Syukran dan Afwan

“Syukran ya kk.. ^^”

“Afwan.. :)”

Berulang kali setiap Rani ketemu (ataupun mengatakan) syukran kepada siapapun itu, secara garis besar jawabannya adalah afwan.

Kata syukran di atas arti kata awalnya adalah syukur (aku bersyukur atas ini; tetapi diterjemahkan secara komunikatif menjadi ‘terima kasih’). Lantas kok jawabnya malah minta maaf?? (afwan=maaf).

Sebenarnya ini adalah kebiasaan orang Arab. Apabila seseorang mengucapkan ‘syukran’ kepada kita, maka kita menjawabnya dengan ‘afwan’.

Nah, dari kebiasaan orang Arab ini, kita bisa mengambil pelajaran. Mengapa ketika diucapkan pada mereka kata ‘syukran’ maka jawabannya adalah ‘Afwan’ ? Itu semua dikarenakan mereka masih merasa perlu meminta maaf ketika sudah berbuat baik kepada seseorang. Mereka merasa bahwa seharusnya mereka masih bisa melakukan lebih daripada itu, namun yang dilakukan hanya sebatas itu. Sehingga masih merasa perlu mengucap kata ‘Afwan’.

Bingung gak? Hhaha. Sama, Rani juga awalnya bingung. Gimana mau ngejelasinnya ya ?

Begini aja deh, Rani kasi satu contoh dalam satu cerita [amat] singkat..

Nisa memberi  makanan berupa nasi goreng kepada Humairah *hmm, di Arab ada nasi goreng ga ya? nasgor kan dari China :D*. Kemudian Humairah mengucapkan “Syukran wa jazaakallah, ukhti..”. Nisa, karena merasa seharusnya mampu memberikan lebih daripada nasi goreng mengucapkan kepada Humairah, “Afwan wa iyyaka, ukhti.”

Sekarang udah lumayan ngerti kan??😀 Maklum, Rani kurang lihai dalam menjelaskan. Afwan..

Itulah sedikit tentang syukran dan afwan.

Tidak seperti orang Indonesia yang kalo diucapkan padanya terima kasih, maka jawabannya adalah ‘sama-sama’, atau ‘ga masalah’.. Seolah dia memang pantas untuk mendapatkan ucapan terima kasih itu. Yang dilakukan orang Indonesia ini sama dengan yang dilakukan oleh orang yang menggunakan bahasa Inggris. Thank You, maka jawabannya adalah ‘you’re welcome’ atau ‘doesn’t mind it’.

Kalo Rani sih, lebih setuju dengan kebiasaan orang Arab mengenai konsep ucapan terima kasih ini.

Satu hal lagi, orang Arab atau orang yang menggunakan bahasa Arab, sangat senang sekali dalam tutur katanya mendoakan orang lain. Misalnya dalam pengumuman hasil ujian. *Ini Rani baru tau lho, baca di blog orang. hhehe* Selain ‘Lulus’, istilah lainnya adalah bukan ‘Tidak Lulus’, melainkan ‘Semoga Allah Mengizinkan di lain waktu’. (dan tentunya menggunakan bahasa arab. :D)

Sungguh indah sekali jika kita senang menebar doa kepada lawan bicara kita dalam keseharian kita. Kita saling mendo’akan satu sama lain, kan enak tuh? Kita dapat pahala,plus di do’ain lagi sama orang.

Jadi, mari mencontoh kebiasaan orang arab tentang konsep ucapan terima kasih ini. Selagi itu baik dan benar, tak ada salahnya kan?? Ga rugi kok.. Ga kena pajak lagi. (emang apaan?? :D)

Barakallahu fiik, bagi yang membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat…

Syukran untuk blognya Om Dinoyudha, Rani dapat memetik pemahaman dari sana.🙂

4 Comments

Filed under ISLAM, Sekedar Tahu

4 responses to “Syukran dan Afwan

  1. sebetulnya sih aku gak ngerti tapi yasudahlah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s