Bebas Dari Kacamata

Sekarang, sepertinya kacamata sudah menjadi hal biasa bahkan dikalangan anak-anak. Yang Rani maksud tentu saja kacamata untuk membantu penglihatan, bukan kacamata untuk bergaya. Biasanya orang harus memakai kacamata karena terkena miopia, hipermetropia, presbiopia, atau astigmatisma.

Nah, apakah kelainan mata itu bisa disembuhkan ? Atau penderitanya memang harus menggunakan kacamata untuk selamanya ? Jawabannya adalah YA. Saat ini beberapa gangguan penglihatan bisa disembuhkan dengan cara bedah LASIK (Laser Assisted in Situ Keratomileusis).

Proses LASIK itu cukup rumit, yaitu dengan menggunakan sinar laser dan komputer. Bedah LASIK ini bisa mengoreksi ganggguan refraksi miopia, hipermetropia, presbiopia, astigmatisma, dan beberapa kelainan mata lainnya. Namun, teknologi ini belum bisa diaplikasikan untuk penderita gangguan mata yang mengarah kepada kebutaan.

Operasi LASIK biasanya dilakukan sebagai ikhtiar terakhir. Seorang dokter mata akan menempuh jalan ini saat mengatasi kelainan refraksi mata pasien, yang mana si pasien enggan memakai kacamata maupun lensa kontak. Pasien yang bisa disembuhkan total melalui operasi lasik pada dasarnya adalah para pengguna kacamata atau lensa kontak.

Bedah LASIK sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Kalangan polisi dan pilot di mancanegara yang mengalami gangguan penglihatan biasanya akan menjalani operasi LASIK, karena tak mungkin bagi mereka untuk menggunakan kacamata. Di Indonesia, teknologi ini baru dikenal pada tahun 1998, dan hingga terus disempurnakan seiring dengan meningkatnya permintaan. Sedangkan di Amerika Serikat, setiap tahun tercatat rata-rata 700.000 orang yang menjalani bedah LASIK.

Bedah LASIK dimulai dengan membuat lapisan tipis pada kornea dengan menggunakan pisau bedah atau senar laser. Lapisan ini kemudian dibuka dan bagian dalam kornea kita akan dibedah dengan sinar laser sehingga terbentuk permukaan kornea yang baru. Setelah disinar, lapisan atas kornea yang dibuka tadi dikembalikan ke posisi semula untuk menutupi bagian yang telah dioperasi. Pekerjaan bedah LASIK hanya berlangsung kurang lebih 10 menit. Setelah mengikuti bedah LASIK itu, pelan-pelan kita akan mampu melihat dengan tajam, baik dari jarak dekat maupun jauh. Jadi tidak perlu memakai kacamata lagi. Enak kan ?

Tapi, dalam dunia kedokteran, efek samping selalu menyertai kemanfaatannya. Begitu pula dengan bedah LASIK. Meski jarang terjadi, tidak berarti tak ada efek samping dari tindakan ini. Beberapa kemungkinan yang bisa terjadi antara lain sindrom mata kering, ketidaknyamanan atau iritasi, infeksi atau inflamasi, serta sensitif terhadap sinar/cahaya.

Di Amerika, beberapa pasien melaporkan nyeri pada mata dan pandangan kabur setelah menjalani bedah LASIK. Tapi sebagian besar pasien merasa puas dengan operasi tersebut.

Karena itu, pemerintah perlu memberikan peringatan tentang efek samping bedah LASIK. Sebelum memutuskan dibedah LASIK, pasien harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Misalnya, operasi hanya boleh dilakukan saat kondisi matanya sehat, tidak ada kerusakan pada kornea mata, ketebalannya mencukupi, retina bagus, produksi air mata baik, dan tekanan bola mata normal.

Karena itulah, sebelum melakukan operasi, pasien perlu diperiksa secara mendetail. Termasuk usia pasien yang minimal 18 tahun dan tidak sedang dalam keadaan hamil atau menyusui.

Selain kelainan ketajaman penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat dan silindris, secara umum kondisi mata harus sehat. Mereka juga tidak menggunakan lensa kontak setidaknya 14 hari sebelum operasi, dan harus melepas kacamata setidaknya 30 hari sebelum operasi.

Untuk menghindari ketidakakuratan, penentuan derajat kelainan refraksi sebelum dan setelah operasi dilakukan melalui gabungan pemeriksaan objektif dan subjektif.

Pemeriksaan objektif dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti streak retinoscope, ophtalmoscope, dan autorefractometer. Sedangkan pemeriksaan subjektif ditentukan melalui komunikasi antara dokter/ahli mata dan pasien.

Tapi ya, bagi yang belum memakai kacamata, kalau bisa tidak usah sampai menggunakan kacamata. Jaga kesehatan mata kita, agar kita tidak perlu memiliki ketergantungan pada kacamata.🙂

1 Comment

Filed under Sekedar Tahu

One response to “Bebas Dari Kacamata

  1. Tapi kayaknya rada2 ngeri gitu tuh untuk di Lasik… Tapi mo sharing sedikit nih, buat yang udah pake kacamata tapi minusnya masih kecil. Pengalaman saya sih klo minusnya masih 1 ato kurang, mendingan jangan sering2 dipake kacamatanya, dipakenya kalo emang lagi perlu aja, misalkan dikelas untuk liat tulisan di whiteboard, dsb. Pengalaman saya sih sejak 2001 sampe terakhir diperiksa sekitar 2009, minusnya ga berubah, masih tetep minus 0,75…

    Nice share dan terus berkarya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s