Awal Ceritaku Dengannya (Part 1)

Hampir genap satu tahun. Ya..

Hubunganku dengannya sudah hampir genap satu tahun.

Bagiku, itu adalah waktu yang cukup lama. Maklumlah, ini baru pengalaman pertamaku menjalin hubungan yang namanya ‘pacaran’. Sedangkan teman-temanku yang lain, baru sebulan dua bulan, udah putus. Bahkan ada yang baru seminggu, sudah putus. Jadi aku merasa satu tahun sudah merupakan waktu yang cukup lama.

Kalau dipikir-pikir, awal aku bertemu dengannya, aku sama sekali tidak menyangka kalau aku akan sampai berpacaran dengannya. Akan kuceritakan .

~

Minggu siang, aku sedang santai di toko buku. Berkeliling, melihat-lihat manatau ada buku yang menarik untuk kubaca, eh, kubeli dulu maksudnya, baru dibaca nantinya.

Hari itu, tumben-tumbennya lagi sepi. Hanya ada beberapa orang yang terlihat khusyu’ jongkok sambil membaca. Eh, tunggu dulu. Toko buku kan? Membaca?? Haha.. Jangan heran. Sekarang pemandangan seperti itu sudah tidak asing lagi.

Jadi, waktu aku jalan di bagian rak novel, aku tertarik dengan sebuah buku. Saat aku mau mengambil buku itu, buku yang kuambil menyenggol buku yang disebelahnya. Dan, tak sulit membayangkannya, buku-buku yang tadinya ditata sedemikian rupa, berjatuhan karena senggolan buku yang mau kuambil.

“bruk.. bruk.. prak.. bruk.” (begitulah kira-kira, hehe)

“duuh, pake acara jatoh segala lagi” aku menggerutu memunguti buku yang jatoh tadi.

Untung aja penjaga toko bukunya ga ada yang liat. kalo ada pun gapapa sih, asal ga ada yang rusak.. Tapikan ga enak juga.

Trus ada tangan, ya, sepasang tangan yang membantuku merapikan buku-buku yang jatoh tadi.

“hati-hati mbak..” katanya.

“ehee.. iya.. makasih ya mas..”

“sama-sama.”

Sosok pemilik tangan itu, tersenyum manis padaku. Ya, itulah dia. Itulah awal pertama kali kami bertemu. Di toko buku yang tumben hari itu lagi sepi.

Sosok itu, dia lebih tinggi dariku. Mungkin umurnya tidak jauh beda denganku. Dibilang ganteng, yaa… ga juga sih. Tapi sebenarnya, aku saja yang tidak pandai mengatakan orang ganteng. hehe.. Kalo keren, dia cukup keren.

Ternyata dia juga mau membeli buku yang sama denganku. Judulnya “Orang Miskin Dilarang Sekolah” karya Wiwid Prasetyo (boleh dicari :)). Dia bilang dia beli buku itu karena temennya bilang bagus. Lagipula, dia memang terlihat seperti orang yang suka baca.

***

Aku menjalani aktivitasku seperti biasa sebagai seorang siswi kelas 8 SMP Negeri yang lumayan punya nama di kotaku. Bermain dengan teman-temanku, sharing dengan sahabat-sahabatku, dan tentu saja, mengikuti aktivitas cowok incaranku. Haha.. Incaran? Incaran apa?

Ya, aku juga cewek normal kawan.. Dalam masa pra remaja ini, akupun merasakan yang namanya suka atau jatuh hati pada lawan jenis. Dan, kali ini aku suka dengan cowok yang bisa dibilang jadi incaran hampir semua cewek di sekolah. Bukan hanya yang seangkatan, bahkan yang lebih muda dan lebih tuapun juga mengincarnya.

Singkat cerita, rasa sukaku padanya hilang begitu saja saat aku menerima hasil belajar semester satuku yang menurun. Itu seperti cambukan untukku, karena peringkatkupun turun. Aku sedih.. Aku merasa mungkin karena aku terlalu sibuk dengan mencari info tentang cowok itu. Hah, padahal, mungkin bukan itu alasannya. Tapi paling tidak itu dapat meringankan kesedihanku.

***

Beberapa minggu kemudian, ada kabar kalau mantan cowok yang kusuka itu (haha, mantan), jadian ama cewek yang yaa, bukan musuhku sih.. tapi aku kurang suka aja. Dan aku  GA SUKA mereka jadian! Ada rasa ga suka. BUKAN Jealous lho.. Tapi ga suka aja. Kenapa musti sama tu orang sih ?? Bzz

Cewek itu, ntah kenapa aku merasa dia sengaja. Dia seperti ingin menunjukkan kepadaku kalau dia bisa mengambil sesuatu yang kusuka. Eits, tapi aku dah ga suka lagi ama tu cowok, misi lo gagal neng. :p

***

Ok, aku udah ga mikirin masalah tu cowok and ceweknya lagi. My life must go on.

Jadi, suatu hari, aku lagi pusing nih ngerjain soal mtk. Temen-temenku pun pusing kalo disodorin ni soal. Ini bukan soal dari sekolah, bukan pelajaran sekolah. Ini adalah salah satu tebak-tebakan detective yang kukutip dari sebuah forum detective.

Lantas aku bertanya pada teman lamaku. Ya, sahabatku saat SD. Sebuat saja Bunga (haha). Tapi kami sudah berpisah sekarang. Dia sekolah diluar kota. Aku bertanya padanya lewat perantara jejaring sosial yang lagi booming, ‘facebook’. Ternyata, memang sakti tuh soal. Dia juga bingung. Padahal dia adalah temanku yang pernah mengikuti olimpiade mtk sampai tingkat nasional.

Trus ada yang nimbrung.

“Boleh minta soalnya?” ya, aku mengirimkan soal lewat message, bukan post to wall. Tapi awalnya aku lewat post to wall, makanya bisa ada yang nimbrung, padahal aku belom ‘friend’ sama dia.

Trus pas aku kirim, tak lama kemudian dia meng-add aku. Aku confirm aja deh. Karena dia temennya Bunga. Sebut saja namanya, Ahmad. Ternyata, si Ahmad itu pun ga bisa juga nyelesaikan tu soal.

Ahmad, dia ramah sejauh aku berbincang dengannya lewat chat waktu itu. Dia lebih tua setahun dariku, tutur katanya sopan. Lantas aku penasaran, bagaimana sih sosok seorang Ahmad itu? Di PPnya yang terlihat hanya dirinya dari belakang sedang duduk menghadap matahari terbenam. Manis sekali PPnya. haha

Ternyata eh ternyata.. kamu tau.. Setelah aku melihat-lihat albumnya tanpa izin terlebih dahulu.. Ternyata aku mengenal si Ahmad itu ! Ya, dia teman lamaku yang tidak pernah ku kenal. Eh, paling tidak ya, bisa dibilang teman lah karena dia pernah membantuku.

Ahmad itu… COWOK YANG AKU TEMUI DI TOKO BUKU WAKTU ITU !

~~~

to be continue…

from my notes

Leave a comment

Filed under Story-Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s