Arisan Haram? Benarkah?

Rani disini berbicara bukan sebagai orang yang membela arisan, dan bukan pula orang yang menentang arisan. Bahkan Rani sendiri bisa dibilang tidak pernah ikut kegiatan yang disebut arisan ini.

Rani disini berbicara hanya sebagai anak yang mau menuju ke ‘sweet 15th’ nya.. Ya, sekaligus juga sebagai seorang anak yang wawasannya masih kurang dari cukup dan masih dalam tahap belajar serta belum memiliki penghasilan tetap (kecuali jatah rutin tiap bulan).

Oke, ga perlu panjang lebar nanti kalo dikali jadi luas pula *ha?, jadi langsung saja.

Rani tertarik dengan status facebook salah seorang teman sekolah seperjuangan Rani yang bernama Iswan Prayudi.

Nah, jawabannya sebenarnya simple binti gampil bin gampang. Karena arisan itu tidak sama dengan judi a.k.a berbeda.

Rani kasi penjelasan deh. Tapi sebelumnya, kita harus tau dulu apa itu arti dari arisan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arisan adalah kegiatan pemgumpulan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi untuk menentukan siapa yang memperolehnya. Undian dilaksanakan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya.

Nah, dari pernyataan di atas, kan udah jelas tuh perbedaan antara arisan dan judi. Jelas ga? Belum? Ok, tak jelasin sekarang..

  • Arisan, seperti yang dijelaskan oleh definisinya sendiri, undian penentu arisan itu dilakukan secara terus-menerus sampai semua anggota arisan memperolehnya. Dengan kata lain, tidak akan ada anggota yang dapat 2 kali kalau masih ada anggota lain yang belum mendapat giliran. Dan karena dapatnya bergilir, maka setiap anggotanya dijamin bakal balik modal ASAL tidak putus ditengah-tengah. Jadi tak mengenal untung rugi.
  • Sedangkan judi, kalau kalah ya rugi kalau menang ya untung. Tapi ga ada jaminan akan balik modal kalau kalah, maupun jaminan akan menang terus. Jadi sangat berbeda dengan arisan, jangan disamakan.

~

Dari status si Yudi itu, Rani bingung, kok dia bilang sama dengan judi tu gmana ceritanya? Jadi Rani pikir mungkin dia baca artikel. Jadinya Rani menjelajahi samudra pasifik, eh, arsip mbah gugel deh.. Dan ternyata, banyak artikel berbau islami yang mengatakan bahwa Hukum Arisan dalam ISLAM adalah HARAM. Apakah ini benar? Rani sendiri sedikit terkejut, karena baru kali ini membacanya. (Betapa sempitnya wawasan saya ToT)

Ini salah satu dari sekilan banyak artikelnya. Bisa dibaca sendiri.

Rani beri sedikit kutipannya,

Adapun yang berlaku pada arisan, cara-cara dan sifatnya sama dengan qimar(judi) yang menekankan pemindahan hak dan milik. Harta seseorang baru bisa menjadi milik orang lain apabila diperoleh dengan cara yang dibenarkan agama, seperti : bekerja, waris, jual beli, shadaqah, hadiah, upah, pinjaman, ghanimah atau hibah. 
Sedangkan cara pemindahan hak milik yang berlaku pada arisan tidak termasuk pada salah satu dari hal di atas. PESERTA ARISAN TIDAK MERASA MEMINJAM DAN TIDAK MERASA MENGAMBIL TABUNGAN SEHINGGA PERPINDAHANNYA TIDAK JELAS.

Al Ustadz K. H. E. Abdurrahman memjelaskan bahwa harta yang terkumpul dari beberapa orang peserta dalam arisan itu adalah hak orang lain, bukan hak kita (sebagai salah seorang peserta). Dan kemudian mengapa hal itu menjadi milik kita? Tidak lain dengan jalan undian yang jatuh kepada kita, maka kepemindahan milik dengan sifat semacam maisir, qimar yang hukumnya haram maka hukum arisanpun tidak berbeda dan tidak akan berubah menjadi halal disebabkan suka sama suka, rela sama rela atau karena maksud baik dan banyak manfaatnya atau karena bermaksud hendak pindah memindahkan hak milik secara bergiliran dengan merata dengan cara mengundi atau alasan-alasan lainnya.

Sekarang begini, menurut Rani, arisan itu bukanlah pemindahan hak dan milik. Arisan itu seperti sebuah perkumpulan yang anggotanya saling mengumpulkan uang atau benda yang senilai yang bertujuan untuk saling membantu (seperti patungan). Bukan seperti berjudi apalagi taruhan. Kan udah jelas tadi dari awal, arisan itu tidak merugikan anggota. Setidaknya itulah arisan yang sebenarnya.

Rani beri contoh, semisal ada ibu-ibu arisan yang berinisial A,B,C dan D yang biasa cabut undi setiap minggu. Ibu A dan ibu D sudah mendapat giliran. Lalu minggu ini nama ibu D lagi yang keluar. Jelas tidak bisa karena masih ada anggota lain yang belum dapat giliran. Jadi saat cabut undian lagi ibu C yang dapat. Maka minggu depan adalah giliran ibu B yang dapat tanpa cabut undian lagi. Nah, misalnya ibu B lagi butuh uang karena anaknya sedang sakit, maka boleh saja ibu B tukar giliran dengan ibu C apabila ibu C mau bertukar, sehingga ibu B dapat yang minggu ini dan ibu C minggu depan. Bukankah secara tidak langsung ibu B terbantu dengan adanya arisan ini?

Ngerti ga maksudnya? Aii, Rani tak pandai memberi contoh macamnya. Hehe

Intinya, Rani ga setuju arisan dibilang haram. Atas dasar apa coba? Tujuannya baik kok.

Kebanyakan yang di artikel-artikel itu bukanlah arisan, melainkan taruhan. Taruhan berbeda dengan arisan. Kalau taruhan, jelas memang tidak boleh. Sama dengan judi, itu hanya menguntungkan sepihak dan pihak lainnya rugi.

Jadi, kalau sekarang kita pikirkan dengan nalar, apa arisan itu haram? Benarkah begitu?

~

Pro dan Kontra dalam sebuah statement itu sudah hal yang biasa.

Tulisan ini hanya pendapat dari Rani, yang Rani sampaikan melalui ketikan tangan di sebuah situs pribadi blog.

Apabila ada pendapat lain, sudilah kiranya berbagi disini.. Kita sama-sama belajar..

Terima kasih.. Salaam..

14 Comments

Filed under Sekedar Tahu

14 responses to “Arisan Haram? Benarkah?

  1. Himawan Boski

    Menurut beberapa ulama ada yg bilang arisan haram ada yg bilang Halal, kalau sudah begitu berarti arisan itu hukumnya meragukan. Dan yg meragukan sebaiknya Ditinggalkan.
    Menurut saya pribadi Arisan itu Haram karena ada unsur bahasa Diundi/ Pengundian didalamnya… Terima kasih, Wassalam.

  2. aorin

    Wew lega, ternyato arisan beda ama judi :v
    Sama nih tiba-tiba kepikiran begituan :v
    Nice article/info sis • v •)/🙂
    BTW Komen yg sebelum2nya keren2 :v

  3. Prince

    Mnurutku arisan sama saja dengan judi, karna sama” terlibat dengan uang.Kegiatan arisan juga dimaksudkan untuk kegiatan pertemuan yang memiliki unsur “paksa” karena anggota diharuskan membayar dan datang setiap kali undian akan dilaksanakan.

  4. tiya

    yaaaach pdhal qw bru z mw ikut arisan ternyata HARAM ya tmn2…eeeemmmmm????

  5. edi

    Mbak rani? Coba mbak rani renungkan nilai uang satu juta tahun ini apakah sama dengan tahun depan? Begitulah dalam arisan pertambahan nilai tidak diperhitungkan sehingga yang paling akhir dapatnya entah ditahun kedua atau dst nilai satu juta akan tidak sama dengan nilai pada tahun pertama. Sama jumlahnya namun nilainya relatif beda. Kewajiban sama tapi hak? Maka dari itu hukumnya arisan adalah….minimal tidak begitu adil? Walahuallam.

    • Missing Princess

      setelah saya pikir, iya juga ya.. mungkin disitu bisa dikatakan letak ‘kurang’ adilnya.
      syukran pak edi atas komentarnya.. jazakallah

  6. donohu

    Orang Islam sekarang, aduuuuuh, bodoh2 deh. Mungkin Allah pun malu “Kalian ini pilihan-Ku, kalo bodoh2 gini, dimana maluku”. Gini ya, kalo di keluarga kalian ada satu-dua yang bobrok/bejat, masak kalian siar2kan ke tetangga2? “Heh, lo tau nggak, anak gw tu suka ngutil loh?”. Nggak kan?
    Singkatnya gini: Kalo ada orang KTP nya Islam “lagi khilaf” lo semua orang Islam W.A.J.I.B lindungi dia dari endusan orang non Islam. Entah pura2 gak tau, entah pura2 bego, entah apa kek pokoknya orang non Islam gak tau. Baru kalo sudah dalam kalangan-sendiri, lo gebukin tu orang Islam yang lagi khilaf gak papa.
    Prinsip ini namanya Ukhuwah Islamiyah. Kalian orang Islam sekarang emang setupit-setupit. Prinsip Islami ini malah di adopsi sama organisasi2 kriminal macam Mafioso, Thong, Kartel obat bius, biar usahanya aman selalu. Ingat ya para setupit Islam, prinsip Ukhuwah Islamiyah itu bukan kejahatan, tapi justru di adopsi sama organ2 kejahatan. Kenapa bukan kalian?
    Jadi, sapa pun yang mau larang orang Islam ikut arisan, boleh2 aja. TAPI jangan sampe orang non Islam tau. Pokoknya selama itu bau2 Islam, lo selesein i.n–t.e.r–n.a.l “Sungguh semua Yahudi dan Kristen tak kan rela (lihat kamu Islam) sampe kalian Muslimin ikut ajaran mereka”. Maka itu sodara2 Muslimin setupit, SELESEIN APA2 YANG BAU2 ISLAM SAMA ORANG ISLAM SAJA, DENGAN DIAM2, TANPA TERDETEKSI ORANG AGAMA PAGAN

    • Missing Princess

      wah, sedikit keras ya.. ^^;
      tapi rani setuju juga sih.. memang sekarang ini banyak yg ga mau berpikiran ke depan. sedangkan Islam sendiri harus mengikuti perkembangan zaman agar tidak hilang. DENGAN SYARAT, harus ada FILTER iman yang kuat agar tidak terkontaminasi dgn hal2 modern yg negatif.

  7. Aku juga ikut bareng rima dibbi hehe
    lumayanlah bisa nabung 160 ribu sebulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s