

Filed under Princess Babble, remaja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s