Aku Bukan Malaikat (Part 2)

sebelumnya, Aku Bukan Malaikat (Part 1)

…………………………………………………………………………………………..

Saat pesawat landing, aku mengucap hamdalah kepada ALLAH.
“Alhamdulillah, ya ALLAH.. atas izinMu, aku telah sampai ke tempat tujuan dengan selamat.”

ku belajar disini, menuntut ilmu disini. setelah 2 tahun berpisah dengan keluarga, tanpa komunikasi, sebenarnya aku kangen. Hanya saja, aku tidak tau berapa nomor telepon rumah sekarang. Setelah 2 tahun, aku menjadi tau, bahwasanya selama ini aku terlalu ingin terjadi perubahan dalam keluargaku secara terburu-buru. seharusnya aku mengingatkan keluargaku dengan sabar, tapi aku malah dengan cara yang salah. Aku merasa rindu sekali dengan keluargaku.

Pada suatu hari, aku mendengar temanku bercerita tentang dia yang sudah lama tidak menghubungi keluarganya, dan dia dapat menghubungi keluarganya lagi berkat jasa suatu jejaring sosial yang bernama ‘FaceBook’. Akupun berfikir positiv thinking. Aku membuat akun di jejaring sosial tersebut. dan mencoba mencari keluargaku.

“ya, Mutya Aulina, enter.. Bismillahirrahmanirrahim.” aku berharap dapat menemukan Muty.
dan aku melihat ada beberapa akun. Lalu mataku terhenti di satu foto. Aku yakin itu adalah Muty, hanya saja ia telah berubah. Hidayah-Nya telah sampai kepada Muty. Sekarang Muty sudah pakai jilbab. Tanpa buang waktu, aku langsung meng-add nya menjadi teman. Aku sudah tak sabar ingin berkomunikasi dengannya.

Beberapa hari kemudian, aku membuka akun FB ku lagi. Dan aku senang sekali, karena di kotak notifications ku, ada tulisan ‘Mutya Aulina accepted your friend request’.
“Alhamdulillah..” kataku. Sampai bergulir airmataku. Sekarang kesempatanku untuk berhubungan kembali dengan keluargaku terbuka lebar. Dan ALLAHualam.. Pada saat itu Muty juga sedang online.

Lalu tiba-tiba, ada chatbox yang muncul dari seseorang bernama ‘Mutya Aulina’,

“Assalamu’alaikum kakakku sayang”

seketika hatiku berbunga.. airmata bahagia kembali membasahi pipiku. adikku yang telah lama berpisah denganku, memanggilku dengan ‘kakakku sayang’.
kubalas salamnya..

“Wa’alaikum salam, adikku terkasih”
“Apa kabar kak?” balasnya lagi.
“Alhamdulillah, ALLAH selalu melindungi. Bagaimana dengan keluarga disana Mut?”

tak ada jawaban. Akupun merasa agak aneh, karena setelah 2 tahun terpisah, tiba-tiba aku menanyakan kabar keluarga. Setelah 2 tahun tak ada kabar, dan *waktu itu* tidak berpamitan waktu pergi, dan sekarang aku menanyakan kabar keluarga. Agak aneh bukan?

Akupun mengganti topik pembicaraan..

“Sekarang Muty sudah pake jilbab ya? :)”
“Iya kak.. Sekarang Muty sudah pake jilbab.”
“Sudah berapa lama?”
“Sudah setahunan lah kak..”
“Muty tambah cantik kalau pake jilbab.”
“Iya, seharusnya Muty ngikutin apa kata kakak dulu. Maaf ya kak, dulu Muty ga jadi adik yang baik.”
“Harusnya kakak yang minta maaf.. Karena kakak selalu memaksa semuanya untuk melakukan sesuatu yang kakak anggap benar.”
“Tapi kan memang benar?”
“Hhe, iya sih..”

percakapanku dengan Muty pun berlangsung agak lama. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Muty bercerita tentang sekolahnya, dan lain-lain. Kami hampir memakan waktu 3 jam untuk bercerita. Sampai akhirnya aku harus menyudahi percakapan.

“Baiklah, kakak boleh minta nomor telefon Muty? Agar mudah menghubungi.”
“081272******” (musti di sensor yaa)
“Baiklah, kapan-kapan kakak telpon ya.. sekarang kakak mau ada kelas lagi. Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikum salam warah matullahi wabarakatuh” jawabnya mengakhiri percakapan yang kurindukan ini.

Aku pun berjalan dengan ringan. Sedikit beban rinduku terhadap keluarga telah terbalas. Aku bertekad ingin memperbaiki hubunganku dengan keluarga agar menjadi harmonis seperti selayaknya sebuah keluarga. Ya, semua butuh proses. Dan aku percaya tak ada yang tak mungkin.
Yang jelas, sekarang aku sudah agak tenang karena telah dapat menghubungi keluarga di sana melalui adikku, Muty.

……………………………..
to be continue..
(cerita ini hanyalah fiktif belaka. apabila ada kesamaan nama tokoh dan kejadian, mohon dimaafkan. Karena itu hanyalah kebetulan belaka)

2 Comments

Filed under Story-Stories

2 responses to “Aku Bukan Malaikat (Part 2)

  1. Pingback: Aku Bukan Malaikat (Part 3) « Missing Princess's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s