Hakikat Sebuah Do’a

Do’a tulus dan ikhlas membumbung tinggi jauh ke angkasa menghalau semua awan dan rintangan. Sungguh Allah Maha Tahu akan kesulitan Hamba Nya. Teringat sebuah ayat Al Quran. Ud’uni Astajib Lakum (berdo’alah niscaya Aku kabulkan).

***

pada sore ini, saya tak sengaja melihat blog seseorang. Lalu saya membacanya. beginilah isinya :

Hari Ahad saya harus pergi ke Surabaya untuk urusan pekerjaan. Kebetulan pekerjaan ini menuntut saya untuk menginap selama 3 hari. Berangkat ke Surabaya jam 16.00 dengan Pesawat Garuda Indonesia. Sebelumnya saya sudah pesan Taksi Bluebird yang kebetulan pengemudinya adalah sepupu saya. Rencananya akan berangkat dari Rumah jam 13.00 karena harus menjemput teman di Lippo Karawaci jam 14.00. Namun ternyata Taksi mengalami keterlambatan hingga 30 menit. Terpaksa saya jemput agak telat sekitar 14.45. Sempat bos saya agak marah karena saya telat dan dia khawatir saya akan terlambat.

Sepanjang perjalanan saya hanya bisa berdo’a semoga Allah sampaikan tepat waktu dan tidak ada halangan. Meski harus berjuang dengan macet dan segala hal di jalan, hingga nyasar pas mau ke Bandara karena Sepupu tidak tahu jalannya, akhirnya sampai juga sekitar jam 15.30. Secepatnya saya dan teman lari ke tempat Check in dan berharap agar bisa segera dapat boarding pass.

Sayang kita berada di antrian terakhir. Namun saya tetap berdo’a semoga tidak ada masalah. Kaget juga saat dipanggil nomor pesawat saya. Ternyata antrian saya yang di depan adalah penumpang keberangkatan selanjutnya (17.00) yang sedianya berangkat ternyata dicancel. Sempat heran kenapa petugas check in menelpon menggunakan HP tentang saya dan teman saya ini. Namun akhirnya saya dapatkan juga ticket tersebut.

Sambil berjalan saya hanya mengobrol dan bercanda dengan teman dari Philipine ini. Tak lupa kami bercerita tentang perjalanan ke Surabaya sebelumnya. Tiba di tempat boarding saya lihat jam sudah menunjukan jam 15.45. Saya pamit ke teman untuk shalat ashar di Mushola yang ada di bawah. Alhamdulillah shalat selesai meski tidak sempat do’a dan dzikir karena telah ada panggilan boarding pesawat saya.

Buru-buru saya lari dan mencari teman saya. Alhamdulillah tidak terlalu lama dan akhirnya saya masuk ke pesawat. Ada sebuah keanehan, no ticket saya dan teman ternyata ada di kelas excecutive. Sempat bingung juga sih, soalnya pertama booking minta kelas economy dan juga bayar harga ticket economy. Saya sempat tanyakan ke temanku ini, tapi dia tetap bersikukuh no ini benar. Ya sudahlah.. saya diam dan duduk saja.

Ternyata, karena adanya pesawat yang dicancel menjadikan sebagian penumpannya dipindah ke pesawat saya dan pesawat selanjutnya. Akibatnya kelas economy yang harusnya saya tempati penuh, dan kami duduk di kelas executive. Alhamdulillah ya Allah. Ternyata do’a saya untuk bisa datang tidak terlambat dan tidak bermasalah berbuah sebuah anugerah yang tidak pernah saya bayangkan.

sumber : http://imamfathur.blogspot.com/2008/06/hakikat-sebuah-doa.html

***
Saya semakin yakin bahwa Allah akan selalu berada bersama kita saat sulit dan senang. Terima kasih Ya Allah, hamba bersyukur atas Nikmat dan Karunia Mu selama ini.
cerita ini sangat menyentuh dan dan mudah-mudahan bisa menjadikan rahmat dan hidayah bagi semua orang, khusunya bagi pembacanya, Amiiin.

Leave a comment

Filed under ISLAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s