Karya Tulis Kami :)

Tugas terakhir Bahasa Indonesia pada semester 5 Rani di SMPn 3 Batam. Bukan tugas individu sih, tapi tugas kelompok. Sekarang, Rani mau men-share hasil kerja kelompok kami. Rani udah dapat izin kok dari anggota kelompok yang lain. Nah, langsung aja kali yak..

~~~

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan segala rahmat dan karunia-Nya untuk memudahkan kami sehingga karya tulis ini berhasil diselesaikan. Judul karya tulis yang kami pilih adalah “Pacaran Pada Remaja”.

Penulisan karya tulis ini adalah merupakan tugas terakhir Bahasa Indonesia untuk siswa/i kelas 9 SMP Negeri 3 Batam untuk semester ganjil TP 2010/1011.

Dalam penulisan karya tulis ini, kami mengucapkan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam proses pembuatan karya tulis ini. Terutama kepada :

  1. Ibu Irma Rahmi, selaku guru pembimbing Bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami sehingga kami termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.
  2. Teman-teman semua yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang turut membantu dalam penyelesaian karya tulis ini.

Diharapkan tulisan ini bermanfaat untuk menambah informasi dan pengetahuan bagi kita para remaja tentang dampak-dampak kegiatan pacaran pada remaja.

Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan, baik pada teknik penulisan maupun materi, mengingat kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan karya tulis ini. Akhir kata kami ucapkan semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

Batam, Desember 2010

Penulis~…………

~~~

BAB I

PENDAHULUAN

Harfiahnya, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sediri. Ahli sosiologi merumuskan bahwa “seseorang” tidak akan bisa hidup dan tinggal sendiri tanpa suatu “kelompok”. Jadi, bagaimanapun kesombongan seseorang, tidak akan kekal dirinya tanpa hidup didampingi orang lain.

Pacaran? Ya.. biasanya orang-orang yang cenderung ‘religius’ mengatakan hal ini adalah sesuatu yang HARAM, TABU, dan SEHARUSNYA TIDAK DILAKUKAN karena sia-sia. Benar, itu hanyalah merupakan suatu pendapat. Bisa dinalar dengan persepsi kita, bisa juga sebaliknya. Maka dari itu kami menyusun ‘Apa sih pacaran itu?’, ‘Bagaimana sih pendapat dan opini perihal pacaran?’, ‘Benarkah Al-qur’an menuliskan bahwa pacaran itu haram?’ dan hal-hal yang masih diragukan lainnya.

1.1Latar Belakang

Di kalangan remaja, seperti yang sedang kami alami saat ini, dorongan untuk mencari jati diri dengan mencoba hal-hal baru amatlah kuat. Dan terkadang jika ‘kelewatan’ bisa merusak akal sehat. Tekanan untuk menjalani masa ‘pacaran’, iming-iming dari orang-orang sekitar, dan siaran media masa-pun turut andil dalam keinginan remaja untuk menjalani sebuah masa ‘pacaran’.

Masa remaja adalah masa yang indah. Banyak hal yang terjadi pada masa transisi remaja dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Satu proses masa yang semua anak manusia telah, sedang dan akan teradi dalam sebuah proses tumbuh kembang remaja. Dunia remaja memang unik, sejuta peristiwa terjadi dan sering diciptakan dengan ide-ide cemerlang dan positif.

Namun demikian tidak sedikit juga hal-hal negatif yang terjadi. Salah satu hal yang menarik dan terjadi dalam dunia remaja adalah trend pacaran yang digemari sebagian remaja walau tidak sedikit juga orang dewasa gemar melakukannya. Bahkan ada rumor yang menarik, bahwasanya bila ada remaja yang belum punya pacar berarti belum mempunyai identitas diri yang lengkap.

Memang tidak dapat dipungkiri bila pacaran merupakan fenomena tersendiri dikalangan remaja. Dan kalaupun dicari satu definisi tersendiri pacaran maka akan sulit. Sebagian ada yang mendifinisikan pacaran adalah ajang dari untuk mendapatkan kepuasan libido seksual, atau pacaran hanya sebagai label ”saya punya pacar dan dapat mendongkrak percaya diri”. Ataukah pacaran adalah suatu hal yang penting karena dengan pacaran kita punya seseorang yang bisa membantu kita dalam mengatasi persoalan hidup dan untuk definisi pacaran tentu akan ada banyak yang lainnya.

1.2Tujuan dan Kegunaan

Sebenarnya tujuan hal ini sederhana saja. Yaitu meyakinkan para remaja untuk tidak sampai terjerumus dalam lingkaran yang merusak masa depan. Banyak yang menyalah-artikan pengertian dari definisi pacaran. Para ahli muslim banyak juga yang memiliki persepsi berbeda tentang pacaran ini. Tetapi semuanya tetaplah berpegang teguh pada pedoman umat manusia, yaitu Alquran atau Kalamullah. Dan seharusnya umat manusia tidak usah berbelit-belit dalam mengartikan dan menerapkan pacaran tersebut. Karena seluruh aturan-aturan dan wahyu Allah, tertera jelas dalam Alquran. Hanya bagaimana mengartikan hal itu saja.

Kami berharap karya tulis ini dapat membantu para remaja untuk lebih mengenal dan mengetahui makna dan dampak dari pacaran itu sendiri.

1.3Sistematika

Banyak yang salah mengartikan definisi pacaran. Hal itu mengakibatkan banyaknya remaja yang saat ini terjerumus dalam ‘pacaran secara tidak sehat’. Karena sebagian besar mereka memiliki persepsi lain mengenai pacaran.

Metode yang kami gunakan dalam merumus karya tulis ini adalah dengan mewawancara beberapa kalangan remaja putra maupun putri di SMPN 3.  Dan juga melakukan pengamatan serta studi pustaka di berbagai media. Langkah utama yang kami ambil adalah mengumpulkan berbagai pendapat dari kelompok remaja di SMPN 3, menyusunnya dalam berbagai kelompok–antara yang lebih memihak dengan pacaran maupun sebaliknya.

~~~

BAB II

PEMBAHASAN

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kekanakan menuju masa kedewasaan. Saat ini, pacaran sudah menjadi kebiasaan yang menjadi tradisi pada kalangan remaja. Bahkan terkadang remaja yang belum pernah berpacaran dikatakan ketinggalan zaman. Sebenarnya, pacaran itu bukanlah  sesuatu yang membuat remaja yang tidak berpacaran menjadi terbelakang. Karena pacaran secara harfiah sebenarnya bukanlah ditujukan untuk remaja. Melainkan untuk orang dewasa yang sudah mulai menuju ke jenjang pernikahan. Dengan melihat kenyataan ini, kami menanyakan beberapa pendapat dari teman-teman di sekolah, tentang definisi pacaran pada remaja menurut pandangan mereka masing-masing. Berikut beberapa diantaranya :

Pacaran adalah salah satu hubungan antara 2 sijoli, pria dan wanita dimana mereka berdua menjalin hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan dan juga lebih dari sebuah persahabatan. Diantara mereka berdua saling mencintai dan melengkapi satu sama lain. – Farras Athiyah –

Pacaran itu adalah perasaan orang yang menempatkan lawan jenis (baik laki-laki maupun perempuan) di tempat yang spesial, yaitu dalam hati. – Achmad Rivaldi –

Pacaran itu adalah bagaimana seseorang belajar untuk bisa menghargai sikap dan menerima kekurangan orang lain. – Atlantiana Damayanti –

Pacaran adalah sebuah proses yang saling melengkapi dan saling memenuhi kekurangan masing-masing individu dengan kelebihan pasangannya serta proses saling introspeksi diri dan saling mengkoreksi kesalahan pasangan secara detail dan mendalam. – Muhammad Hafis –

Pacaran itu merupakan sesuatu yang sia-sia bagi remaja. Karena pacaran dapat menurunkan nilai bagi pelajar dan dapat membuat orang sakit hati. – Muhammad Nur Firdaus I. –

Pacaran itu adalah sebuah dosa, karena pacaran adalah hubungan yang dilarang dalam Islam. – Putri Khairusa’diah –

Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan, definisi dari pacaran pada remaja saat ini adalah sebuah hubungan yang diawali dengan perdekatan dan ketertarikan diantara dua insan yang berlawanan jenis, yang dimulai dengan adanya kesepakatan antara kedua belah pihak.

Dari banyaknya pendapat tentang definisi pacaran, sehingga muncullah dua golongan masyarakat, yang mengatakan bahwa pacaran merupakan hal yang dilarang, atau merupakan hal yang boleh-boleh saja dilakukan. Bagi remaja Islam, terkadang terjadi pertentangan mengenai pacaran tersebut.

Definisi pacaran yang sebenar-benarnya adalah “persiapan menikah”. Mengingat bahwa menikah merupakan langkah besar dalam kehidupan, kita pada umumnya takkan mungkin siap nikah tanpa mempersiapkannya. Sebagian ummat muslim menyangka bahwa kita bisa siap menikah tanpa pacaran lebih dahulu.

Ada juga yang mengharamkan pacaran sebelum menikah karena menyangka bahwa “bentuk pacaran pasti tidak lepas dari perkara-perkara haram, khususnya zina”. Persangkaan mereka ini adalah keliru !

1)      Katanya, “Pacaran adalah jalan menuju zina”. Mereka menunjukkan ayat “Dan janganlah kamu mendekati zina…” (QS Al Isra’: 32). Namun, mereka sama sekali tidak menyodorkan bukti yang meyakinkan bahwa pacaran itu identik dengan “jalan menuju zina”. Padahal, hasil penelitian ilmiah justru menunjukkan bahwa pacaran itu TIDAK identik dengan “mendekati zina”.

2)      Katanya, “Pacaran melanggar perintah Allah untuk menundukkan pandangan.” Kita bisa menanggapi pernyataan mereka ini dengan dua pernyataan. Pertamapacaran tidak harus dengan pandang-memandang. Jangankan cuma menundukkan pandangan. Tidak memandang sama sekali pun bisa diwujudkan dalam pacaran. Kedua, perintah menundukkan pandangan itu berlaku untuk yang disertai dengan nafsu birahi. Bila tidak disertai dengan nafsu birahi, maka memandang lawan-jenis nonmuhrim (termasuk pacar) TIDAK haram.

3)       Katanya, “Pacaran seringnya berdua-duaan.” Lagi, kita bisa menanggapi pernyataan ini dengan dua pernyataan. Pertama, pacaran tidak harus dengan berdua-duaan. Pacaran bisa dilakukan bersama-sama dengan orang lain. Kedua, berduaan dengan lawan-jenis nonmuhrim tidak selalu terlarang. Ada kalanya berduaan itu diperbolehkan, yaitu bila dalam keadaan terawasi.

4)      Katanya, “Dalam pacaran, tangan pun ikut berzina [karena bersentuhan]“. Mereka menunjukkan dalil “… zina tangan adalah menyentuh …”. Padahal, yang dimaksudkan dalam dalil tersebut adalah yang disertai dengan nafsu birahi. Jadi, menyentuh tanpa disertai dengan nafsu birahi itu TIDAK tergolong zina tangan. Selain itu, tanpa bersentuhan pun pacaran bisa dilakukan.

Dengan demikian, argumentasi mereka yang mengharamkan segala jenis pacaran tidak bisa menjadi pegangan. Bagaimanapun, ada jenis pacaran yang yang terlarang (yang jahiliyah), tetapi ada juga jenis pacaran yang dibolehkan (yang islami).

Awal dari pacaran bermula ketika remaja masuk dalam tahap pubertas. Bila dilihat dari sudut pandang biologis. Pubertas diawali dengan adanya tanda-tanda perubahan baik secara primer, sekunder, maupun tersier. Dari tanda-tanda inilah yang menyebabkan seorang remaja tertarik dengan lawan jenisnya.

Bila ditinjau secara umum remaja jatuh cinta kepada lawan jenis karena beberapa hal antara lain:

a)      Karakter

b)      Fisik

c)      Agama

d)      Harta

e)      Perhatian yang diberikan

Kelley dalam Burhan Shadiq membagi cinta menjadi tiga macam yaitu :

a)            Cinta nafsu

> Cinta jenis ini cenderumg tak terkontrol karena hubungan antara dua orang yang dikuasai oleh emosi.

b)            Cinta pragmatis

> Cinta jenis ini cenderung dapat mengontrol perasaan.

c) Cinta atruistik

> Cinta yang disertai kasih sayang yang tak terbatas. Misalnya cinta seorang ibu kepada anaknya.

Satu sisi kenyataan dalam gaya pacaran remaja menjadikan kasus seksualitas semakin meningkat. Adanya libido seksualitas yang diberikan Allah SWT yang tidak mampu di kelola remaja secara benar dan pada saat yang seharusnya dilakukan, hal ini sering menyebabkan kekeliruan yang fatal. Gaya pacaran kearah yang negatif menjadi beberapa gaya pacaran remaja awal, pertengahan dan remaja dewasa sekarang ini.

Sebagaian remaja tidak tahu dari efek yang dilakukannya karena minimnya informasi tentang pendidikan seksualitas sesuai dengan kultur budaya dan religius. Tapi, ada juga remaja yang tahu efek dari gaya pacaran yang negatif dan kurang peduli dengan akibat yang akan terjadi. Kalau boleh diistilahkan dengan kata pacaran tidak sehat.

Hal ini tentu banyak efek negatifnya. Misalnya saja saat pacaran, tentunya remaja punya banyak keinginan yang belum boleh dilakukan dimasa remaja. Keinginan itu bisa berbentuk berpegangan tangan, mencium dahi dan sebagainya, yang katanya sebagai tanda kasih sayang. Tapi kadang kala ciuman di dahi bisa berlanjut kearah yang lebih jauh. Bagaikan berenang di air yang deras lama-lama juga terseret arus.

Sama halnya dengan ciuman-ciuman yang dilakukan oleh remaja. Dari dahi menuju ke pipi dari pipi berlanjut ke bibir dari bibir berlanjut ke leher dari leher berlanjut ke sekwilda (sekitar wilayah dada) dan ini yang disebut dengan pacaran foto close up dan selanjutnya bisa terjadi aktifitas yang lebih jauh, bahkan bisa jadi sampai ke gaya pacaran foto post card (melakukan hubungan seksualitas) dikalangan remaja.

Gaya pacaran para remaja zaman sekarang yang cenderung tidak sehat, memiliki banyak sekali dampak negatif antara lain:

a)      Meningkatnya tingkat aborsi

> Bila seorang remaja putri pacaran dan dia terlanjur hamil akan teteapi kekasihnya tidak mau bertanggung jawab maka jalan yang ia tempuh adalah aborsi (menggugurkan kandungan). Zinanya saja sudah dosa besar, sekarang dia malah membunuh nyawa yang tidak berdosa.

b)      Meningkatnya tingkat kematian wanita.

> Hasil dari gaya pacaran yang tidak sehat salah satunya adalah kematian. Karena aborsi yang dilakukan oleh para remaja biasanya bersifat sembarang. Konon lagi dengan bantuan dukunyang tidak mendapatkan pengetahuan medis.

c)      Adanya Free sex.

> Hal yang lebih mengerikan lagi akibat dari pacaran yang tidak sehat adalah seks bebas (freesex). Mereka pertama melakukan hal yang terlarang itu tetapi kemudian mereka cenderung ketagihan.

d)      Menyebarkan penyakit.

> Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dampak dari seks bebas adalah mewabahnya berbagai jenis penyakit kelamin seperti HIV/ AIDS, sipilis dan penyakit kelamin lainnya.

e)      Meningkatnya penggunaan narkoba

> Pada usia remaja adalah usia di saat dimana seseorang mencari jati diri. Pada usia ini akan sangat rentan akan berbagai hal salah satunya adalah lingkungan. Pacar adalah salah satunya, bila pacarnya adalah pengguna narkoba maka kemungkinan besar dia juga akan terseret.

f)       Meningkatnya kriminalitas.

> Akan tetapi dilain pihak pacaran juga dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan kita antara lain :

  1. Problema cinta seperti patah hati, naksir dan perselingkuhan bisa menjadi sebuah pengalaman yang mendukung kita menjadi lebih dewasa dan matang.
  2. Pacar bisa memberikan motivasi kepada kita agar dapat berpikir kedepan.
  3. Dengan cinta dapat mengubah perilaku seseorang menjadi lebih progresif. Misalnya seseorang yang tadinya malas belajar mendadak jadi rajin belajar karena dorongan dari sang pacar.
  4. Belajar mengenal dan menerima orang lain dalam kehidupan pribadi.

Orang yang berpacaran biasanya akan menghabiskan banyak waktu dengan pacarnya, terlebih momen-momen liburan. Tahukah bahwa sebenarnya orangtua pun menginginkan kebersamaan dengan anaknya? Entah dengan berekreasi bersama, berkebun bersama, membuat kerajinan atau yang lain-lain. Namun disisi lain kita malah menghabiskan waktu dengan oranglain.

Tak jarang orangtua menjadi sedih dan merasa dianggap tidak penting. Tapi kalau tidak mau pergi bersama pacar, nanti pacar marah. Coba kalau ditanya balik kepada para remaja yang berpacaran, lebih berdosa yang mana, membuat orangtua sedih dan marah atau membuat pacar marah ? Bagaimanapun juga akal sehat akan lebih memilih untuk tidak membuat orangtua sedih dan marah. Namun terkadang setan lebih lihai dalam menjerumuskan manusia.

Ada beberapa tahapan dalam berpacaran;

  • Tahap ketertarikan

Dalam tahap ini tantangannya adalah bagaimana mendapatkan kesempatan untuk menyatakan ketertarikan dan menilai orang lain. Munculnya ketertarikan kita sama

seseorang, misalnya, karena penampilan fisik (dia ganteng/cantik, tinggi, dsb), kemampuan (pintar), karakteristik atau sifat (sabar, cool, periang) dan lain-lain. Menurut para ahli, umumnya cowok pada pandangan pertama lebih tertarik pada penampilan fisik. Sedangkan cewek lebih kepada karakteristik atau kemampuan yang dimiliki cowok.

  • Tahap ketidakpastian

Pada masa ini sedang terjadi peralihan dari rasa tertarik ke arah rasa tidak pasti. Maksudnya, kita mulai bertanya-tanya apakah dia benar-benar tertarik sama kita atau sebaliknya apakah kita benar-benar tertarik sama dia. Pada tahap ini kita mendadak ragu apakah mau melanjutkan hubungan atau tidak. Kalau kita tidak mampu memahami tahapan ini, kita akan mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya.

  • Tahap komitmen dan keterikatan

Pada tahap ini yang timbul adalah keinginan kita kencan dengan seseorang secara eksklusif. Kita menginginkan kesempatan memberi dan menerima cinta dalam suatu hubungan yang khusus tanpa harus bersaing dengan orang lain. Kita juga ingin lebih rileks dan punya banyak waktu untuk dilewatkan bersamanya. Seluruh energi digunakan untuk menciptakan saling cinta dan hubungan yang harmonis.

  • Tahap keintiman

Dalam tahap ini mulai dirasakan keintiman yang sebenarnya, merasa lebih rileks untuk berbagi lebih mendalam dibandingkan dengan masa sebelumnya, dan merupakan kesempatan untuk lebih mengungkapkan diri kita. Tantangannya adalah menghadapi sisi yang kurang baik dari diri kita. Tanpa pemahaman yang baik bahwa cowok dan cewek mempunyai reaksi yang berbeda terhadap keintiman, kita akan mudah mengambil kesimpulan yang salah bahwa terlalu banyak perbedaan antara kita dan dia untuk melanjutkan hubungan.

Untuk mengantisipasi persoalan-persoalan dalam pacaran agar dampaknya tidak lebih buruk lagi diperlukan suatu penanganan, antara lain :

  • Mensosialisasikan gaya pacaran sehat.

Gaya pacaran sehat mengambil konsep yang positif, dimana remaja akan sehat fisik, tidak meruasak diri sendiri dan orang lain.

  • Memberikan informasi yang cukup mengenai seks.

Pendidikan seks adalah suatu hal yang penting agar remaja sejak dini mengetahui tentang pendidikan seks.

  • Menggunakan aspek agama.

Dalam hal ini remaja harus mempertimbangkan aspek agama, yang melarang tindakan seksualitas diluar nikah.

  • Menggunakan aspek budaya.

Budaya yang ketimuran perlu diajarkan pada remaja.

  1. Menggunakan pendekatan, tindakan represif, kuratif dan rehabilitasi.
  2. Menyediakan sarana-sarana tempat remaja mengaktualisasikan bakat dan potensi.

Pacaran yang sehat dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Saling terbuka, mau berbagi pikiran dan perasaan secara terbuka, jujur, mau berterus terang dengan perasan kita terhadap tingkah laku pacar. Siap nerima kritik dan kompromi.
  2. Menerima pacar apa adanya yang dilandasi oleh perasaan sayang. Tidak menuntut sesuatu yang berada di luar kemampuannya.
  3. Saling menyesuaikan. Kalau dalam proses ini terlalu sering ribut, maka sangat perlu mempertimbangkan kemungkinan berpisah karena mungkin memang tidak cocok.
  4. Tidak melibatkan aktivitas seksual karena dapat mengaburkan proses saling mengenal dan memahami satu sama lain.
  5. Mutual dependensi, masing-masing merasakan adanya saling ketergantungan satu sama lain. Oleh karena itu, diharapkan kita dan pacar mampu melengkapi kekurangan, sedangkan kelebihan yang dimiliki diharapkan mampu menutupi kekurangan pasangan.
  6. Mutual respect, saling menghargai satu sama lain dalam posisi yang setara.

~~~

BAB III

PENUTUP

3.1      Simpulan

Menurut pandangan beberapa golongan, pacaran adalah haram dalam Islam. Namun, setelah dikaji lebih mendalam, argumentasi yang mengharamkan segala jenis pacaran tidak bisa menjadi pegangan. Ada jenis pacaran yang yang terlarang, tetapi ada juga jenis pacaran yang diperbolehkan.

Pacaran adalah sesuatu yang khas dengan dunia remaja. Mereka mulai mengenal cinta setelah pubertas. Tetapi pacaran pada anak remaja harus bersifat sehat dan positif, karena dengan pacaran yang sehat mereka tidak akan tersesat dalam gaya hidup bebas.

Pacaran dapat memberikan dampak yang positif bagi remaja, akan tetapi dilain pihak sisi negatifnya juga banyak. Maka untuk itu kita harus mengkondisikan agar remaja berpacaran yang sehat agak menghindari dampak negatif tadi.

Untuk itu diperlukan kerja sama dari berbagai pihak agar remaja tidak terjerumus kedalam pacaran yang tidak sehat yang mengarah pada freeseks.

3.2      Kritik dan Saran

Tidak sedikit remaja yang terjerumus kedalam pacaran yang tidak sehat. Mereka yang terjebak dalam freeseks menghancurkan masa depannya sendiri. Ini dikarenakan minimnya informasi pendidikan seksualitas diantara kalangan remaja. Orangtua punya tanggungjawab besar untuk mengawasi putra-putrinya yang sudah remaja agar tidak menjadi korban.

Sebagai remaja yang baik dan berpendidikan, kita harus dapat membedakan yang mana yang baik dan buruk, yang betul dan salah, serta yang positif dan negatif. Ini semua demi diri kita dan masa depan kita nanti. Jangan pernah coba-coba sesuatu yang belum tentu baik, apalagi yang sudah jelas tidak baik.

~~~

DAFTAR PUSTAKA

Pontoh, Rudi S. 2006. Pacaran Sehat Tips & Trik Buat Remaja. Jakarta: PT Gramedia Pustaka  Utama.

http://pacaranislami.wordpress.com/

~~~

Anggota Kelompok :

  • Farah Nur Afifah
  • Intan Adevia Rosnarita
  • Mona Wulan Sari
  • Nyak Nisa Ul Khairani KF

~~~

Rani memosting karya tulis ini bukan untuk free copy-paste. Ok. Mohon kerjasamanya.🙂

2 Comments

Filed under Uncategorized

2 responses to “Karya Tulis Kami :)

  1. VERY GOOD !!!

    Sebuah Karya yang DAHSYAT !!

    salam dari kami
    your fans🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s