Blogger Attitude

Best Regards,
Missing Princess
Rani~ 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Ditindih Jin atau ….

Sahabat apa pernah mengalami sesuatu yang tidak beres saat bangun tidur seperti tidak bisa bergerak, merasa berat seperti ditekan atau ditindih sesuatu, merasa napas menjadi sesak, bahkan untuk mengeluarkan suara pun hanya seperti ikan yang megap-megap menyedihkan tanpa air. “Itu ditindih jin”, begitulah kepercayaan orang-orang zaman dahulu kala yang masih dipercayai masyarakat awam sampai sekarang.

Mama dan adik Rani mengaku pernah mengalami kejadian ini.  Alhamdulillah sampai detik ini Rani belum pernah merasa seperti ‘ditindih’, well mudah-mudahan jangan pernah.. Tapi kalau merasa seperti badan berat saat bangun tidur pernah juga beberapa kali tapi tak sampai tidak bisa digerakkan, karena masih bisa bergerak dengan bebas jika memang diinginkan. Tentu hal ini membuat rasa penasaran untuk mencari tahu lebih lanjut apakah ada alasan logis dan ilmiah untuk fenomena ‘ditindih jin’ ini.

Setelah sedikit kepo mengenai fenomena ini, akhirnya terbukalah jendela pengetahuan baru yang dapat menambah wawasan yang masih sempit. Ternyata ‘ditindih jin’ ini bukanlah hal yang terlalu mistis karena terjadi di berbagai belahan dunia bukan hanya di Indonesia dan mungkin terjadi pada siapa saja. Sebutan kerennya adalah Sleep Paralysis (lumpuh tidur).

Menurut medis, Sleep Paralysis [selanjutnya disebut SP aja] hampir dialami oleh semua orang paling tidak sekali dua kali dalam hidupnya, dengan usia rata-rata 14-17 tahun untuk pengalaman perdananya. SP bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Umumnya SP terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang, dan lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami kelelahan yang over atau yang kurang tidur. Mereka yang biasa minum obat pemenang juga memiliki kemungkinan lebih besar mengalami SP. Yang menarik, saat SP terjadi kita sering mengalami halusinasi yang berujung dikaitkan pada hal-hal mistis dan supranatural.

Untuk menambah pengetahuan aja, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, SP adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap REM (Rapid Eye Movement).

Kenapa disebut REM? Karena ketika kita masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan pendek dan mata kita bergerak dengan cepat. Dalam kondisi inilah mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi. (Rapid eye movement=Mata bergerak cepat)

Usaha untuk menelitinya telah berlangsung sejak tahun 1950an, namun baru benar-benar bisa dipahami ketika para peneliti mulai mengerti hubungan antara kondisi REM (Rapid eye movement) dengan mimpi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM). Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah SP terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi. Jadi sebenarnya fenomena ini ada penjelasan ilmiahnya.

Tapi di luar berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan, kita tidak bisa memungkiri bukan yang kasat mata saja yang memenuhi dunia ini, ada makhluk-makhluk tak kasat mata yang juga ikut menumpang di dunia. Maka bersyukurlah bagi kita yang masih memiliki Tuhan tempat kita berlindung, the guardian of His true believers. Jangan percaya dengan ‘kata orang’ yang bilang kalo ditindih itu buang ludah ke arah kiri atau apalah katanya, karena secara logika dan agama, itu tak ada kaitannya.

Bagi yang beragama Islam, Allah lah tempat kita berlindung. Makanya sebelum tidur jangan lupa baca do’a, baca juga 3 Qul (An-Naas, Al-Falaq, Al-Ikhlas), ayat kursi, lebih bagus lagi kalo kita bersuci dulu sebelum tidur (wudhu/mandi wajib kalo ada hadas besar). Terus jangan pernah ninggalin shalat, shalat itu buat hati tenang dan tentram, rajin-rajin juga baca Al-Qur’an, InsyaAllah akan menjadi pagar pelindung kita.

~

Just FYI :

Mitos SP di berbagai negara memiliki nama yang berbeda-beda pula.

  • Di budaya Indonesia disebut ditindih jin atau ada beberapa masyarakat yang mengenal dengan sebutan ‘rep-rep’.
  • Di budaya Afro-Amerika disebut the devil riding your back atau iblis yang menaiki punggung seseorang.
  • Di budaya China disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.
  • Di budaya Meksiko disebut se me subio el muerto atau kepercayaan adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
  • Di bidaya Kamboja, Laos dan Thailand disebut pee umm yang mengacu pada kejadian dimana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
  • Di budaya Islandia disebut mara yang artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.
  • Di budaya Tuki disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.
  • Di budaya Jepang disebutkanashibari yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.
  • Di budaya Vietnam disebut ma deyang artinya dikuasai setan atau lebih akrab disebut kesurupan.
  • Di budaya Hungaria disebutlidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir).
  • Di budaya Malta dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut.
  • Di budaya New Guinea disebutSuk Ninmyo yaitu pohon keramat yang memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari, namun seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun.

(reference)

Leave a comment

Filed under Interest

Simpang Pocong dan Bus No. 19

Alhamdulillah, tidak terasa kaki telah melangkah untuk menuntut ilmu di semester 2. Semangat agar terus tetap berusaha dan istiqamah tidak boleh hilang dari genggaman. Apalagi ada si abang yang memberikan motivasi lebih dan alasan untuk terus melakukan yang terbaik, haha..

Selama satu semester bulak-balik dari Air Tawar-Limau Manih, sepertinya untuk semester baru ini belum ada perubahan juga. Walaupun sudah ada beberapa senior yang menyarankan untuk ngekos aja, tapi apalah daya situasi belum mengijinkan.

Di semester 2 ini dengar-dengar dari senior katanya gamrek (menggambar rekayasa) adalah pintu gerbang dari dunia teknik yang sebenarnya. Asistensi bersama senior yang tidak tentu jadwalnya bisa saja mengharuskan kami untuk siap siaga berkumpul bahkan ketika matahari telah terbenam. Tentu ini menjadi permasalahan tersendiri untukku yang tinggal jauh dari lokasi kampus. Belum lagi cerita-cerita mistis yang kudengar dari rekan-rekan ngobrol yang membuat ‘ogah’ untuk berlarut-larut di kampus. Salah satunya adalah cerita simpang pocong dan bus no. 19..

Pernah suatu waktu, ada uni teknik yang mau pulang dari kampus saat jam sudah menunjukkan lebih dari pukul 8 malam (ntah pukul 9 atau seterusnya). Uni itu diceritakan habis dari lab dan entah bagaimana ceritanya uni itu pulang terakhir. Dengan keberanian yang luar biasa, uni itu nunggu bus di halte depan fakultas teknik. Tak berapa lama, lewatlah bus kampus dari simpang sebelah gedung H, ya, bus no. 19. Karena memang mau pulang maka naiklah uni itu ke bus kampus yang tentu saja sepi alias cuma dia sendiri yang jadi penumpang karena memang sudah malam.

Tanpa berfikir macam-macam mungkin karena kelelahan ingin cepat pulang ke kosan, perjalanan bus kampus yang menyusuri jalanan Unand di malam hari pun berjalan dengan hening dan lancar. Namun saat bus kampus melewati PKM, bus itu berhenti. Uni itu bingung kenapa busnya berhenti, ternyata ada pak satpam di luar yang menghentikannya.

“Mau pulang nak?”

“Iya pak..”

“Sini turun dulu”

“Nggak pak, kosan saya di bawah..”

“Mari saya antar saja”

“Tidak usah pak, kosan saya dekat, pakai bus saja sampai kok”

Setelah penolakan berkali-kali dari si uni dan bujukan  yang juga gigih berkali-kali pula dari pak satpam, akhirnya uni itu menyerah dan menurut untuk diantar saja oleh pak satpam.

Keesokan harinya, mungkin ada rasa penasaran yang tertinggal di benak uni tu mengenai kejadian kemarin malam. Uni itu pun menemui pak satpam tersebut dan bertanya kenapa tadi malam pak satpam itu begitu gigih untuk mengantarkan uni itu pulang ke kosannya..

“Kamu nggak sadar ya nak,tadi malam itu kamu bukan naik bus..”

“Jadi naik apa pak?”

“Naik keranda yang dibawa oleh pocong.”

“…”

Uni itupun berterima kasih kepada pak satpam dan minta maaf atas kekeraskepalaannya tadi malam.

Sejak saat itu bus no. 19 jadi terkenal dan simpang tempat keluarnya bus tersebut disebut simpang pocong.

Cerita seperti itu apakah benar atau hanya guyonan belaka, tidak ada yang bisa memastikannya. Cerita yang hanya di dengar dari mulut ke mulut ini hanya memberikan suatu nasihat, “Jangan pulang terlalu malam dari kampus, kalaupun tidak bisa dielakkan, usahakan ada teman yang bisa menemani atau ada kendaraan. Jangan pernah naik bus atau angkot yang lewat di kampus di atas jam 8 malam, karena siapa tahu, itu bus beneran atau bus-busan.”

Tentu kita sebagai makhluk yang memiliki Tuhan tidak boleh takabur dan selalu berlindung pada-Nya. Namun untuk berhati-hati dan selalu waspada tidak ada salahnya. Bagaimana ke depannya, mungkin biar dijalani saja dulu, kalau sanggup semoga setiap langkah menjadi berkah..

Harapan terakhir, semoga di semester baru ini bisa menjadi anak yang lebih baik dan membanggakan orangtua serta lebih berguna bagi sesama. Aamiin..

1 Comment

Filed under Princess Babble

Waspada Islamophobia !!

Tanpa kita sadari, islamophobia sudah mulai menggerogoti iman para penerus Islam di zaman yang penuh dengan toleransi ini. :'(

Sebelumnya kita harus ngerti dulu apa yang dimaksud islamophobia ini.

Awal Rani mengenal istilah ini, Rani pikir maksudnya itu phobia terhadap Islam. Ngertikan? Kayak takut gitu sama Islam, sama halnya kayak orang yang phobia ketinggian itu takut berada pada ketinggian. Tapi ternyata setelah Rani nanya mbah gugel, tante wikipedia ngasih jawaban tidak seperti yang Rani pikirkan.

Dari wikipedia dikatakan Islamophobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim. Istilah itu sudah ada sejak tahun 1980-an, tapi menjadi lebih populer setelah peristiwa serangan 11 Sept 2001. Taukan, peristiwa pembajakan pesawat di New York yang pelakunya itu Al-Qaeda..

Pada tahun 1997, Runnymede Trust seorang Inggris mendefinisikan Islamophobia sebagai “rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan oleh karena itu juga pada semua Muslim,” dinyatakan bahwa hal tersebut juga merujuk pada praktik diskriminasi terhadap Muslim dengan memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan bangsa. Di dalamnya juga ada persepsi bahwa Islam tidak mempunyai norma yang sesuai dengan budaya lain, lebih rendah dibanding budaya barat dan lebih berupa ideologi politik yang bengis daripada berupa suatu agama.

Langkah-langkah telah diambil untuk peresmian istilah ini dalam bulan Januari 2001 di “Stockholm International Forum on Combating Intolerance”. Di sana Islamophobia dikenal sebagai bentuk intoleransi seperti Xenophobia (ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain, atau yang dianggap asing) dan Antisemitisme (suatu sikap permusuhan atau prasangka terhadap kaum Yahudi dalam bentuk-bentuk penganiayaan/penyiksaan terhadap agama, etnik, maupun kelompok ras, mulai dari kebencian terhadap individu hingga lembaga).

Berbagai sumber telah mensugestikan adanya kecenderungan peningkatan dalam Islamophobia, sebagian diakibatkan serangan 11 September, sementara yang lainnya berhubungan dengan semakin banyaknya Muslim di dunia barat. Dalam bulan Mei 2002 European Monitoring Centre on Racism and Xenophobia (EUMC) mengeluarkan laporan berjudul “Summary report on Islamophobia in the EU after 11 September 2001“, yang menggambarkan peningkatan Islamophobia di Eropa setelah 11 September..

Nah dari uraian di atas jelas kan gimana islamophobia itu mewabah pada orang-orag non muslim yang memandang Islam sebelah mata bahkan mungkin tutup mata. Lalu gimana dengan Islamophobia pada Muslim sendiri?

Ssalah satu tanda muslim yang terjangkit Islamophobia itu bilang kalau hidup jangan bawa-bawa agama (sekuler), bisnis jangan bawa agama, belajar/bekerja jangan bawa agama, menikah jangan bawa agama, bernegara jangan bawa agama, ibadah juga jangan bawa agama.

Ibadah? Ya, ibadah. Biasanya mereka lebih bersemangat menyambut hari ibadah agama lain daripada agamanya sendiri. Misalnya saja sangat bersemangat ikut merayakan natal dan tahun baru. (ehm)

Sholat jarang, ngaji hampir ga pernah, jilbab dibilang ga wajib, akhirnya parno sama syariat Islam itu sendiri. Ga heran kalo mereka yang termasuk islamophobia ini oke-oke aja ketika ada wacana kolom agama ga perlu diisi, karena bagi mereka itu ga penting-penting amat. So what? Yang Rani dengar alasan dihapuskannya itu soalnya agama itu bisa menyebabkan diskriminasi antar agama katanya. Duh, ga mikir kedepannya deh, kalo misalnya ada ketemu mayat tanpa keluarga, gatau agamanya apa, mau diurus dengan cara apa dia? Mending kalo cewek berjilbab nampak Islamnya, kalo misalnya ga berjilbab dikira non ternyata Islam gimana? Resiko? Lol..

Just for your information, seseorang yang tidak mencintai Islam itu alasannya hanya ada 2, yaitu tidak tahu dan tidak mau tahu. Jika tahu pasti akan tumbuh benih-benih cinta dalam hatinya, terbukti banyak orang-orang hebat yang mau mencari kelemahan Islam untuk menghancurkannya dengan mempelajarinya malah berakhir menjadi pemeluknya yang taat. SubhanAllah~ Dan banyak orang-orang lemah iman yang terbuai oleh kenikmatan dunia yang semu yang keluar dari satu-satunya agama yang dirahmati Allah ini. Astaghfirullah~

Pernah dengar atau baca kalau yang akan menghancurkan Islam adalah orang Islam itu sendiri? Wallahu’alam bishshawab, semoga kita termasuk ke dalam hamba-Nya yang berjalan di jalan yang benar. Aamiin..

Waspada Islamophobia !! Mencegah lebih baik, lebih mudah, dan lebih mulia daripada mengobati. :)

Leave a comment

Filed under Interest, ISLAM

TALKSHOW RADITYA DIKA : Jangan Hanya Jadi Penikmat, Tapi Jadilah Pencipta

Alhamdulillah, Sabtu 25 Oktober kemarin telah terselenggara Talk Show Raditya Dika yang bertemakan Creative Writing and Creative Speaking di Auditorium Universitas Andalas tercinta. Walaupun capek bingitz demi apapun tapi senang bertambah satu pengalaman berharga.

Rani keluar rumah dari jam 6 pagi dengan serba hitam-hitam kecuali jilbab warna biru menuju kampus tercinta di hari yang tanggalnya berwarna merah di kalender. Pagi itu ada kegiatan pembukaan UKS-UA yang wajib diikuti oleh peserta bbmknya dan masuklah Rani salah satunya. Acara yang enjoy bin nyebelin itu berakhir di pukul 13:45 WIHP (Waktu Indonesia Hp Rani). Enjoy karena memang acaranya senang-senang aja.. Nyebelin karena siapnya lama banget..

Jam 2 siang itu acara Raditya Dika dimulai, panitia seharusnya ngumpul jam setengah 9 pagi. Well, Rani termasuk salah satu OC (Organizing Committee) acara yang tersebut yang masuk ke audit barengan dengan peserta talkshow diakibatkan oleh acara yang enjoy bin nyebelin sebelumnya itu. Masuk ruangan langsung menempatkan diri di bagian komsumsi buat di bagiin ke peserta. Singkat cerita, peserta dah pada masuk dan duduk manis menunggu kak Dika, bintang utama talkshow ini untuk menampakkan batang hidungnya. Waktu kak Dika keluar dari ruang tunggu naik ke panggung, reaksi yang menurut Rani sedikit berlebihan terlihat dari daerah peserta. Mungkin ini karena Rani ga begitu ngefans banget juga dengan kak Dika, jadi ga bisa ngertiin gimana perasaan mereka yang bisa mellihat langsung sang idola berjalan beberapa meter dihadapan mereka.

Waktu talkshow berlangsung, kebanyakan sesi tanya jawab, penuh dengan humor ringan, antusiasme penonton yang ‘wow’ banget, serta para penanya yang mayoritas ngomong pake lo-gue dengan logat minangnya sedikit menggelitik telinga, Rani pun ikut menjadi pendengar yang baik di barisan depan bersama panitia lainnya.

Talkshow selesai sampai jam 4 sore, sempat kecewa karena panitia ga sempat foto bareng narasumber, kak Dika langsung capcuss ke bandara entah apa sebabnya kurang ngerti juga. Peserta bubar, bagiin sertifikat, ada yang masih foto-foto dengan poster besar yang terpampang di panggung auditorium, dan bersih-bersih audit sampai sebatas ‘cukup rapi’, dan terakhir evaluasi jalannya acara.

Pulang sudah malam, selesai briefing dengan ketua penyelenggara, langit menitikkan tetes-tetes hujannya menyejukkan malam yang sudah sejuk. Badan rasa remuk redam ga ada makan nasi sebutir pun dari pagi, cuma berbagai macam roti dan kue yang menjadi pengganjal perut. Memang capek banget hari ini, tapi pengalaman yang di dapat tak ternilai harganya. Dapat banyak teman baru, makin lihai lagi secara pribadi untuk ikut serta menjadi panitia suatu acara, dapat juga motivasi baru dari talkshownya yang penuh humor tapi tetap ada isinya.

Yang paling berkesan buat Rani itu waktu kak Dika bilang, “Kalau lo menyukai karya seseorang, cobalah jadikan itu motivasi untuk membuat karya sendiri. Jangan hanya jadi penikmat karya orang, tapi jadilah pencipta karya untuk dinikmati orang” (kurang lebih seperti itulah isinya). Itu memang benar.. Menikmati karya orang lain memang menyenangkan, tapi jauh lebih menyenangkan melihat orang lain menikmati karya kita, apalagi sampai termotivasi karena itu. Kepuasannya itu disinih !! :3

Tiket hangus, sayang sekali. ckckck

Tiket hangus, sayang sekali. ckckck

photo0609

Leave a comment

Filed under Interest

UKS oh UKS

Memvisualisasikan apa yang ada di dalam pikiran ke selembar kertas adalah hobi Rani sejak lama. Mulai dari bermain pensil sampai bermain kuas terlepas apakah hasilnya memuaskan atau akan berakhir di tempat sampah. Melihat bakat yang belum terlalu tersalurkan ini, mama Rani tercinta pernah mau masukin Rani ke sanggar, tapi entah mengapa waktu itu nggak jadi. Maka dengan cara otodidak Rani mengembangkan kemampuan yang ala kadarnya ini.

Waktu lagi hunting stampel #ups mengunjungi UKM-UKM di Unand, tempat pertama yang Rani datangi adalah UKS alias Unit Kegiatan Seni. Di pintu masuknya itu sudah terpajang berbagai karya yang cukup memesona. Setelah ngobrol-ngobrol dengan kakak UKS, keinginan untuk bergabung tumbuh dan berkembang dalam hati. Mungkin Rani bisa menyalurkan hobi Rani disini. Namun setelah pergi ke UKM-UKM lain, ada juga yang menarik hati dan gagal untuk diabaikan. Rani juga tertarik dengan jurnalis. Menulis juga salah satu cara memvisualisasikan apa yang ada dalam pikiran, bedanya lewat tulisan. Duh, sempat galau juga, karena Rani merasa ga mampu untuk ikut di keduanya, tapi juga bingung untuk memilih salah satu.

Setelah memutuskan untuk membiarkan waktu saja yang memutuskan, serta mulai disibukkan oleh kegiatan perkuliahan yang sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, Rani mulai melupakan kegalauan yang sebenarnya kurang penting tadi. Lalu kemarin pas lagi jalan lewat PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa), Rani jadi galau lagi.. Melihat pameran dari UKS yang sangat membius pelintas jalan hingga tak kuasa menahan keinginan berhenti sejenak dan menjadi penikmat seni. Wah, jemari ini tak henti-hentinya mengelus permukaan kanvas yang telah tertuup oleh warna-warna yang terpadu indah.

Ini kiriman dari new mate Rani, cuma beberapa aja sih, soalnya malu mau foto-foto katanya. Orang rame dan ga ada satupun yang foto-foto, cuma kami (secara teknis, cuma teman Rani). Haha. Masih banyak lagi sebenarnya, kalau mau lihat, datang ada ke PKM Unand.

3307 3308 3309 338020140925_153646

Mungkin di lain kesempatan Rani bisa mendokumentasikan lebih banyak lagi untuk menunjukkan karya-karya pencipta seni UKS Unand. Seperti motto yang Rani kutip dari blog UKS sendiri,

“karena karya, kami ada..”

Mungkin itulah semboyan yang paling cocok bagi semua insan seni yang berada dibelahan dunia mana saja. Karena tanpa karya dalam berkesenian sama saja tidak melakukan aktifitas seni itu sendiri.

Hasrat ini ingin sekali ikut bergabung dan ikut serta dalam menciptakan karya, tapi masih ada sesuatu yang mengganjal yang sulit untuk dihilangkan. Menjadi penikmat seni itu memang asyik, tapi Rani yakin menjadi pencipta seni itu lebih mengasyikkan. Saat dimana karya yang berawal dari kanvas/kertas kosong menjadi penuh dengan coretan yang estetik dan dihargai oleh para penikmat seni, momen yang sangat indah. Tapi keinginan Rani sudah terbagi, hati telah mendua. Ada UKM lain yang Rani incar juga. UKS oh UKS, apa yang harus Rani lakukan…..

Leave a comment

Filed under Interest, Princess Babble

Jilbaber Sejati Baca dan Amalkan Ini ! [repost]

Kali ini Rani cuma nge-share aja.. Share is care, right? :)

~

Manusia itu terlahir sebagai makhluk yang tidak tahu apa-apa. Tapi Allah memberinya akal sebagai modal untuk mempelajari ilmu. Ilmu menjadi bekal untuk beramal.

Dengan mengetahui bumbu dapur dan teknik mengolah makanan, seseorang insya Allahakan lihai dalam memasak.

Dengan kemampuan membaca, seorang anak insya Allah bisa memperluas cakrawala lewat berbagai buku.

Dengan mengetahui ilmu medis, seorang dokter insya Allah akan mampu mengobati pasien.

Dengan ilmu teknik, seorang ilmuwan insya Allah bisa membangun jembatan yang kokoh.

Demikian pula dengan ilmu agama. Hari ini mungkin kita sudah mengetahui perkara A, maka kita mengamalkannya. Kemudian esok, kita mengetahui perkara B, kemudian kita mengamalkannya. Begitulah terus hingga kita wafat. Ilmu itu bermanfaat karena berbuah amal salih. Apa gunanya ilmu kalau tidak diamalkan? Continue reading

Leave a comment

Filed under Interest, ISLAM

Jilboobs Itu Bukan Muslimah ! :(

Bismillahirrahmanirrahim~

Ya Allah, jagalah kami para muslimah agar selalu berada dalam jalan yang lurus dan menjadi sejatinya seorang muslimah calon penghuni surga-Mu..

Aamiin~

Jilboobs, sebuah fenomena yang sedang ‘hot-hot’nya diperbincangkan mengenai gaya berpakaian wanita zaman sekarang khususnya di dunia maya. Gambar-gambar yang beredar dan menjadi konsumsi masyarakat itu seakan-akan menampar kami para muslimah yang menjadikan jilbab sebagai identitas dan pelindung kami.

Jilboobs, sebuah sebutan yang dirangkai dari kata ‘jilbab’ dan ‘boobs’, adalah akibat dari kurangnya pemahaman mengenai tata cara pemakaian jilbab yang baik dan benar serta kurangnya rasa menghargai diri sendiri sehingga secara tidak sadar malah menurunkan derajat harga diri di mata orang-orang yang mengerti.

Jilboobs itu bukan adab muslimah, Yaa Ukhti~

Pada postingan ini Rani bukan bermaksud untuk menyodorkan dalil-dalil ataupun uraian panjang mengenai bagaimana cara berjilbab yang baik dan benar, Rani yakin bahwa setiap pribadi kita tahu bagaimana aturan yang sebenarnya. Mulai dari jumlah kain sampai jenis dan tingkat transparansi jilbab, semua orang pasti tahu bagaimana jilbab yang baik dan benar. Jika belum tahu, silahkan bertanya ke mbah gugel, beliau akan banyak memberikan Anda referensi. Rani disini hanya ingin memberikan pandangan mengenai fenomena yang sedang terjadi di sekitar Rani.

Persepsi masyarakat mengenai wanita berjilbab itu kuno memang akan dengan mudah dipatahkan pada masa sekarang ini. Mode yang mengatas namakan wanita berhijab sangat pesat perkembangannya apalagi di Indonesia. Bahkan tidak sedikit gadis-gadis yang meng’eksis’kan diri di yo*tube mendemokan berbagai macam gaya berhijab yang akhirnya dijadikan panutan oleh viewers yang merasa itu ‘’keren’’. Ada yang manis dan masih tetap dinilai memenuhi standar, ada pula yang spektakuler lilit sana sini dengan sejumlah pentul dan bros mengkilat.

Banyak yang dulu menganggap jilbab itu membatasi seorang wanita untuk berekspresi dengan penampilannya malah berubah pikiran dan ikut-ikutan menjadi ‘hijabers’. Alhamdulillah, pokoknya jilbab itu sudah bukan menjadi momok yang menakutkan lagi untuk wanita tetap terlihat cantik dan manis tanpa memamerkan keindahan tubuhnya. Namun tidak sedikit juga yang menyalah artikan jilbab hanya sebagai kain yang dililitkan menutupi kepala. Hal inilah yang melahirkan fenomena jilboobs.

Sekali lagi, Jilboobs itu bukan adab muslimah, Yaa Ukhti~

Banyak kok ukhti-ukhti berjilbab panjang yang tetap tampil cantik dan modis tanpa harus memamerkan keindahan mereka yang sangat mahal. Bahkan dengan begitu mereka terlihat lebih bersinar karena kecantikan yang terpancar bukan hanya kecantikan fisik, melainkan lebih ke ‘inner beauty’nya.

Sayangilah dirimu, ukhti~! Tidak ada yang tidak tahu betapa indahnya dirimu, semua orang tahu itu! Maka jagalah keindahanmu agar tidak menjadi konsumsi publik gratisan yang mengundang dosa dan memberatkanmu kelak. Jangan pernah dengarkan mereka yang mengatakan “percuma saja berjilbab kalo makenya kayak gitu”. Tidak ada yang percuma, semuanya butuh proses, kitalah yang menentukan apakah proses itu akan membuahkan hasil sesuai harapan atau mengecewakan.

Untuk yang terakhir kalinya, Jilboobs itu bukan adab muslimah, Yaa Ukhti~ :)

Leave a comment

Filed under Interest, ISLAM