Asal-usul Kota Naga Tapak Tuan

Pagi ini, seusai makan mie bareng, abah bercerita tentang asal-usul Kota Naga Tapak Tuan, kampung ku di Aceh. Akupun mendengar dengan semangat, lalu kubuat rangkumannya.
– – -**- – –

Pada zaman dahulu kala, di tanah Aceh, terjadi suatu peristiwa yang sangat luar biasa yang merupakan cerita asal usul Kota Naga Tapak Tuan. Tapi sebelum saya bercerita, kita harus tau terlebih dahulu dimanakah letak Kota ini sebenarnya. Kota Tapak Tuan ini terletak di daerah Aceh Selatan, dan lokasinya ada di lingkungan laut. Kota Tapak Tuan ini terlihat indah karena lokasinya yang dekat dengan laut amat sangat mendukung membentuk pemandangan yang bagus. Ciri khas dari tempat ini adalah adanya sepasang tapak kaki yang berjauhan seperti tapak orang yang melangkah berbekas pada tanahnya dan sampai sekarang merupakan salah satu objek wisata kota ini.

Pada waktu itu, hiduplah seorang pemuda yang bernama Teuku Tuan. Dalam sejarah, tak diketahui darimana asal Teuku Tuan ini. Tapi diceritakan bahwa Teuku Tuan ini adalah tokoh yang berperan dalam asal-usul kota Tapak Tuan.

Di daerah Aceh Selatan, terdapat sebuah gunung yang sangat besar. Di gunung itu hidup seekor naga yang sangat besar. Dari atas gunung, terdapat bekas jejak naga itu melata sampai ke kaki gunung. Kira-kira naga itu memiliki lebar 10 meter dan panjangnya tidak diketahui. Mengapa dapat diperkirakan lebarnya 10 meter? Karena ukuran lebar pada jejak yang ditinggalkan oleh naga itu berkisar 10 meteran. Para penduduk merasa terancam akan keberadaan naga tersebut.

Karena mendengar kabar itu, Teuku Tuan memburu sang naga. Dia bertarung melawan naga itu, yang akhirnya dapat berakhir dengan membunuh sang naga dengan memukulnya memakai sebuah tongkat. Tongkat yang digunakan Teuku Tuan untuk membunuh naga itu terpelanting/tercampak ke dalam lautan yang berkedalaman sekitar 70 meter. Tongkat itu diabadikan oleh Yang Maha Kuasa tertancap secara vertikal di tengah lautan dan lebih tinggi dari permukaan air laut. (berarti panjang tongkatnya lebih dari 70 meter)

Setelah di pukul oleh Teuku Tuan, naga itu mati berantakan. Darahnya tumpah berserakan si suatu tempat yang sampai sekarang tempat darah naga itu berserakan dinamakan kampung Batu Merah. Uniknya, di kampung Batu Merah ini, dari pasir laut, batu, dan tanahnya, semua berwarna merah *sewarna merah darah*.

Bagian tubuhnya yang lain tercampak di tempat lain. Contohnya adalah hatinya. Hati naga itu tercampak di suatu daerah yang sampai sekarang dinamakan kampung Batu Hitam. Sepeti kampung Batu Merah, kampung Batu Hitam ini memiliki keunikan dari pasir laut, batu dan tanahnya, semua berwarna hitam. Perbatasan antara kampung Batu Merah dan kampung Batu Hitam dapat dibedakan secara jelas, walaupun hanya dengan menggunakan mata terlanjang.

Nah, pada waktu Teuku Tuan hendak membunuh sang naga, sempat terjadi kejar-kejaran antara Teuku Tuan dan sang naga. Maka pada suatu ketika, berbekaslah tapak kaki Teuku Tuan ini. Sekarang yang masih terlihat hanya sepasang telapak kaki sangat berjauhan, di batasi oleh gunung tempat naga tinggal sebelumnya. Jejak tapak kaki tersebut, seperti jejak seseorang yang melangkahi gunung, karena tak dapat ditemukan jejak yang sama di antara kedua jejak tersebut.

Ukuran jejak kaki tersebut adalah 3 x 1,5 meter. Jejak kaki yang sebelah kanan, berada di pinggir laut diatas sebuah batu. Sedangkan jejak kaki sebelah kiri berada di dalam kota di atas tanah. Antara jejak satu dan yang satunya lagi lebihkurang berjarak 500 meter.

Maka dari itu, diberilah nama daerah yang terdapat jejak tapak Teuku Tuan itu dengan nama kota Tapak Tuan, atau juga sering disebut kota Naga Tapak Tuan. Jika kita pergi ke Tapak Tuan Aceh Selatan, tapi belum mengunjungi area tapak kaki tersebut, maka seolah-olah kita belum sampai ke Tapak Tuan.

– – -**- – –
Narasumber : Abah Rani ^^ (Tengku Khairul Fajri Abbas)

> cerita di atas merupakan rangkuman dari cerita yang di ceritakan oleh Abah kepada Rani. Secara pribadi, Rani sendiri belum pernah menginjakkan kaki ke daerah Tapak Tuan. Semoga nanti ada waktunya, InsyaALLAH..

22 Comments

Filed under Sekedar Tahu

22 responses to “Asal-usul Kota Naga Tapak Tuan

  1. bembeng

    kenal sama ragus tak,anak nya pak aji batu

  2. Cerita di atas tidak asli tapi palsu,
    Tpi yg asli nya naga nya brjmlah 2 ekor….

    • Missing Princess

      yang namanya cerita rakyat itu beda generasi makin berkembang aja ceritanya.
      memang pernah baca juga yg ada 2 naganya, katakan ajalah itu versi 2 dan yg ini versi 1.
      jadi berbeda cerita itu wajar om !

  3. Arul di tapak tuan

    Cerita di atas tidak asli tapi palsu

  4. nila rafidha

    maaf boleh komment sedikit, sebenarnya namanya bukan Teuku Tuan, tapi Tuan Tapa.
    mohon di perjelas lagi cerita nya🙂
    makasi

  5. nila rafidha

    sebenarnya bukan Teuku Tuan, tapi Tuan Tapa
    dan cerita nya agak sdikit aneh menurut saya, karna saya asli orang Tapaktuan, Aceh Selatan. dan sampai sekarang masi menetap disini

  6. achyar

    memang kota yang indah…romantis di saat sunset…..kota naga….tapak tuan…..jd pengen pulang lagi nie

  7. catur

    trimakasih ceritanya…seorang teman saya akan mengajar di Tapak Tuan selama setahun…semoga dia menikmati waktunya..:)

  8. Nanda afriansyah

    bisa gx di jelasin lagi cerita nya.
    misalnya kepala naga nya kemanan gtue???????

  9. Akak dah sampai di sini

  10. masrulmastutin

    kota tapaktuan sangat indahtempattenpat kelahiranku di kanpung tepi air baru semoga teman temanku masih ingat pada ku masrul mastutin solo jawa tengah

  11. taluak maimbau

    satu kota sejuta cerita, syah luthan pernah menuangkan dalam bait lagu berjudul “aceh selatan”…tapaktuan pegawe kemawe, gunung kerambil jalan melengkok, have been there 2 years, such a beautiful city

  12. saya sangat menyukai kota tapak tuan,.

  13. e

    kutipan yg asyik,,emank bner tu…tapaktuan indah loo .^,

  14. Rangkuman yg bagus,Terimakasih telah ikut membudayakan cerita legenda Rakyat Tapaktuan,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s