Merokok Dapat Menurunkan Kecerdasan

Para perokok dianggap memiliki indeks tingkat kecerdasan (IQ) yang lebih rendah ketimbang mereka yang bukan perokok. Makin banyak rokok yang dihisap, makin rendah pula indeks IQ yang bersangkutan. *hayoo*

Demikian menurut tes di Israel, yang hasilnya dimuat dalam suatu jurnal ilmiah, Addiction. Tes itu melibatkan lebih dari 20.000 personil militer Israel yang baru direkrut.

Tim peneliti pimpinan dr. Mark Weiser dari Rumah Sakit Sheba Medical Center, Tel Hashomer, mengungkapkan bahwa dari hasil penelitian, para pria muda yang mengisap minimal sebungkus rokok dalam sehari memiliki skor IQ 7,5 lebih rendah dari yang bukan perokok.

“Remaja yang memiliki skor IQ  yang rendah kemungkinan besar akan dilibatkan dalam program anti merokok,” demikian kesimpulan tim peneliti dalam jurnal terbaru Addiction, seperti yang dikutip laman harian China Daily, Rabu 24 Februari 2010.

Penelitian itu melibatkan 20.211 pemuda berusia 18 tahun, yang baru direkrut sebagai tentara Israel. Tes itu tidak mencantumkan mereka yang bermasalah dengan gangguan kesehatan, karena sudah pasti mereka tidak lulus menjadi tentara.

Menurut tim peneliti, 28 % partisipan mengaku rutin mengisap rokok minimal sebatang sehari, dan 3 % lagi mengaku sebagai mantan perokok berat, sedangkan 68 % lagi mengaku belum pernah merokok.

Setelah melalui tes dan survei, rata-rata partisipan yang tidak merokok memiliki skor IQ 101. Sedangkan mereka yang pernah merokok sebelum masuk dinas militer hanya bernilai IQ 84.

Skor IQ pun kian rendah bersamaa dengan bertambahnya jumlah batang rokok yang dihisap. Mereka yang hanya mengisap lima batang memiliki skor 98, delapan poin lebih besar dari yang mengisap lebih dari satu bungkus (sekitar 10-12 rokok) dalam sehari.

Namun, mereka masih masuk dalam katagori cukup cerdas, atau yang memiliki skor antara 84 hingga 116. Menariknya, tim peneliti juga menilai bahwa mereka yang punya IQ rendah cenderung memilih untuk merokok.
Koordinator Lembaga Penanggulangan Masalah Merokok (LM3) Fuad Baradja mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbesar nomor ketiga di dunia.

“Indonesia berada di bawah China dan India,” kata Fuad dalam acara Kampanye Penyuluhan Kawasan Dilarang Merokok di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin, 21 Desember 2009.

Ia menuturkan, seperti yang dilansir laman menkokesra, hal tersebut mengherankan karena Indonesia sebenarnya bukanlah negara dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di dunia.

Jumlah penduduk Indonesia masih kalah dengan jumlah penduduk Amerika Serikat, tetapi lebih banyak perokok di Tanah Air dibandingkan di negara Amerika Serikat. Fuad juga memaparkan, sebanyak 48 % perokok di kawasan ASEAN atau Asia Tenggara terdapat di Indonesia.

Secara global, ujar dia, pada tahun 2008 terdapat enam juta kematian akibat rokok dan jumlah tersebut akan meningkat menjadi 10 juta kematian pada tahun 2030.”Sebanyak 70 % dari kematian akibat rokok berada di negara-negara berkembang,” katanya.

Menurut dia, orang masih banyak yang tidak peduli terhadap bahaya rokok karena efek merusak dari rokok didapat bukanlah dalam jangka pendek tetapi dalam jangka panjang yaitu sekitar 20 hingga 50 tahun.

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Leave a comment

Filed under remaja, Sekedar Tahu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s