Rahasia Dahsyatnya Sedekah

It’s worth to read….

Sore ini, seusai mandi, Rani mengecek inbox e-mail. Sekali dibuka, isinya 80% notifications facebook *parah*. Lalu Rani melihat satu pesan yang tak lain tak bukan adalah dari mama Rani (lis_dustriani@volex.com). Lalu Rani buka dan Rani baca isinya. Beginilah kira-kira isinya…

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu  ini.  Beliau  adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan,  semangat,  inspirasi,  ide  dan  gagasan  segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang  guru  yang  memiliki  lautan  ilmu,  yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat  ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier  dan  distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan  hektar  ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa  mencapai  Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan  antara  saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa  tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta  per  bulan.  Bagi  saya,  angka  ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja  saya  tidak  menyebutkan  namanya,  karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu  hari,  terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel  di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau  ditanya,  maka  akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka   beliau   pun  akan  “tidur”.  Jadilah  saya  berpikir  untuk  selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai  akhirnya  saya  bertanya  secara asal, “Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang  sukses.  Paling  tidak,  lebih  sukses  daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?”

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

“Ada   empat  hal  yang  harus  Anda  perhatikan,”  begitu  beliau  memulai penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

“Pertama.  Jangan  lupakan  orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang  yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih,  itu  sangat  berat.  Ibu  melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali,  nyawa  taruhannya.  Surga  di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak  orang  sekarang  yang  salah.  Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara  kepada  ibunya  tidak  pernah.  Para  guru  dan  kyai dipuja dan dielukan,  diberi  sumbangan  materi  jutaan rupiah, dibuatkan rumah, namun ibunya  sendiri  di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak  orang  yang  memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu.

Ridho  Allah  tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.”

Beliau mengambil napas sejenak.

RAHASIA KEDUA

“Kemudian  yang  kedua,”  beliau melanjutkan. “Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah.  Allah  berjanji  membalas  setiap uang yang kita keluarkan itu
dengan  berlipat  ganda.  Sedekah  mampu  mengalahkan  angin.  Sedekah bisa mengalahkan  besi.  Sedekah  membersihkan  harta  dan  hati  kita.  Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan  sepelekan  bila  ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat  itulah  sebenarnya  Anda  dibukakan  pintu  rejeki. Beri pengemis itu dengan  pemberian  yang  baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang  kertas  yang  masih  bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan,  lalu  ulurkan  dengan  sikap  hormat  kalau  perlu sambil menunduk (menghormat).  Pengemis  yang  Anda  beri  dengan  cara seperti itu, akan terketuk  hatinya, ‘Belum  pernah  ada orang yang memberi dan menghargaiku
seperti  ini.’  Maka  terucap  atau  tidak,  dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada  pula  yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam  kesempatan  lain,  ketika  saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas  mempraktekkan  apa  yang  diucapkannya  itu. Memberi pengemis dengan selembar  uang  ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil  sedikit  membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHASIA KETIGA

“Allah  berjanji  memberikan  rejeki  kepada  kita  dari  jalan  yang tidak disangka-sangka,  ”  begitu  beliau  mengawali  penjelasannya untuk rahasia ketiganya.  “Tapi  sedikit  orang  yang  tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.”

“Benar  di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa  kepada  Allah  niscaya  diadakan-Nya  jalan  keluar  baginya  dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga” , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

“Nah,  ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ,” tanya beliau.

“Ya,  bagaimana  caranya?”  jawab  saya.  Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan   perintah-Nya  dan  menjauhi  larangan-Nya,  maka  Allah  akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

“Banyaklah  menolong  orang.  Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu  orang  yang  kesulitan,  langsung  Anda  bantu!” jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. “Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak  disangka-sangka  bagi  orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.”

“Walau pun itu orang kaya?” tanya saya.

“Ya,  walau  itu  orang  kaya,  suatu  saat  dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”

“Walau  itu  orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang  ke  rumah  kita,  pura-pura  minta  sumbangan  rumah  ibadah,  atau pura-pura  belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” saya bertanya lagi.

“Ya  walau  orang  itu cuma berpura-pura seperti itu,” jawab beliau. “Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah  frustasi  karena  tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar.  Dia  itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang  bisa  dia  lakukan.  Soal  itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.”

RAHASIA KEEMPAT

Wah,  makin  menarik,  nih.  Saya  manggut-manggut.  Sebenarnya  saya tidak menyangka  kalau  pertanyaan  asal-asalan  saya  tadi  berbuah jawaban yang begitu  serius  dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

“Yang keempat nih, ” beliau memulai. “Jangan mempermainkan wanita”.

Hm…  ini  membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji  dengan  teman  wanita,  lalu  tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

“Maksudnya  begini.  Anda  kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup   Anda,   baik  di  saat  susah  maupun  senang.  Ketika  Anda  pergi meninggalkan  rumah  untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk  keselamatan  dan  kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah,   penghasilan  yang  pas-pasan,  makan  dan  pakaian  seadanya,  dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.”

“Lalu?” saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

“Banyak  orang  yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu  menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan).  Baik  menikah  lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu  menyakiti  hati  pasangan  hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun  ketika  Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. ”

Oh… pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

“Banyak  orang  yang  lupa  hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak,  lalu  cari  istri  lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika  merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya  habis  untuk  biaya  sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti  ini.  Dia  lupa  bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,” beliau melanjutkan.

Hal  ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo,  saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang….

“Rani sekarang tau, bahwa sedekah dan saling tolong-menolong itu dapat membuat seseorang menjadi sukses.”

KEDAHSYATAN SEDEKAH

Sedekah  adalah  penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki. Sebutir  benih  menumbuhkan  tujuh  bulir,  yang  pada  tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat,  betapa  dahsyatnya  sedekah  yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai   dengan   hati   ikhlas,   sampai-sampai  Rasul  sendiri  membuat perbandingan.  Dalam  sebuah  hadis  yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah  SAW  bersabda,  “Allah  SWT  menciptakan  bumi,  maka  bumi pun bergetar.  Lalu  Allah  pun  menciptakan  gunung dengan kekuatan yang telah diberikan   kepadanya,   ternyata   bumi   pun   terdiam.   Para   malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.

Kemudian  mereka  bertanya,  ‘Ya  Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?’.

Allah menjawab, ‘Ada, yaitu besi’.

Para  malaikat  pun  kembali  bertanya,  ‘Ya  Rabbi  adakah  sesuatu  dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?’.

Allah menjawab, ‘Ada, yaitu api’.

Bertanya   kembali   para   malaikat,   ‘Ya   Rabbi  adakah  sesuatu  dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?’.

Allah menjawab, ‘Ada, yaitu air’.

‘Ya  Rabbi  adakah  sesuatu  dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?’ tanya para malaikat.

Allah pun menjawab, ‘Ada, yaitu angin’.

Akhirnya  para  malaikat  bertanya  lagi,  ‘Ya  Allah  adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?’.

Allah  yang Mahakaya menjawab, ‘Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah   dengan   tangan   kanannya   sementara   tangan   kirinya   tidak mengetahuinya’ .”

Subhanallah…

Leave a comment

Filed under ISLAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s