Aku Bukan Malaikat (Part 3)

sebelumnya, Aku Bukan Malikat (Part 2)

…………………………………………………………………….

Sudah tiga bulan berlalu setelah aku dapat menghubungi keluargaku kembali (walaupun lebih tepatnya hanya dengan adikku Muty aku berkomunikasi), dan hubunganku dengan Muty berjalan lancar selayaknya adik-kakak. Tapi aku belum dapat berkomunikasi dengan mama dan papaku, serta Mas Rauf. Sekarang, apabila aku menanyakan keadaan keluarga, Muty sudah mau menjawabnya. Ia bercerita tentang mama dan papa yang sering berantem di rumah, dan Mas Rauf yang makin jarang pulang.

Suatu sore yang lumayan cerah, aku menelpon Muty.
“Assalamu’alaikum..” terdengar suaranya menjawab teleponku.
“Wa’alaikum salam.. Muty, ini kakak..” jawabku.
“Oo, kak Rani yaa.. Apa kabar kak?”
“Alhamdulillah, kabar baik.. Bagaimana disana? Sehat semua kan?”
“Muty, mama sama papa sehat-sehat aja kok kak.. Alhamdulillah..”
“Mas Rauf gimana?”

Suasana hening sejenak.

“Halo, Muty.. ada apa?” tanyaku agak cemas.
Lalu ku dengar isakan yang tertahankan.

“Muty, ada apa dengan Mas Rauf?” tanyaku lagi.
“Mas Rauf kecelakaan kak.. 3 hari yang lalu, dia tertabrak mobil karena kebut-kebutan di jalan raya malam-malam..”
“Astaghfirullah.. Jadi gimana kabarnya sekarang?”
“Mas Rauf sudah melewati masa kritisnya. Tapi kakinya harus diamputasi satu. Jadi Mas Rauf ga bisa normal lagi.. Hiks, hiks.” Muty sudah tak dapat menyembunyikan isakannya.
“Ya ALLAH, mama-papa gimana?”
“Sejak 3 hari yang lalu, mama-papa meninggalkan kesibukannya dan menjaga Mas Rauf di Rumah Sakit. Paling tidak sekarang mama dan papa tidak bertengkar lagi.”
“Ya sudah kalau begitu.. Mudah-mudahan mama papa tidak bertengkar lagi untuk kedepannya.”
“Iya kak, aku juga berharap beg.. ‘tuut.. tuut.. tuut..’ ” telepon terputus.

Itu pasti ulah papa. Ini bukan yang pertama kalinya, tapi sudah kesekian kalinya papa memutuskan komunikasiku dengan Muty. Sepertinya papa masih sangat marah denganku, dan sampai sekarang tak dapat memaafkanku. Yah, kembali ke awal. Semua memang butuh proses. Aku harus sabar.

Beberapa hari kemudian, aku mendapatkan kabar mengejutkan.

“Assalamu’alaikum kak.. Hiks, hiks..”
“Wa’alaikum salam.. Kenapa menangis Muty? Ada apa dengan Mas Rauf?”
“Mas Rauf ga kenapa-kenapa kok kak..”
“Lantas, kenapa menangis sayang?”
“Mama mau bicara sama kakak.”

Aku terdiam. Ada apa gerangan? Muty menelponku sambil menangis, dan tiba-tiba mama mau berbicara denganku? Jantungku berdegup kencang, kumerasakan aliran darahku mengalir deras, nafasku tertahan.

“Assalamu’aikum, Rani” kata sebuah suara lemah yang jauh di seberang sana.
“Wa’alaikum salam.. Ma, Rani….”
“Rani, bagaimana kabarnya nak? Kapan pulang?”

Ya ALLAH, seketika mengalir air mata membasahi pipiku. Bukan karena aku cengeng atau apa, tapi aku sama sekali tidak menyangka, pertanyaan pertama yang mamaku tanyakan adalah kabarku dan kapan aku akan pulang. Sungguh beliau sangat menyayangiku di lubuk hatinya yang terdalam.

“Rani baik-baik aja ma, alhamdulillah.. Rani juga belum tau kapan Rani akan pulang. Mama gimana kabarnya?”
“Alhamdulillah.. Cepat pulang ya nak.. Mama baik-baik saja. Tapi sayangnya papamu tidak.”

aku terkejut. Ada apa dengan papa?

“Papa kenapa, Ma?”
“Papa terkena serangan jantung mendadak. Sekarang ada di rumah sakit. Keadaannya kritis.”
“Ya ALLAH.. Papa..” tak dapat kuucap kata-kata lagi.
“Minta do’a aja dari Rani, semoga papa cepat sembuh.”
“Rani pasti do’ain kok ma.. Pasti.”
“Iya, sayang.. Mama cuma mau ngabarin itu aja. Sudah dulu ya, Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikum salam..”

Aku menutup percakapan dengan deraian air mata. Ya ALLAH, jangan panggil papaku dulu. Aku belum sempat minta maaf, bahkan berbicara padanya. Ya ALLAH, beri aku kesempatan..

……………………………….
to be continue..
(cerita ini hanyalah fiktif belaka. apabila ada kesamaan nama tokoh dan kejadian, mohon dimaafkan. Karena itu hanyalah kebetulan belaka)

2 Comments

Filed under Story-Stories

2 responses to “Aku Bukan Malaikat (Part 3)

  1. Pingback: Aku Bukan Malaikat (Part 4) « Missing Princess's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s