Shalat, Shalat, dan Shalat..

– Ukhti KhaiRani –

Shalat adalah salah satu ibadah wajib bagi ummat Islam. Nah, kali ini kita akan membahas sedikit sekitar masalah shalat.. cekidot !!

Samakah Shalat dan Sembahyang??

Terkadang orang menganggap kata shalat dan sembahyang itu sama saja. Sekarang kita akan mengusut, apakah benar, kalau shalat dan sembahyang itu sama saja??

Shalat berasal dari bahasa Arab. Arti ‘shalat’ adalah do’a yang baik. Sedangkan kata sembahyang berasal  dari bahasa Sansekerta yang biasa juga digunakan agama Hindu. Arti sembahyang ialah menyembah Hyang (Tuhan). Meskipun maksud shalat dan sembahyang sama, tapi alangkah lebih baik lagi bila kita membiasakan diri dengan menggunakan kata shalat daripada sembahyang.

Kata ‘shalat’ hanya digunakan oleh ummat Islam. Shalat mengandung bacaan dan perbuatan tertentu yang diawali dengan takbiratul ihram (Allahu Akbar/Allah Maha Besar) dan diakhiri dengan salam. Jadi, shalat tidak sekedar menyembah Tuhan, tetapi ada hal-hal khusus lainnya.

Shalat adalah ibadah utama ummat Islam, bahkan dikatakan sebagai tiang agama. Amalan yang pertama diperhitungkan di alam *padang* mahsyar nanti juga adalah shalat. Selain itu, shalat juga merupakan pembeda kita dengan orang kafir. Maksudnya, kita bisa mengetahui dan mengatakan seseorang itu beragama Islam jika kita melihat ia melakukan shalat. Bila ia tidak melakukan shalat, maka dia sama saja dengan orang kafir.

Rasulullah SAW sebelum wafat pernah berpesan kepada ummatnya agar selalu menjaga shalat sebaik-baiknya. Shalat adalah rukun Islam kedua setelah mengucapkan kalimat syahadat. Kembali lagi, shalat adalah tiang agama. Jika tidak ditegakkan, bisa meruntuhkan agama Islam.

Mengapa Shalat Hanya 5 Waktu??

Perintah shalat turun pada saat Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kala itu Rasulullah mendapatkan perintah shalat sebanyak 50 kali dalam sehari. Wew, bagaimana ya kalau kita harus shalat 50 kali sehari?? Rasanya kita takkan sanggup. Oleh karena itu, Rasulullah dianjurkan oleh Nabi Musa AS untuk meminta keringanan kepada ALLAH. Maka, Rasulullah pun meminta keringanan kepada ALLAH. Rasulullah melakukannya berkali-kali, lho!! Setiap beliau meminta keringanan, istilahnya, seperti ALLAH memberikan diskon 5 kali waktu shalat. Hingga pada akhirnya ALLAH menetapkan waktu shalat wajib hanya 5 kali dalam sehari semalam. Bayangkan, 45 kali waktu shalat sudah ALLAH ringankan, dan kita masih juga ogah-ogahan shalat? Na’udzubillahi mindzaliq..

Mengapa ALLAH akhirnya hanya menyuruh kita shalat 5 kali sehari?? Hanya ALLAH yang paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Salah satu manfaat yang bisa kita ambil adalah kita bisa beristirahat pada waktu yang tepat. Ini didasarkan dari penelitian para ahli. Setelah beraktifitas, bekerja atau belajar pada pagi hari, ternyata manusia butuh istirahat. Menurut penelitian mereka, waktu yang paling tepat umtuk istirahat adalah setelah waktu shalat Dzuhur.

Shalat wajib yang harus kita lakukan memang hanya 5 kali. Namun, bagi yang berkemampuan bisa melaksanakan shalat sunnah untuk meningkatkan nilai ibadah. Udah tahu kan, apa saja yang 5 waktu itu?? *perhatikanlah, membentuk kata ‘ISLAM’*

  • Isya
  • Subuh
  • Lohor (Dzuhur)
  • ‘Asar
  • Maghrib

Jika rata-rata kita melakukan shalat wajib 5 menit setiap shalat, berarti kita menghabiskan waktu hanya 5×5 menit =  25 menit. Bayangkan selama sehari kita diberi ALLAH waktu 24 jam sehari. Sungguh tidak sebanding memang. Walaupun begitu, masih banyak diantara kita yang melalaikan shalat yang cuma 25 menit itu.

Untuk Apa Ada Adzan Sebelum Shalat??

Ketika ummat Islam masih sedikit, tidak susah memanggil mereka untuk shalat. Ketika Rasulullah SAW hijrah (pindah) ke Madinah, ummat Islam bertambah banyak jumlahnya. Mereka tinggal tersebar di kota Madinah. Karena itu, terpikirlah cara untuk mengingatkan waktu shalat dan memanggil mereka berjama’ah di masjid.

Sejak saat itu, diperkenalkanlah adzan untuk memanggil orang shalat. Yang mendapat kehormatan pertama mengumandangkan adzan adalah Bilal bin Rabah. ‘Adzan’ artinya pemberitahuan, ajakan atau panggilan. Adzan berguna memberitahukan orang banyak bahwa waktu shalat telah tiba dan mengajak orang-orang Islam untuk shalat lima waktu. Orang yang mengumandangkan adzan disebut ‘muadzin’.

Apa yang kita lakukan jika kita mendengar bel di sekolah berdering?? Kita akan cepat-cepat masuk kelas untuk memulai pelajaran. Begitu juga hendaknya ketika mendengar adzan, segeralah kita mengambil wudhu dan melaksanakan shalat.

Adzan yang dikumandangkan dengan sungguh-sungguh bisa menyentuh hati yang mendengarkannya. Tidaklah mengherankan apabila ada orang non-Muslim yang tertarik pada Islam setelah mendengar suara adzan. Tahukah kamu, bahwa pada saat adzan semua setan-setan pada lari??

*sekilas info* Setelah adzan selesai kita disunnahkan membaca do’a :

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي  وَعَدْتَهُ

Allahumma rabba haadzihidda’watittammah Washalaatil qaaimah Aati Muhammadanilwasiilata wal fadhiilah Wab’atshu maqaamam mahmuudanilladzii wa’adtah

“ Ya Allah Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna ini dan solat yang aku dirikan ini. Berikanlah kepada junjungan kami Nabi Besar Muhammad SAW. Perantaraan dan keutamaan dan tempatkanlah dia di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya ”

Mengapa Shalat Harus Menghadap Kiblat??

‘Kiblat’ adalah arah shalat menuju Ka’bah yang terletak di Makkah. Kiblat berasal dari bahasa Arab al-qiblah yang berarti arah. Kewajiban menghadap kiblat ini pertama kali dilakukan pada tahun 2 H. Sebelumnya, ketika melaksanakan shalat, ummat Islam masih menghadap ke as-Sakhrah di Baitulmaqdis, Yerussalem.

Dengan ditentukannya arah kiblat, seluruh ummat Islam shalat menghadap ke tempat yang sama. Arah kiblat sebenarnya ditentukan oleh ALLAH sendiri melalui Rasulullah SAW. Pertama kali ALLAH menunjukkan arah kiblat ke as-Sakhrah (batu cadas) yang terdapat di Baitulmaqdis, Yerussalem. Karena itu, orang-orang Yahudi merasa bangga dan mengejek ummat Islam yang shalat menghadap kiblat mereka.

Dengan keadaan ini, ALLAH memerintahkan pengubahan arah kiblat ke Ka’bah yang terdapat di Makkah. Hal ini didasarkan pada permohonan Nabi Muhammad SAW agar arah kiblat diubah ke Ka’bah.

Orang yang tidak mengetahui arah kiblat boleh berijtihad (menduga) untuk menentukan arah kiblat. Gejala alam yang dapat dijadikan petunjuk ialah fajar, matahari, angin timur, angin barat, atau angin selatan. Namun jika ada orang yang dapat dipercaya, petunjuknya boleh saja diikuti. Jadi, apabila kita ingin melaksanakan shalat Ied di lapangan, kita bisa menentukan arah kiblat dengan cara-cara tadi.

Sungguh ALLAH telah memberi banyak kemudahan. Orang yang sedang berada di atas kendaraan diringankan untuk shalat ‘boleh’ tidak menghadap kiblat. Orang yang sedang takut dan diancam bahaya diringankan untuk ‘boleh’ shalat sambil berjalan atau berkendaraan.

Apa Bedanya Shalat Sendiri dan Shalat Berjamaah??

Shalat wajib bisa dilakukan sendiri maupun secara bersama-sama (berjamaah). Shalat berjamaah dilakukan oleh paling sedikit 2 orang. Jadi, shalat sendiri berbeda dengan shalat berjamaah. Bahkan nilai pahala shalat berjamaah jauh lebih tinggi dari shalat sendirian, yaitu 27 kali lebih tinggi. Karena itu, kamu tidak perlu heran jika ada orang yang selalu rajin pergi ke masjid untuk shalat. Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendiri. Justru seharusnya kamu heran kepada orang yang malas pergi ke masjid. Padahal pahalanya banyak, kok malah malas??

Dalam shalat berjamaah ada pemimpin shalat yang disebut imam. Adapun yang mengikuti di belakangnya disebut makmum.

Mengapa shalat berjamaah ini lebih utama??

  • Pertama, karena shalat berjamaah dapat mempererat tali silaturahmi antarsesama Muslim.
  • Kedua, jika dilakukan di Masjid, orang-orang yang shalat berjamaah akan menghidupkan masjid.
  • Ketiga, setelah selesai shalat berjamaah, kaum Muslim bisa saling berjabat tangan, bertukar pikiran, ataupun mendengarkan informasi penting.

Shalat berjamaah bisa dilakukan di masjid, mushalla/surau, atau rumah. Shalat berjamaah dilaksanakan pada waktu shalat wajib, shalat Jum’at, shalat hari raya, shalat jenazah, atau shalat tarawih.

Bagaimana kalau kita terlambat ikut shalat berjamaah?? Orang yang terlambat datang shalat berjamaah disebut makmum ‘masbuk’. Makmum masbuk bisa langsung mengikuti shalat walaupun sudah masuk rakaat terakhir. Setelah selesai, makmum masbuk tetap melanjutkan shalat sendiri sesuai dengan rakaat yang ketinggalan/belum diselesaikan.

Mengapa Kita Harus Berwudhu Sebelum Shalat??

ALLAH itu Mahasuci dan menyukai kebersihan. Karena itu, kita sebagai hamba-Nya harus bersih ketika hendak menghadap-Nya. Itu bukan berarti hanya bersih secara fisik saja, melainkan juga harus bersih hati. Bersih fisik maksudnya kebersihan yang tampak. Misalnya kebersihan tubuh dan tempat. Bersih hati dalam artian kebersihan dari dalam diri terhadap hal-hal yang menutupi kebenaran. Misalnya; iri, dengki, sombong, dan riya.

Brwudhu dilakukan sebelum shalat. Artinya, membersihkan dan membasuk sebagian tubuh dengan air. Tanpa wudhu, shalat dianggap tidak sah dan tidak akan diterima oleh ALLAH SWT. Hal ini memperlihatkan bahwa betapa Islam sangat mementingkan kebersihan. Jadi, bisa dibayangkan kalau ALLAH tidak mewajibkan berwudhu, mungkin banyak orang yang ke masjid tidak mandi, memakai baju kotor, atau badannya bau. ckckck…

Mereka yang suka berwudhu akan terlihat pada hari kebangkitan kelak. Saat itu, mereka akan dibangkitkan dengan wajah yang bersinar karena suka berwudhu. Subhanallah.. Mudah-mudahan kita adalah salah satu dari mereka. Amin ya Rabb..

Mengapa Shalat Jum’at Hanya Dilakukan Kaum Lelaki??

Shalat Jum’at dilaksanakan pada hari Jum’at siang, yaitu pada waktu Dzuhur. Shalat Jum’at dilakukan secara berjamaah di masjid dan diwajibkan kepada kaum lelaki, apalagi yang sudah akil baligh. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, “Shalat Jum’at adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang: budak, atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit” (HR Abu Daud).

Jadi, kaum wanita tidak diwajibkan mengikuti shalat Jum’at. Kaum wanita pada hari Jum’at tetap melaksanakan shalat Dzuhur seperti biasa. Sedangkan kaum lelaki tidak mengerjakan shalat Dzuhur lagi, karena sudah diganti dengan shalat Jum’at.

Hikmah diadakannya shalat Jum’at adalah berkumpulnya kaum lelaki di suatu tempat. Dalam shalat Jum’at diadakan khutbah yang berisi tentang pelajaran agama maupun informasi terbaru. Setelah shalat Jum’at, diharapkan kaum lelaki saling bersilaturahmi maupun berdiskusi tentang berbagai persoalan yang dihadapai. Dengan begitu, setiap Jum’at kaum lelaki bisa saling membantu dan saling mengingatkan akan tanggung jawab mereka.

Hari Jum’at sebagai hari pelaksanaan shalat berjamaah ini merupakan hari utama dan diagungkan oleh ALLAH daripada hari-hari lainnya. Pada hari itu, diharapkan ummat Muslim bisa memperbanyak ibadah, amal shaleh, dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa.

Anak lelaki bisa ikut orangtuanya ke masjid untuk shalat Jum’at. Akan tetapi, dengan syarat tidak membuat kegaduhan. Sebelum melaksanakan shalat Jum’at, disunnahkan untuk mandi, memakai pakaian yang bersih (kalau bisa berwarna putih), dan menggunakan wewangian. Datanglah ke masjid pada awal waktu dan kerjakanlah shalat sunnah 2 rakaat. Sebelum shalat dilaksanakan, khatib akan menyampaikan khutbah Jum’at. Pada saat ini, setiap Muslim dilarang berbicara walaupun menggunakan isyarat.

Mengapa Shalat Bisa Batal??

Shalat dilaksanakan dengan rukun-rukun (peraturan) tertentu. Jika salah satu rukun tidak dilaksanakan ataupun dilanggar, shalat menjadi tidak sah. Jika shalat tidak sah, shalat harus diulang kembali.

Ketika shalat, sesungguhnya manusia sedang menghadap ALLAH SWT. Karena itu, hendaklah orang yang shalat itu memenuhi rukun shalat. Selama shalat akan banyak gangguan. Setan selalu berusaha melalaikan orang yang shalat.

Apa saja yang bisa menyebabkan shalat kita bisa batal??

  • Pertama, jika kita meninggalkan salah satu rukun shalat, misalnya tidak ruku’ atau sujud.
  • Kedua, makan dan minum juga dapat membatalkan shalat.
  • Ketiga, berkata-kata yang tidak berhubungan dengan bacaan shalat serta tertawa.
  • Keempat, banyak bergerak tanpa keperluan serta menambah atau mengurangi rakaat shalat.

Apabila sedang shalat sebaiknya tidak melakukan hal berikut :

  1. Menggerak-gerakkan tangan tanpa tujuan;
  2. Memicingkan mata;
  3. Menengadah ke langit;
  4. Memalingkan badan tanpa alasan yang penting;
  5. Berdiri dengan sebelah kaki (satu kaki);
  6. Bersandar ke dinding tanpa keperluan;
  7. Mempermainkan rambut;
  8. Menahan buang air kecil, air besar, atau buang angin.

Shalat yang khusyu’ menunjukkan kesungguhan kita. Karena itu, bersihkan pikiran dan hatimu ketika shalat. Ingatlah selalu bahwa kita sedang menghadap ALLAH. Bukankan kita akan bersungguh-sungguh jika menghadap kepala sekolah atau Pak Pejabat?? Nah, apalagi kalau kita menghadap Pencipta kita yang Mahaagung..🙂

***

Sekian tulisan ini saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi yang membacanya..

Leave a comment

Filed under ISLAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s