Mereka yang Kurang Beruntung

Mereka yang Kurang Beruntung
by : Nyak Nisa Ul Khairani KF

Miris teriris berjejak di hati

Air mata mungkin takkan kering membasahi pipi

Betapa beruntungnya kita wahai kawan

Bila dibandingkan oleh saudara kita yang di bawah

Mereka-mereka yang kurang beruntung

Setiap harinya harus berjuang

Pahit manisnya kehidupan mereka rasakan

Tapi terlalu banyak bumbu pahit yang tertelan

Namun hati mereka tegar bak karang ditengah amukan badai

Mereka menjerit di dalam hati

Sekeras guntur yang menyusur di payungi awan mendung

Namun yang di atasnya tutup mata, tutup telinga

Tidak mau melihat, tidak sudi mendengar

Senyum para petinggi bukanlah pelipur lara mereka

Ketika yang beruntung tertawa di ruang dingin tertutup

Mereka yang kurang beruntung menangis terbakar matahari

Ketika mereka yang beruntung menyampakkan bulir nasi ke tanah

Mereka yang kurang beruntung mengais penuh harapan

Mereka-mereka yang tidak lulus melewatinya

Mungkin hanya sebagai pengunjung dunia yang lewat

Menumpang penuhi bumi yang sudah penuh ini

Hanya bisa terdiam, menunggu dan bersabar

Kepada orang-orang yang bahkan tidak mau tahu akan mereka

Dan orang-orang yang tahu namun pura-pura tak tahu

Sedari ayam berkokok sampai anjing menggogong

Mencari rupiah demi rupiah untuk bertahan hidup

Sekarang memang banyak layanan masyarakat menjamur

Program pemerintah yang bagai berlian bersinar dalam lumpur

Mencoba menghapus kebodohan, mengikis kemiskinan

Namun apa mereka menikmatinya ?

Cobalah wahai para petinggi

Lihat kondisi mereka yang kurang beruntung

Coba dengar jeritan hati mereka yang memilukan akan hidup

Dalam hati mereka yang terdalam

Mungkin mereka meminta lebih baik tidak dilahirkan

Kalau hidup hanya untuk menderita dan merana

Seakan Tuhan melimpahkan hukuman dunia di pundak mereka

Dan mereka-mereka yang telah tiba masanya

Adalah beruntung bila bisa tersenyum di akhir hayatnya

Kita salah bila mengira mereka rendah, kotor, hina

Seharusnya kita belajar dari mereka yang lebih tahu akan arti hidup sebenarnya

Seharusnya kita malu akan diri kita

Yang hanya berlindung di dalam tempat persembunyian

Dan mereka yang telah tiada

Tanpa dikenal dan diketahui dunia bahwa mereka pernah ada

Menjadi jiwa-jiwa yang tenang

Yang bertaburan dan menghalbur di angkasa raya

Menjadi bintang di langit malam yang dilupakan

Dan aku hanya punya air mata untuk mereka

Untuk kepedihan dan hidup mereka yang kurang beruntung

__♥ Missing Princess ♥__

——————————————————————————————

My lovely guest, Please don’t copypaste without permission. thank you.🙂

Leave a comment

Filed under Puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s