I’m Muslimah and Very Happy ♥

Hmm, Rani abis nonton film India yang berjudul “My Name Is Khan” tadi. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari film itu. Menurut Rani sangat bagus, menginspirasi. Membuat kita selalu berpikir positif atas segala yang terjadi.

Jalan ALLAH adalah jalan penuh cinta. Bukan jalan penuh kebencian.

Jadi tidak butuh rasa dendam. Tidak butuh iri-irian. Kata orang, “nambah dosee aje.”

Jadi sekarang Rani mau posting apa? Posting tentang film India itu?

Oh, bukan.. Hhehe, itu hanya opening aja. wkwkwkwk

Rani mau sharing nih, khususnya buat kaum hawa. Seharusnya tidak ada keraguan sedikitpun dalam hati untuk menjadi seorang muslimah. Bicara tentang seorang ‘Muslimah’ *yang tentunya seorang Muslimah yang sebenarnya*, apa yang ada di dalam pikiran teman semua ? Seorang wanita yang menutup auratnya, dengan segudang dalil-dalil yang siap dilontarkan disetiap kesempatan ?

Dengarkan Rani, kalau kita menjadi seorang Muslimah sejati, kita pasti akan mengatakan dengan pasti, disertai senyum indah terukir di wajah,

“I’m Muslimah and Very Happy”

Bagaimana tidak bahagia, kalau dengan kemuslimahan ini kita masih tetap bisa melakukan banyak hal tanpa perlu melanggar aturanNya. Bagaimana tidak bahagia, kalau dengan kemuslimahan ini kita menjadi lebih baik dari hari ke hari dalam keta’atan karenaNya. Dan bagaimana kita tidak bahagia, karena semakin kita bangga dengan kemuslimahan ini, maka semakin ALLAH SWT menyayangi kita. Lagipula, menjadi seorang Muslimah bukan berarti terkurung, terikat dan tak bisa berkembang.

Tahukah kamu apa artinya jika ALLAH SWT telah sayang pada seseorang? Mari kita dengar firmanNya dalam sebuah hadits qudsi berikut ;

Berkata Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :

Apabila ALLAH mencintai seorang hamba, maka ALLAH Ta’ala memanggil Jibril AS seraya berfirman :

Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan maka cintailah dia.”

Beliau SAW kemudian bersabda :

Maka Jibril AS pun mencintainya. Kemudian Jibril memanggil terhadap penghuni langit : ‘Sesungguhnya ALLAH mencintai Fulan, maka cintailah ia.’ Maka seluruh penghuni langit mencintainya. Kemudian di bumi ia diterima.

Apabila ALLAH membenci seorang hamba, maka Dia Ta’ala memanggil Jibril AS seraya berfirman :

“Sesungguhnya Aku membenci si Fulan, maka bencilah ia”

Lalu ia dibenci oleh Jibril AS. Kemudian Jibril AS memanggil penghuni langit : ‘Sesungguhnya ALLAH membenci Fulan, maka bencilah kamu sekalian terhadapnya.’

Kemudian Beliau SAW bersabda : Kemudian ia di bumi dibenci oleh orang-orang.

[HQ. 3.5 Ditakhrijkan oleh Al-Bukhari, Muslim] [MZ74-79]

Lalu, apa lagi yang kurang dalam hidup ini jika ALLAH SWT, para malaikat, penghuni langit, dan penghuni bumi sedemikian istimewa menempatkan kita? Yakinlah, kita tak kan pernah merasa sendiri meski sedang seorang diri?

Akan selalu ada kebaikan dalam kebaikan tercipta, karena memang demikianlah keberkahan hidup terengkuh. Dan pastinya berbeda sekali dengan kedudukan orang kedua dalam hadits tersebut, dimana pasti menjadi pilihan berikutnya jika tak memilih pilihan sebelumnya, yaitu menjadi seseorang yang dicintai ALLAH SWT.

Jika jelas demikian, lalu alasan apa yang masih membuat sebagian dari kita enggan hidup dengan kemuslimahan ini?

Apa ? Katanya jadi muslimah itu ribet?

Apakah yang kamu anggap ribet itu mengenakan kain penutup kepala [jilbab/kerudung] yang lebar hingga menjuntai ke dada? Sementara itu adalah penjagaan terbaik dari ALLAH yang disebut hijab. Yang maknanya lebih dari sekedar kain penutup kepala. Yang dengannya engkau tak hanya aman, namun juga mengamankan mata dari yang bukan haknya.

Apakah yang kamu sebut ribet itu harus memakai pakaian panjang longgar dan tidak transparan? Sementara justru itulah letak harga diri fisikmu. Pun demikian, kamu juga aman dan mengamankan syahwat para lelaki yang tak kuat iman. Itulah yang disebut langkah preventif dari pintu perzinahan, terlebih lagi (na’udzubillahi min dzalik) pemerkosaan.

Kalaupun toh memang ribet, hanya seribet itu kan? Ribet yang takkan membuat hidupmu sengsara. Sedikit kepanasan bukan masalah besar, toh akan menjadi sangat biasa jika kamu mengenakannya tiap hari.

Ah, jika kita bicara ribet, bukankah shalat lima waktu itu lebih ribet dari pada yang “sembahyang” seminggu sekali? Jangan-jangan kamu mengatakan shalat lima waktu itu ribet? Ups, maaf.. Bukan bermaksud su’udzan. Rani hanya mau mengingatkan, emang apa sih ribetnya shalat lima waktu itu ? Tidak makan waktu banyak juga kan?

Katanya jadi muslimah itu sulit?

Hei, jangan melucu. Bukannya justru sangat simple dan sangat nyaman dengan apa yang ada. Tidak perlu punya se-tas make-up tuk memoles wajah agar tetap terlihat cantik menarik, toh wanita bukanlah benda pajangan yang harus menarik perhatian. Kita sedang tidak jualan diri sayang! Tapi kita sedang hidup dengan akal, hati, dan jasad kita sebagai manusia yang bemartabat.

Muslimah tidak perlu update fashion hanya agar tidak dibilang kampungan dan ketinggalan jaman. Karena pakaian takwa ini adalah model yang tidak pernah lekang dimakan jaman. Akan tetap seperti ini dari dulu dan sampai kapanpun. Kenapa bisa demikian? Karena acuan syarat pakaian takwa ini sudah dipatenkan langsung dari yang menciptakan jaman, yang tentu saja lebih tahu tentang perkembangan jaman. Acuan syarat yang jauh lebih valid dan sempurna, karena juga diperhatikan efek samping untuk diri sendiri maupun untuk orang di sekitar.

Jadi, apanya yang sulit? Oh, apakah tidak bersentuhannya dengan lawan jenis yang bukan mahram, meskipun hanya berjabat tangan itu yang disebut sulit? Ketahuilah, bahwa justru itulah bagian dari istimewanya muslimah. Tak disentuh selain pada yang sudah berhak. Dengan garis jelas antara haram dan halal.

Dan siapa bilang sulit? Hanya perlu sedikit bersiasat agar tetap aman dan nyaman. Misalnya kamu hanya perlu menelangkupkan kedua tangan di depan dada, sedikit tersenyum sambil berucap, “Maaf, saya sudah wudhu.” kalau ketemu lawan dan suasana yang tidak kondusif untuk menjelaskan bahwa memang selain mahram dilarang bersentuhan. Karena tidak bisa dipungkiri masih banyak yang “belum bisa menerima” bahkan ada yang belum mengerti tentang hukum yang satu ini, dimana pernah dikisahkan bahwa Rasulullah SAW lebih memilih ditusuk dengan besi panas dari pada menyentuh wanita yang bukan mahram.

Dan ini sedang tidak berbohong, karena kalimat bentuk lampaunya tidak menjelaskan kapan waktu wudhunya, “sudah wudhu” bisa berdurasi sejam yang lalu, sehari yang lalu, seminggu yang lalu, sebulan yang lalu, atau kalau perlu setahun yang lalu. Jadi, kalau masih juga bilang sulit, itu tandanya sih kurang kreatif saja kali ya?

Apa? Jadi muslimah itu kudu pinter ngaji? Banyak tahu tentang hukum agama? Tidak boleh tertawa celakakan? Tidak boleh teriak-teriak? Tidak boleh jutek? Tidak boleh bla, bla, bla…

Ayolah, jangan lagi cari-cari alasan, karena semakin banyak alasan semakin menunjukkan kualitas diri, pun semakin menunjukkan kesalahan. Semuanya ada awal mulanya, semua ada proses dan alurnya. Kita hanya perlu satu kata kunci sukses menjadi muslimah, yaitu taat. Bahasa Al-Qur’an-nya sih sami’na wa atha’na. Karena demikianlah sikap dan sifat para sahabat/sahabiyah dahulu ketika menerima ketentuan syari’at dari untaian tutur sang Rasulullah SAW.

Taatlah niscaya akan bahagia. Bukan bahagia yang semu, bukan bahagia yang dibayangi kekhawatiran takut kehilangan kebahagiaan itu sendiri. Tapi ini bahagia yang mengkristal ke dasar kalbu. Bahagia yang membahagiakan. Karena hanya ada kata sabar dan syukur di dalamnya, yang bermula dari rasa yang sama; percaya akan kebaikan-kebaikan di setiap takdirNya. Tak ada umpatan, keluhan, apalagi penyesalan tentang kehidupan.

Jadi jika demikian tentang kebahagian itu, maka siapa lagi kalau bukan kitalah yang paling lantang berkata, “I’m muslimah and very happy.”

Postingan ini diharapkan bermanfaat bagi saudari-saudari Rani semua yang masih bimbang akan kemuslimahannya. Untuk apa bimbang, yakinkan hatimu, yakinkan dirimu, kita adalah muslimah sejati calon penghuni surga ALLAH.

🙂

Rani mau terima kasih buat dik Aisyah Amieni, karena sudah memberikan artikel yang bagus. Syukraan..

1 Comment

Filed under ISLAM, remaja

One response to “I’m Muslimah and Very Happy ♥

  1. Aisyah Amieni

    ehehe, sama sama kak nisa (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s