Cintanya Rasulullah SAW ♥

Mungkin memang sudah berapa kali kita membaca artikel singkat ini.

Tapi untuk Rani pribadi, tak bisa menahan air mata usai membacanya. Betapa mengharukan, betapa menyentuh, sungguh..

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad,
wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad

~ AIR MATA RASULULLAH SAW ~

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya.” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenangnya. “Ketahuilah anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut.” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kepadanya kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih ALLAH dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan ALLAH ?!”, tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak !” . “Jangan khawatir, wahai Rasul ALLAH, aku pernah mendengar ALLAH berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?”, tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,?” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya ALLAH, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii.” – “Umatku, umatku, umatku”

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, kita tanyakan kepada diri kita masing-masing. Tanyakan hati kecil kita.
Mampukah kita mencintai sepertinya?
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad,
wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad

~~~

Sebarkanlah kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk lebih mencintai ALLAH dan RasulNya, seperti ALLAH dan RasulNya mencintai kita.

Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah cinta fana belaka.

Cintai Rasulullah SAW

Usah gelisah apabila dibenci oleh manusia karena masih banyak yang menyayangi mu di dunia. Tapi gelisahlah apabila dibenci ALLAH karena tiada lagi yang mengasihimu di akhirat nanti.

Leave a comment

Filed under ISLAM, remaja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s