Guru Killerku Sayang (Part 2)

Mimpi burukku telah menemukanku !

~

“Ou, Mr. Aldi.. Why are you here? Are you feeling not well too?”

“I’m fine, Madam.. I just looking around, routine every Monday. To see, if there are students who are late.”

Saat kata ‘late’, seperti ada tekanan dan itu menghujam telingaku. Oh tidaak…

“Oh.. Miss Annisa… I’ll leave now. Comfort yourself in school medical room.”

Aku hanya tersenyum kecil, pasrah akan apa yang akan kuterima. Karena kutau, Mister Killer ga mungkin membiarkan ku lolos begitu saja.

“Yeah, I’ll take care of her.” kata Mister Killer. seperti dugaanku, dia takkan mungkin tinggal diam.

“You are very nice.. I know what students talking about you is all wrong.”

“Thank you..”

Ah.. Mister Killer very nice? Darimana tu very nice? Mam Anggie aja yang ga tau..

Lama aku berdiri mematung. Mister Killer berjalan mengelilingiku. Seperti sedang menilai, mencari-cari kesalahanku lainnya, berfikir akan menghukumku bagaimana. Aku bersiap-siap untuk menerima pidato singkatnya, sambil berfikir apa aku akan dijemur lagi? Argh, pagi ini aku ga ada sarapan. Bahkan minum air setegukpun belum ada. Mungkin nanti aku akan benar-benar berakhir di UKS.

~

“Ah.. selesai juga akhirnya…” aku terduduk di bangku taman di sekeliling pohon besar. Aku baru selesai menyapu daun-daun kering di halaman depan sekolah. Ya, itulah hukumanku. Bajuku sampe basah. Ni kalo diperes pasti seember ada nih *lebai.

Aku pikir takkan sanggup. Aku kaget juga, ternyata aku bertahan sampai selesai. Kukira awalnya akau akan jatuh di tengah–tengah. haha.. Ah, lebih baik aku ngademin diri dulu di bawah pohon sekarang. Ga enaklah balik ke kelas baju basah gini. Kalo tau gini jadinya, aku lebih milih hormat bendera aja kali..

Tiba-tiba ada yang ngulurin air mineral. Begitu kuliat..

“Minum dulu nih..”

Itu FAISHAL. Bintang futsal sekaligus ketua OSIS di sekolah. Dan yaa.. bisa dibilang cowok yang menarik dan populer di sekolah. haha.. Tapi agak sombong.

“mm.. thanks ya Faishal..”

“Itu dari Pak Al. Aku cuma disuruh ngasi. Katanya kalo dah siap kamu langsung aja balik ke kelas lagi. Jangan ambil kesempatan buat ngindarin pelajaran.”

Mister Killer? Ngasi air? Ga salah?

“Eh.. Halloo..” tangan faishal melambai-lambai di depan mukaku.

“Oh.. iya..” kataku agak salah tingkah. Aku melamun beberapa detik yang lalu.

“Aku balik ke kelas dulu ya..”

“Ya, aku ngadem dulu bentar disini.”

“Terserah.” Belum lagi dia menghilang di belokan ruang multimedia, dia berbalik lagi. “Jangan suka melamun di bawah pohon!”

Aku hanya mengacungkan jempol sebagai isyarat ‘ok’ sambil meneguk air dari botol mineral dari Mister Killer ini. Sejuk sekali rasanya. Wah, Mister Killer itu ternyata baik juga.

~

Aku tidak mengikuti jam pelajaran kedua dan ketiga. Itu jam pelajaran Bahasa Inggris dengan Mam Anggie. Wah, mungkin memang takdirku untuk dihukum sehingga tidak ikut belajar. Lagipula aku tidak bawa buku bahasa inggris. xD

Istirahat, dan aku memanjakan diri di kantin bersama dengan sahabat-sahabatku, Fiitri dan Suci. Tepatnya di tempat aku biasa nongkrong, kantin Bu Maya. Hari ini menunya soto. Hmm, gapapa deh.. Perutku dah protes minta diisi. Dari pagi cuma diisi ama air mineral dari Mister Killer tadi.

“Tu lah.. Ngapa ko bisa ampe telat? Bukannya tadi malam ko tidur cepat ya?” kata Fitri sambil menambahkan beberapa sendok cabe ke sotonya.

“au cidul aam uaa..”

“eh, telen dulu tuh yang di mulut.” kali ini Suci yang buka mulut.

“hehe, aku tidur jam 2 lewat say..” jawabku santai dan melanjutkan suapan demi suapan soto lagi. Wah, enak banget sotonya..

“Kok bisa? Kmaren jam 10 kan ko bilang mau tidur, makanya kita ga lanjut smsannya.” kata Fitri.

“aku ga bisa tidur.. jadi baca harry potter bentar.. eh, keasikan deh.. jadi…”

“huu.. dasar.. kalo dah harry potter pasti dah melek aja lu..”

“hehe”

***

“Hei, miss Annisa.. Already feel better?”

“Morning mam..” kata aku, Fitri dan Suci hampir serentak.

“Morning girls.. So?”

“I feel better mam. Thanks..”

“Oh.. Thank God. Ok.. Enjoy your food.”

“Thank you, mam..”

Akupun menceritakan kejadian tadi pagi. Fitri dan Suci memang adalah pendengar yang baik. Mereka juga kaget begitu tiba saat aku menceritakan bahwa aku dikasi air mineral sama Faishal yang ternyata air itu dari Mister Killer. Mereka hanya manggut-manggut dan geleng-geleng. haha, ekspresi mereka memang selalu begitu kalau aku menceritakan sesuatu.

~

Saat Harry Potter maju kedepan dan bersiap dengan tongkat mengacung ke depan, hatinya bertanya-tanya apa yang akan keluar dari dalam lemari itu. Hal yang paling ditakutinya dalam lubuk hatinya? Sesuatu yang ditakuti.. yang ditakuti.. dan teringat olehnya malam itu di dalam kereta..

‘Annisa Ul Rafilah ! Annisa !’ samar kudengar.. tapi tak kupedulikan..

Adegannya sedang seru, saat ada sosok hitam melayang tiba-tiba keluar dari dalam lemari itu dan Prof. Lupin melompat kedepan Harry.. Sosok tadi itu..

“brakk !” bunyi yang keras membuyarkan lamunanku.

“DEMENTOR !” seruku refleks sambil mengacungkan tanganku yang memegang pensil ke arah depan. Teman-temanku tertawa. Tapi ada juga yang bingung tak mengerti, dan ada pula yang biasa saja tak menanggapi.

“Annisa. Bisakah kamu memberitahu apa itu jaringan meristem dan ada dimana letaknya?”

Aku terdiam. Jaringan meristem? Kayaknya ga asing lagi tuh. Hmm, aduh.. tapi aku lupa.. Apa ya..

“Jaringan meristem, jaringan lain selain xilem floem di tumbuhan ya pak?” aku berusaha menjawab sebisaku.

“Pertanyaan saya adalah, apa itu jaringan meristem.”

“Erm..” aku melihat ke arah Suci. Mulut Suci komat kamit seperti mengejakan jawabannya. Tapi walau bagaimanapun.. Aku tidak mengerti karena pikiranku sedang panik sekarang.

“Apa fungsi dari kaliptra?” pertanyaan ternyata berlanjut.

Aku menyerah. Kali ini aku bingung. Jangankan fungsi, kaliptra itu apa aja aku gatau.

“Saya gatau pak..”

“Apa perbedaan stomata dan lentisel?”

“Stomata keil soalnya di daun, lentisel besaran dikit karena di batang. betul pak?” aku merasa jawabanku agak ngawur, tapi aku ga merasa salah.

Hening sejenak,

“Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah pada tumbuhan. Kaliptra adalah nama lain dari tudung akar yang berfungsi sebagai pelindung ujung akar saat menembus tanah. Dan perbedaan stomata dan lentisel, adalah letaknya. Stomata di permukaan daun bagian bawah, lentisel ada di cabang dan ranting. Sekarang kamu sudah tahu kan? Awas kalo besok kamu masi tidak tahu.”

“Iya pak..” jawabku pelan.

Mister Killer langsung kembali ke meja guru dan menghadapkan mukanya yang males banget aku liatnya ke aras siswa-siswa di kelas.

“Kenapa? Kenapa tidak ada yang mencatat seorangpun?”

Langsung kelas penuh dengan suara pena menulis diatas kertas *ada ya suaranya? xD

Lalu Mister Killer menatap ke arahku yang bengong melihat dirinya.

“Kamu sudah merasa pintar ya?”

“Tidak pak..”

“Lalu, kenapa tidak mencatat?”

“Oh.. Iya pak..” dengan segera aku membuka buku catatan dan menulis apa yang kuingat tadi dengan menggunakan pensil di tanganku.

Dalam pikiranku, ‘perasaan, mirip sama salah satu adegan di harry potter.’

“Kalian harus membuat rangkuman tentang struktur tumbuhan secara lengkap. Dikumpul besok pagi.” kata Mister Killer tiba-tiba.

Seketika kelas seperti penuh dengan suara keluhan.

“Oh, kurang ya? Tambah struktur hewan juga kalo gitu.”

Suara mengeluh tambah besar.

“Mau tambah lagi ya?”

Kelas langsung hening.

Huh. Dasar Mister Killer. Dementor. Jelmaan Profesor Snape ! xD

~

bersambung

Best Regards, Rani

Originally Posted in My FB Notes

Leave a comment

Filed under Story-Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s