Kemuliaan Masyarakat Islam

Assalamu’alaikum wr.wb.

Suatu hari, Rani asyik mendengarkan sebuah ceramah. Tapi Rani udah lupa nama penceramahnya. hhehee. Saat pak ustadz itu berceramah, Rani menulis pokok-pokok penting yang terdapat dalam ceramah tersebut *kebetulan Rani bawa notebook dan pena*.

Penceramah itu mengangkat judul “Kemuliaan Masyarakat Islam”. Beginilah kira-kira ringkasan dari isi ceramah tersebut :

***

Di dalam sejarah Islam ada riwayat yang mengisahkan ucapan beracun dari Abdullah bin Ubayy, katanya: “dialah yang kuat dan mulia bersama pengikutnya, ebab dia adalah penduduk asli Madinah, yang lemah itu ialah Nabi Muhammad SAW beserta orang-orang yang beriman sebagai pengikutnya”.

Ucapan yang merendahkan Rasulullah SAW bersama-sama orang-orang yang mu’min itu didengar oleh Zaid bin Arqam dan disampaikan kepada Rasulullah.

Dijelaskan ALLAH dalam wahyu-Nya surah Al-Munafiqun, ayat 8 yang artinya: “Mereka katakan : ‘Sesungguhnya jika kita kembali ke Madinah, pastilah orang-orang yang kuat dan mulia akan mengusir dari sana terhadap orang-orang yang lemah dan hina'”.

Ucapan itu sungguh-sungguh menyakitkan hati Rasulullah, sehingga Rasulullah meninggalkan tempat pangkal perselisihan itu, agar jangan diketahui oleh kaum Muhajirin.

Maka ALLAH memberikan keterangan yang tegas, sebagai lanjutan wahyu-Nya itu :

“Dan milik ALLAH, milik Rasul-Nya, dan seluruh mu’minlah kemuliaan itu, akan tetapi orang-orang Munafiq tidak mengetahui” (Al-Munafiqun:8).

Bahwa masyarakat Islam yang sebenar-benarnya adalah kemuliaan itu. Karena masyarakat Islam yang sebenar-benarnya itu adalah kebanggaan akan kehormatan dan disanalah terletaknya kekuatan ummat Islam dan Rasul-Nya. Maka untuk mencapainya adalah hak dan milik ummat Islam dimanapun mereka berada, termasuk ummat Islam Indonesia.

Di dalam masyarakat Islam yang sebenar-benarnya itu adalah termasuk menegakkan keadilan dan kemakmuran lahiriyah dan bathiniyah, dan  dalam rangka mencapai masyarakat Islam itu adalah termasuk kategori ‘Ibadah’.

Masyarakat Islam itu adalah seperti yang difirmankan ALLAH di dalam surah Saba’, ayat 15 : “(Islam) negeri yang baik dan ALLAH memberikan pengampunan”.

Hak dan kehormatan untuk mencapai kemuliaan adalah hak azazi ummat Islam, dan harus terjamin dan terpelihara. Tindakan dzalim dan fitnah tidak dikenal, yang ada hanyalah kasih sayang dan cinta kasih diantara sesama mereka.

Batas antara hak dan yang bathil itu jelas, batasan dan hukum ALLAH serta amar ma’ruf dan nahi mungkar terlaksana dengan baik dan wajar. Begitulah gambaran ummat Islam yang sebenarnya.

Untuk mencapai maksud tegaknya “Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya” tersebut itu, adalah hanya oleh ummat Islam itu sendiri, dan ummat Islam itu adalah :

  • Umara : Pejabat pemerintah sipil dan ABRI yang Muslim.
  • Ulama : Ahli ilmu pengetahuan dan sarjana muslim (agama maupun ilmu).
  • Zu’ama : Pemimpin cerdik pandai Muslim.
  • Rakyat : Pria-wanita, pelajar-pekerja, pemuda-pemudi yang Muslim.

Maka ALLAH segera menyerahkan “kemuliaan dan kehormatan” itu kepada orang Mu’min, yaitu ummat Islam sebagai milik mereka, seperti firman ALLAH SWT, yang artinya, “Barang siapa yang ingin menjadi mulia dan terhormat, maka kemuliaan dan kehormatan itu hanya disisi ALLAH” (Al-Fathir:10).

***

Bila semua ummat Islam menyadari dan melakukannya hari ini, maka besok masyarakat yang hendak dicapai itu, sudah berada di tangan ummat Islam. InsyaALLAH…

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Leave a comment

Filed under ISLAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s