Body bulat ? PD aja lagi !!

Ini adalah cerpen karangan Rani yang yaa, bisa dibilang asal jadi sih.. Tapi lumayan laa.. Baca yak.. Komennya sangat dinanti, apalagi kalo membangun.

~

“kring..kring..” bunyi nada dering hp Ayu memecah keheningan di pagi buta hari itu

Dengan langkah gontai Ayu beranjak dari tempat tidurnya yang hangat untuk meraih hpnya yang diletaknya diatas meja belajarnya.

“Halo..” kata Ayu dengan nada berat.

“Eh, Yu. Ini aku Putri. Aku cuma mau ingetin nanti jangan lupa bawa flashdisk aku ya.. Aku butuh nih..”jawab suara yang tidak asing lagi di telinga Ayu, suara Putri, sahabat baiknya.

“Oh, Putri. Ok, ok.. Eh, pagi betul ko nelpon aku. Lagian tumben, biasanya sms aja.” kata Ayu sambil melirik ke jam digital yang terekat di meja belajarnya yang menunjukkan pukul 04:55 AM.

“Lagi rajin nih. Haha. Udah dulu ya, sayang pulsa. Hehe. Bai…..” “Tuut..tutt..tut..”

“Dasar la anak itu” kata Ayu dalam hati sambil tersenyum simpul.

“Ayuu…” kejut Putri tiba-tiba memeluk sahabatnya yang yaa, bisa dibilang bulat itu dari belakang.“Seperti biasa, empuk. Hehe..”

“Haha, dasar lo. Tumben agak telat dateng ke sekolah. Biasanya ko duluan yang nyampe dari aku. O,ya ini flashdisk mu.” kata Ayu sambil menyerahkan sebuah benda kecil bertali panjang ke Ayu.

“Tengs, hehe.. Tadi ada halangan sedikit di jalan.. O,ya tau ga, katanya SB mau ada ambil nilai fashion show loh minggu depan…” kata Putri sedikit melompat-lompat. Maklum lah, Putri ini adalah salah seorang model remaja yang sudah beberapa kali mengisi halaman di majalah remaja. Hobinya adalah jalan di catwalk dengan high heel min 7 cm. Padahal postur badan aslinya sudah menjulang lho.

“Aaah~ ko sih enak.. Ko model.. Aku cemana.. Aduh, cemana ini ?? Aku mana bisa jalan macam fashion show itu. Liatla kan, body aku subur gini. Lucu la..” tutur Ayu dengan mimik yang lucu di wajah imutnya.

“Iii~ Ayu lucu deh kalo ekspresinya gitu. Makin chubby.. Haha.. Tenang aja, nanti aku ajarin.” kata Putri sambil tersenyum menenangkan Ayu. Ayu pun ikut tersenyum karenanya, tapi kata-kata Putri masih belum dapat menenangkannya.

Benar saja, saat pelajaran SB, guru mereka Bu Riani, mengatakan bahwa akan mengambil nilai fashion show minggu depan. Jadi anak kelas 9B mempunyai waktu untuk berlatih selama 1 minggu. Putri pun dipilih sebagai koordinator, dan mulai membuat ancang-ancang untuk fashion show siswa kelas 9B yang hanya 20 orang itu. Ayu hanya diam selama Putri sibuk dengan rencana-rencananya.

Di rumah, Ayu menjadi agak menyendiri. Dia memikirkan bagaimana dia akan ber-fashion show nanti. Dia tidak mau di ketawai oleh teman-temannya karena bodinya yang bulat itu berjalan lenggak-lenggok berlagak seperti model. Masalahnya sekarang ini adalah, dia kehilangan kepercayaan dirinya.

2 hari sudah berlalu, Ayu masih belum mendapatkan percaya dirinya.Sore itu, saat Ayu sedang melamun di depan tv, tiba-tiba dia tertarik oleh suatu iklan produk pelangsing. “Langsing dalam seminggu ! Wah” kegirangan Ayu dalam hati. Besoknya, Ayu langsung mengunjungi beberapa apotek dan toko obat untuk mencari obat itu. Setelah beberapa toko, akhirnya Ayu mendapatkan produk seperti yang dilihatnya di tv kemaren sore. Tanpa basa-basi dia membelinya dan membawanya pulang.

Di kotak obat pelangsing itu dikatakan apabila mengkonsumsi 3x sehari rutin selama seminggu, maka peminum akan menjadi langsing. Sekarang Ayu berpikir bahwa waktunya tinggal 4 hari lagi. Kalo dalam 7 hari berarti dia harus mengkonsumsi 21 normalnya, maka dalam 4 hari, dia menghantam memakan 5 pil untuk mengejar harinya tanpa memikirkan efek samping.

Untuk hari-hari selanjutnya, Ayu mendapatkan kembali percaya dirinya. Dia kembali menjadi ceria seperti biasa. Putri menjadi senang karena sepertinya Ayu tidak terlalu memikirkan masalah fashion show lagi.

Hari demi hari, Ayu rutin bergaya-gaya di depan cermin di kamarnya setiap malam. Dia berpikir, bila di menjadi langsing, pasti dia akan tambah cantik dan cocok untuk fashion show.

H-1, wajah Ayu saat pergi ke sekolah tidak sesegar embun pagi yang menempel di rerumputan depan kelasnya. Putri merasa kawatir dengan keadaan Ayu yang terlihat tidak sehat. Ayu memang mengatakan merasa kurang enak badan, jadi wali kelasnya mengijinkan untuk istirahat saja di rumah.

Di rumah, Ayu merasa mual-mual. Mama Ayu pun bertambah kawatir karena wajah Ayu semakin pucat. Ayupun dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit, dokter mengatakan bahwa Ayu mengalami keracunan zat kimia. Sewaktu ditanya, Ayu hanya diam dan tidak mengatakan apapun. Setelah lama di tanya, akhirnya Ayu menjawab, “Aku memakan produk pelangsing selama 4 hari ini melebihi dosisnya, dok.”

“Oh, pantesan.. Itu berbahaya lho.. Untungnya kamu ditangani dengan cepat. Jangan dilanjutkan lagi minum obatnya ya.. Dan jangan diulangi ! Lagipula, mungkin pada dasarnya obat itu tidak cocok untuk kamu.” jawab dokternya dengan lembut tapi tegas.

“Ya ampuun.. Ayu..” kata Mama Ayu sambil memeluk Ayu yang duduk diatas tempat tidur pasien.“Kenapa kamu minum produk pelangsing sayang ?”

“Abis Ayu mau ada fashion show di sekolah.. Jadi Ayu malu kalo fashion show kayak gini. Body Ayu kan bulat ma..” sahut Ayu polos.

“Kamu tu cantik sayang, imut. Ga perlu malu sama bentuk body atau apalah. Ya.. Aduh, kamu ini bikin Mama takut, sayang..”

“Iya, ma.. Maafin Ayu ya..” kata Ayu tertunduk. “Tapi dok, Ayu bisa sekolah kan besok ? Soalnya besok fashion shownya.. Ayu dah merasa baikan kok.”

“Kalau saran saya, mending ga usah sekolah dulu. Tapi kalau kamu dah merasa sehat dan kuat sekolah, itu gapapa. Racunnya sudah keluar sewaktu kamu muntah-muntah tadi.” kata dokter itu sambil tersenyum kepada Ayu.

“Terima kasih dokter..” kata Ayu membalas senyum dokter dengan senyumnya yang lucu.

Keesokan harinya, Ayu tetap pergi ke sekolah. Tentu saja dengan kepercayaan diri yang tinggi dan semangat yang tinggi. Putri terkejut mengetahui kalau kemarin Ayu keracunan gara-gara berlebihan memakan produk pelangsing, dan itu semua gara-gara fashion show. Tapi dia juga heran, kenapa Ayu bisa se-fresh ini padahal kemaren habis masuk rumah sakit gara-gara keracunan.

Saat pengambilan nilai fashion show, semua berjalan dengan lancar. Saat tiba giliran Ayu, dia agak grogi. Dia takut ditertawakan saat dia melenggak-lenggok dan bergaya nanti. Tapi atas dorongan Putri dan temn-teman lainnya, dia membulatkan keberaniannya lagi. Dengan penuh kepercayaan diri, Ayu berjalan layaknya seorang model. Dan senyumnya pun bertambah lebar, karena tidak ada satu pun temannya yang menertawainya, malah bertepuk tangan untuk nya. Putri mengacungkan kedua jempolnya kepada Ayu.

“Manis , Yu.. “ katanya sambil mengedipkan mata.

Dia membalas kedipan itu dan tersenyum sendiri. Betapa bodohnya dia kemaren-kemaren. Untuk apa dia meminum produk pelangsing itu? Dia pun ingat apa kata mamanya waktu di rumah sakit, “Kamu tu cantik sayang, imut. Ga perlu malu sama bentuk body atau apalah…”

Ya, mamanya benar. Tidak ada yang salah dengan body yang bulat. Untuk apa melawan kodrat ? haha

Body bulat ? PD aja lagi !!

ilustrasi buatan Rani

hehe
-> awalnya mau bikin cerita tentang seseorang yang pengen tinggi macam temennya yang tinggi (soalnya dia bisa dibilang pendek), tapi bingung mau ceritanya macamana. jadi nyasar ke sini. Moga kamu menikmati ceritanya..

http://www.smileycodes.infohttp://www.smileycodes.info

from myfacebooknotes

4 Comments

Filed under Story-Stories

4 responses to “Body bulat ? PD aja lagi !!

  1. motifator banget kak ceritanya buat aku yg badannya kayak ayu juga ^^ thx kak

  2. ga kreatif amat.biasanya kan ko kreatif
    ini keliatan banget jalan ceritanya soalnya agak mirip kisah nyata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s