Blogger Attitude

Best Regards,
Missing Princess
Rani~ 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Waspada Islamophobia !!

Tanpa kita sadari, islamophobia sudah mulai menggerogoti iman para penerus Islam di zaman yang penuh dengan toleransi ini. :'(

Sebelumnya kita harus ngerti dulu apa yang dimaksud islamophobia ini.

Awal Rani mengenal istilah ini, Rani pikir maksudnya itu phobia terhadap Islam. Ngertikan? Kayak takut gitu sama Islam, sama halnya kayak orang yang phobia ketinggian itu takut berada pada ketinggian. Tapi ternyata setelah Rani nanya mbah gugel, tante wikipedia ngasih jawaban tidak seperti yang Rani pikirkan.

Dari wikipedia dikatakan Islamophobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim. Istilah itu sudah ada sejak tahun 1980-an, tapi menjadi lebih populer setelah peristiwa serangan 11 Sept 2001. Taukan, peristiwa pembajakan pesawat di New York yang pelakunya itu Al-Qaeda..

Pada tahun 1997, Runnymede Trust seorang Inggris mendefinisikan Islamophobia sebagai “rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan oleh karena itu juga pada semua Muslim,” dinyatakan bahwa hal tersebut juga merujuk pada praktik diskriminasi terhadap Muslim dengan memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan bangsa. Di dalamnya juga ada persepsi bahwa Islam tidak mempunyai norma yang sesuai dengan budaya lain, lebih rendah dibanding budaya barat dan lebih berupa ideologi politik yang bengis daripada berupa suatu agama.

Langkah-langkah telah diambil untuk peresmian istilah ini dalam bulan Januari 2001 di “Stockholm International Forum on Combating Intolerance”. Di sana Islamophobia dikenal sebagai bentuk intoleransi seperti Xenophobia (ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain, atau yang dianggap asing) dan Antisemitisme (suatu sikap permusuhan atau prasangka terhadap kaum Yahudi dalam bentuk-bentuk penganiayaan/penyiksaan terhadap agama, etnik, maupun kelompok ras, mulai dari kebencian terhadap individu hingga lembaga).

Berbagai sumber telah mensugestikan adanya kecenderungan peningkatan dalam Islamophobia, sebagian diakibatkan serangan 11 September, sementara yang lainnya berhubungan dengan semakin banyaknya Muslim di dunia barat. Dalam bulan Mei 2002 European Monitoring Centre on Racism and Xenophobia (EUMC) mengeluarkan laporan berjudul “Summary report on Islamophobia in the EU after 11 September 2001“, yang menggambarkan peningkatan Islamophobia di Eropa setelah 11 September..

Nah dari uraian di atas jelas kan gimana islamophobia itu mewabah pada orang-orag non muslim yang memandang Islam sebelah mata bahkan mungkin tutup mata. Lalu gimana dengan Islamophobia pada Muslim sendiri?

Ssalah satu tanda muslim yang terjangkit Islamophobia itu bilang kalau hidup jangan bawa-bawa agama (sekuler), bisnis jangan bawa agama, belajar/bekerja jangan bawa agama, menikah jangan bawa agama, bernegara jangan bawa agama, ibadah juga jangan bawa agama.

Ibadah? Ya, ibadah. Biasanya mereka lebih bersemangat menyambut hari ibadah agama lain daripada agamanya sendiri. Misalnya saja sangat bersemangat ikut merayakan natal dan tahun baru. (ehm)

Sholat jarang, ngaji hampir ga pernah, jilbab dibilang ga wajib, akhirnya parno sama syariat Islam itu sendiri. Ga heran kalo mereka yang termasuk islamophobia ini oke-oke aja ketika ada wacana kolom agama ga perlu diisi, karena bagi mereka itu ga penting-penting amat. So what? Yang Rani dengar alasan dihapuskannya itu soalnya agama itu bisa menyebabkan diskriminasi antar agama katanya. Duh, ga mikir kedepannya deh, kalo misalnya ada ketemu mayat tanpa keluarga, gatau agamanya apa, mau diurus dengan cara apa dia? Mending kalo cewek berjilbab nampak Islamnya, kalo misalnya ga berjilbab dikira non ternyata Islam gimana? Resiko? Lol..

Just for your information, seseorang yang tidak mencintai Islam itu alasannya hanya ada 2, yaitu tidak tahu dan tidak mau tahu. Jika tahu pasti akan tumbuh benih-benih cinta dalam hatinya, terbukti banyak orang-orang hebat yang mau mencari kelemahan Islam untuk menghancurkannya dengan mempelajarinya malah berakhir menjadi pemeluknya yang taat. SubhanAllah~ Dan banyak orang-orang lemah iman yang terbuai oleh kenikmatan dunia yang semu yang keluar dari satu-satunya agama yang dirahmati Allah ini. Astaghfirullah~

Pernah dengar atau baca kalau yang akan menghancurkan Islam adalah orang Islam itu sendiri? Wallahu’alam bishshawab, semoga kita termasuk ke dalam hamba-Nya yang berjalan di jalan yang benar. Aamiin..

Waspada Islamophobia !! Mencegah lebih baik, lebih mudah, dan lebih mulia daripada mengobati. :)

Leave a comment

Filed under Interest, ISLAM

TALKSHOW RADITYA DIKA : Jangan Hanya Jadi Penikmat, Tapi Jadilah Pencipta

Alhamdulillah, Sabtu 25 Oktober kemarin telah terselenggara Talk Show Raditya Dika yang bertemakan Creative Writing and Creative Speaking di Auditorium Universitas Andalas tercinta. Walaupun capek bingitz demi apapun tapi senang bertambah satu pengalaman berharga.

Rani keluar rumah dari jam 6 pagi dengan serba hitam-hitam kecuali jilbab warna biru menuju kampus tercinta di hari yang tanggalnya berwarna merah di kalender. Pagi itu ada kegiatan pembukaan UKS-UA yang wajib diikuti oleh peserta bbmknya dan masuklah Rani salah satunya. Acara yang enjoy bin nyebelin itu berakhir di pukul 13:45 WIHP (Waktu Indonesia Hp Rani). Enjoy karena memang acaranya senang-senang aja.. Nyebelin karena siapnya lama banget..

Jam 2 siang itu acara Raditya Dika dimulai, panitia seharusnya ngumpul jam setengah 9 pagi. Well, Rani termasuk salah satu OC (Organizing Committee) acara yang tersebut yang masuk ke audit barengan dengan peserta talkshow diakibatkan oleh acara yang enjoy bin nyebelin sebelumnya itu. Masuk ruangan langsung menempatkan diri di bagian komsumsi buat di bagiin ke peserta. Singkat cerita, peserta dah pada masuk dan duduk manis menunggu kak Dika, bintang utama talkshow ini untuk menampakkan batang hidungnya. Waktu kak Dika keluar dari ruang tunggu naik ke panggung, reaksi yang menurut Rani sedikit berlebihan terlihat dari daerah peserta. Mungkin ini karena Rani ga begitu ngefans banget juga dengan kak Dika, jadi ga bisa ngertiin gimana perasaan mereka yang bisa mellihat langsung sang idola berjalan beberapa meter dihadapan mereka.

Waktu talkshow berlangsung, kebanyakan sesi tanya jawab, penuh dengan humor ringan, antusiasme penonton yang ‘wow’ banget, serta para penanya yang mayoritas ngomong pake lo-gue dengan logat minangnya sedikit menggelitik telinga, Rani pun ikut menjadi pendengar yang baik di barisan depan bersama panitia lainnya.

Talkshow selesai sampai jam 4 sore, sempat kecewa karena panitia ga sempat foto bareng narasumber, kak Dika langsung capcuss ke bandara entah apa sebabnya kurang ngerti juga. Peserta bubar, bagiin sertifikat, ada yang masih foto-foto dengan poster besar yang terpampang di panggung auditorium, dan bersih-bersih audit sampai sebatas ‘cukup rapi’, dan terakhir evaluasi jalannya acara.

Pulang sudah malam, selesai briefing dengan ketua penyelenggara, langit menitikkan tetes-tetes hujannya menyejukkan malam yang sudah sejuk. Badan rasa remuk redam ga ada makan nasi sebutir pun dari pagi, cuma berbagai macam roti dan kue yang menjadi pengganjal perut. Memang capek banget hari ini, tapi pengalaman yang di dapat tak ternilai harganya. Dapat banyak teman baru, makin lihai lagi secara pribadi untuk ikut serta menjadi panitia suatu acara, dapat juga motivasi baru dari talkshownya yang penuh humor tapi tetap ada isinya.

Yang paling berkesan buat Rani itu waktu kak Dika bilang, “Kalau lo menyukai karya seseorang, cobalah jadikan itu motivasi untuk membuat karya sendiri. Jangan hanya jadi penikmat karya orang, tapi jadilah pencipta karya untuk dinikmati orang” (kurang lebih seperti itulah isinya). Itu memang benar.. Menikmati karya orang lain memang menyenangkan, tapi jauh lebih menyenangkan melihat orang lain menikmati karya kita, apalagi sampai termotivasi karena itu. Kepuasannya itu disinih !! :3

Tiket hangus, sayang sekali. ckckck

Tiket hangus, sayang sekali. ckckck

photo0609

Leave a comment

Filed under Interest

UKS oh UKS

Memvisualisasikan apa yang ada di dalam pikiran ke selembar kertas adalah hobi Rani sejak lama. Mulai dari bermain pensil sampai bermain kuas terlepas apakah hasilnya memuaskan atau akan berakhir di tempat sampah. Melihat bakat yang belum terlalu tersalurkan ini, mama Rani tercinta pernah mau masukin Rani ke sanggar, tapi entah mengapa waktu itu nggak jadi. Maka dengan cara otodidak Rani mengembangkan kemampuan yang ala kadarnya ini.

Waktu lagi hunting stampel #ups mengunjungi UKM-UKM di Unand, tempat pertama yang Rani datangi adalah UKS alias Unit Kegiatan Seni. Di pintu masuknya itu sudah terpajang berbagai karya yang cukup memesona. Setelah ngobrol-ngobrol dengan kakak UKS, keinginan untuk bergabung tumbuh dan berkembang dalam hati. Mungkin Rani bisa menyalurkan hobi Rani disini. Namun setelah pergi ke UKM-UKM lain, ada juga yang menarik hati dan gagal untuk diabaikan. Rani juga tertarik dengan jurnalis. Menulis juga salah satu cara memvisualisasikan apa yang ada dalam pikiran, bedanya lewat tulisan. Duh, sempat galau juga, karena Rani merasa ga mampu untuk ikut di keduanya, tapi juga bingung untuk memilih salah satu.

Setelah memutuskan untuk membiarkan waktu saja yang memutuskan, serta mulai disibukkan oleh kegiatan perkuliahan yang sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, Rani mulai melupakan kegalauan yang sebenarnya kurang penting tadi. Lalu kemarin pas lagi jalan lewat PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa), Rani jadi galau lagi.. Melihat pameran dari UKS yang sangat membius pelintas jalan hingga tak kuasa menahan keinginan berhenti sejenak dan menjadi penikmat seni. Wah, jemari ini tak henti-hentinya mengelus permukaan kanvas yang telah tertuup oleh warna-warna yang terpadu indah.

Ini kiriman dari new mate Rani, cuma beberapa aja sih, soalnya malu mau foto-foto katanya. Orang rame dan ga ada satupun yang foto-foto, cuma kami (secara teknis, cuma teman Rani). Haha. Masih banyak lagi sebenarnya, kalau mau lihat, datang ada ke PKM Unand.

3307 3308 3309 338020140925_153646

Mungkin di lain kesempatan Rani bisa mendokumentasikan lebih banyak lagi untuk menunjukkan karya-karya pencipta seni UKS Unand. Seperti motto yang Rani kutip dari blog UKS sendiri,

“karena karya, kami ada..”

Mungkin itulah semboyan yang paling cocok bagi semua insan seni yang berada dibelahan dunia mana saja. Karena tanpa karya dalam berkesenian sama saja tidak melakukan aktifitas seni itu sendiri.

Hasrat ini ingin sekali ikut bergabung dan ikut serta dalam menciptakan karya, tapi masih ada sesuatu yang mengganjal yang sulit untuk dihilangkan. Menjadi penikmat seni itu memang asyik, tapi Rani yakin menjadi pencipta seni itu lebih mengasyikkan. Saat dimana karya yang berawal dari kanvas/kertas kosong menjadi penuh dengan coretan yang estetik dan dihargai oleh para penikmat seni, momen yang sangat indah. Tapi keinginan Rani sudah terbagi, hati telah mendua. Ada UKM lain yang Rani incar juga. UKS oh UKS, apa yang harus Rani lakukan…..

Leave a comment

Filed under Interest, Princess Babble

Jilbaber Sejati Baca dan Amalkan Ini ! [repost]

Kali ini Rani cuma nge-share aja.. Share is care, right? :)

~

Manusia itu terlahir sebagai makhluk yang tidak tahu apa-apa. Tapi Allah memberinya akal sebagai modal untuk mempelajari ilmu. Ilmu menjadi bekal untuk beramal.

Dengan mengetahui bumbu dapur dan teknik mengolah makanan, seseorang insya Allahakan lihai dalam memasak.

Dengan kemampuan membaca, seorang anak insya Allah bisa memperluas cakrawala lewat berbagai buku.

Dengan mengetahui ilmu medis, seorang dokter insya Allah akan mampu mengobati pasien.

Dengan ilmu teknik, seorang ilmuwan insya Allah bisa membangun jembatan yang kokoh.

Demikian pula dengan ilmu agama. Hari ini mungkin kita sudah mengetahui perkara A, maka kita mengamalkannya. Kemudian esok, kita mengetahui perkara B, kemudian kita mengamalkannya. Begitulah terus hingga kita wafat. Ilmu itu bermanfaat karena berbuah amal salih. Apa gunanya ilmu kalau tidak diamalkan? Continue reading

Leave a comment

Filed under Interest, ISLAM

Jilboobs Itu Bukan Muslimah ! :(

Bismillahirrahmanirrahim~

Ya Allah, jagalah kami para muslimah agar selalu berada dalam jalan yang lurus dan menjadi sejatinya seorang muslimah calon penghuni surga-Mu..

Aamiin~

Jilboobs, sebuah fenomena yang sedang ‘hot-hot’nya diperbincangkan mengenai gaya berpakaian wanita zaman sekarang khususnya di dunia maya. Gambar-gambar yang beredar dan menjadi konsumsi masyarakat itu seakan-akan menampar kami para muslimah yang menjadikan jilbab sebagai identitas dan pelindung kami.

Jilboobs, sebuah sebutan yang dirangkai dari kata ‘jilbab’ dan ‘boobs’, adalah akibat dari kurangnya pemahaman mengenai tata cara pemakaian jilbab yang baik dan benar serta kurangnya rasa menghargai diri sendiri sehingga secara tidak sadar malah menurunkan derajat harga diri di mata orang-orang yang mengerti.

Jilboobs itu bukan adab muslimah, Yaa Ukhti~

Pada postingan ini Rani bukan bermaksud untuk menyodorkan dalil-dalil ataupun uraian panjang mengenai bagaimana cara berjilbab yang baik dan benar, Rani yakin bahwa setiap pribadi kita tahu bagaimana aturan yang sebenarnya. Mulai dari jumlah kain sampai jenis dan tingkat transparansi jilbab, semua orang pasti tahu bagaimana jilbab yang baik dan benar. Jika belum tahu, silahkan bertanya ke mbah gugel, beliau akan banyak memberikan Anda referensi. Rani disini hanya ingin memberikan pandangan mengenai fenomena yang sedang terjadi di sekitar Rani.

Persepsi masyarakat mengenai wanita berjilbab itu kuno memang akan dengan mudah dipatahkan pada masa sekarang ini. Mode yang mengatas namakan wanita berhijab sangat pesat perkembangannya apalagi di Indonesia. Bahkan tidak sedikit gadis-gadis yang meng’eksis’kan diri di yo*tube mendemokan berbagai macam gaya berhijab yang akhirnya dijadikan panutan oleh viewers yang merasa itu ‘’keren’’. Ada yang manis dan masih tetap dinilai memenuhi standar, ada pula yang spektakuler lilit sana sini dengan sejumlah pentul dan bros mengkilat.

Banyak yang dulu menganggap jilbab itu membatasi seorang wanita untuk berekspresi dengan penampilannya malah berubah pikiran dan ikut-ikutan menjadi ‘hijabers’. Alhamdulillah, pokoknya jilbab itu sudah bukan menjadi momok yang menakutkan lagi untuk wanita tetap terlihat cantik dan manis tanpa memamerkan keindahan tubuhnya. Namun tidak sedikit juga yang menyalah artikan jilbab hanya sebagai kain yang dililitkan menutupi kepala. Hal inilah yang melahirkan fenomena jilboobs.

Sekali lagi, Jilboobs itu bukan adab muslimah, Yaa Ukhti~

Banyak kok ukhti-ukhti berjilbab panjang yang tetap tampil cantik dan modis tanpa harus memamerkan keindahan mereka yang sangat mahal. Bahkan dengan begitu mereka terlihat lebih bersinar karena kecantikan yang terpancar bukan hanya kecantikan fisik, melainkan lebih ke ‘inner beauty’nya.

Sayangilah dirimu, ukhti~! Tidak ada yang tidak tahu betapa indahnya dirimu, semua orang tahu itu! Maka jagalah keindahanmu agar tidak menjadi konsumsi publik gratisan yang mengundang dosa dan memberatkanmu kelak. Jangan pernah dengarkan mereka yang mengatakan “percuma saja berjilbab kalo makenya kayak gitu”. Tidak ada yang percuma, semuanya butuh proses, kitalah yang menentukan apakah proses itu akan membuahkan hasil sesuai harapan atau mengecewakan.

Untuk yang terakhir kalinya, Jilboobs itu bukan adab muslimah, Yaa Ukhti~ :)

Leave a comment

Filed under Interest, ISLAM

Ijinkanlah~

Ini bukan pertemuan kali pertama kita

Ini adalah untuk yang kesekian kalinya

Bukan hal baru bagiku mengetahui kau istimewa

Sudah terlihat sejak semuanya bermula

Tapi untuk detik yang baru saja berlalu

Kau telah benar-benar berhasil memesonaku

Sekali, dua kali, bahkan lebih dari itu

Perasaan aneh berkecamuk dalam hatiku

Pelan berbisik, ijinkan aku menyukaimu

Continue reading

Leave a comment

Filed under Princess Babble

Dimulai dari BAKTI untuk Berbakti #TINAN2014

Sebaris do’a sudah terangkai dari jauh-jauh hari, jauh sebelum jaket almamater hijau berlambang Universitas Andalas ini kupakai bahkan kupegang. “Ya Allah, tuntun dan bimbinglah hamba-Mu ini, kuatkanlah hamba, lancarkan segala urusan hamba…”

Aku harus berbakti kepada orangtua, berbakti kepada masyarakat, berbakti kepada tanah air tumpah darah kelahiran. Tekad yang mengirimkanku ke Universitas terbaik Pulau Sumatera ini, ke tengah-tengah keluarga baru, keluarga besar Fakultas Teknik.

Tidak pernah terpikir olehku sebelumnya aku akan terdaftar sebagai salah satu mahasiswa Teknik Lingkungan di Universitas Andalas, tidak sebelum masa-masa kritis SMA yang membuatku sempat merasa terombang-ambing oleh beban anak pertama yang akan menempuh masa perkuliahan. Aku mempertanyakan diriku sendiri, sebenarnya apa keahlianku? Apa minatku? Apa bakatku? Semua yang kulakukan selama ini lebih dalam bentuk hobi dibanding keahlian.

Dari SD, cita-citaku yang paling konsisten adalah menjadi seorang dokter. Bahkan aku masih ingat, saat itu aku bermimpi untuk menempuh pendidikan dokter di Universitas Indonesia. Namun semakin bertambah umur dan bertambah wawasan mengenai universitas-universitas lain, hasratku untuk melanjutkan ke UI makin memudar.

Hingga di umurku yang ke-17 tahun, saat menaiki kelas XII di SMA Negeri 1 Batam, dengan mantap aku mengambil keputusan ingin melanjutkan sekolah ke Universitas Andalas. Lalu aku gamang dengan program studi yang harus kupilih selain pendidikan dokter. Apakah arsitek, farmasi, atau apa?

Arsitek, aku senang menggambar,menggambar membuatku merasa segar. Kupikir itu sudah merupakan modal dasar untuk menjadi arsitek. Namun pertimbangan keluarga berkata lain, arsitek itu peluang kerjanya tidak begitu banyak, carilah yang peluang kerja banyak dan mudah di dapat. Baiklah,aku mengurungkan niatku dibidang ini, walaupun kuyakin rezeki itu sudah ada yang mengatur.

Farmasi, kurasa ini adalah pilihan kedua biasa orang yang memilih pendok sebagai pilihan pertama. Tapi lagi-lagi, keluarga yang sangat menyayangiku itu berkata lain. Farmasi itu banyak berhubungan dengan bahan kimia, aku yang dianggap sedikit rentan dipengaruhi oleh lingkungan disarankan untuk mencari jurusan lain.

Setelah mencari,membaca, dan berfikir, akhirnya aku memutuskan untuk memilih teknik lingkungan. Kebetulan aku juga tertarik dalam bidang sanitasi, dan beberapa kegiatan yang pernah kuikuti sebelumnya membuatku merasa bertanggung jawab untuk ikut berpartisipasi dalam mengoptimalkan lingkungan bersih dan sehat.

Apa boleh dikata, ternyata rezekiku ada di pilihan kedua. Aku lulus melalui jalur perjuangan (SBMPTN). Senang? Tentu saja senang, aku masuk di jurusan yang memang kusukai juga. Tidak ada paksaan maupun pengaruh orang lain di dalamnya. Langsung kuhubungi senior semasa SMA dulu yang kemudian menjadi senior kembali di FT Unand dari jurusan Teknik Industri. Dari beliau kudapat info bahwa ada juga senior SMA yang akan menjadi senior kembali di Teknik Lingkungan. Wah, mudah-mudahan ini merupakan salah satu cara Allah untuk melancarkan segala urusan.

Kebetulan ternyata aku punya famili di Teknik Mesin, senior juga.. Beliaulah yang mengajariku naik angkutan umum. Dari beliau aku mendapat sedikit gambaran mengenai kehidupan anak teknik, “Kehidupan teknik itu keras, Ran.. Maka pandai-pandailah bawa diri..”. Hanya tersenyum, itu yang kulakukan saat mendengar tuturannya. Semua orang yang kukenal mengatakan hal yang sama. Memangnya sekeras apa sih? Aku yakin tidak akan jauh berbeda dari kehidupan saat SMA dulu, paling bedanya lokasi menuntut ilmu yang jauh dari rumah sehingga aku harus pergi 2 jam lebih awal dari jam mulai kegiatan. Kalaupun memang benar, maka semoga itu bisa melahirkan karakter baik dalam diriku yang bisa mengantarkanku dalam kesuksesan ke depannya.

Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah, atau lebih akrab disebut BAKTI telah selesai dilaksanakan Sabtu kemarin (9 Agustus 2014). Bisa dikatakan Fakultas Teknik adalah fakultas yang paling ‘polos’ diantara fakultas lain. Atribut kami hanya pita biru yang disematkan di almamater sebagai tanda pengenal. Tidak ada ketentuan lain selain baju kemeja putih, bawahan hitam, almamater, dan tas BAKTI serta perangkatnya.

Pembukaan Bakti (6/8/14)

Selama 3 hari kami benar-benar diperkenalkan dengan fakultas teknik dan jurusan masing-masing. Tidak ada senior yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan kami, kecuali saat tur jalan-jalan di jurusan. Tidak ada BAKTI yang “keras” seperti yang dikatakan oleh senior. Hanya training karakter dan pengenalan visi-misi, dosen, matkul, dll.

Aku tinggal bersama nenek di daerah air tawar, sekitar 1½ jam di perjalanan dengan angkutan umum, hati kecil sempat berbisik, “Mau sampai kapan kamu kayak gini terus, Rani.. Sanggup kamu lama-lama kayak gini?” “Maka itu belajarlah yang baik, terus kerja keras, ingat motto hidup yang kamu percayai itu, cepat pulang dan bahagiakan orangtua, PASTI BISA!”

Banyak yang bertanya, kok aku tidak kos/asrama saja? Kalau mereka berada pada posisiku pasti mereka akan melakukan hal yang sama. Nenekku tinggal hanya berdua bersama pengasuhnya. Permintaan beliau lah agar aku tinggal dan menemaninya. Jika memang aku sanggup untuk menjalaninya, maka tidak ada alasan bagiku untuk menolak permintaan tersebut. Toh, bukankah pahalanya menjadi lebih banyak lagi?

Kegiatan BAKTI sudah selesai, sekarang tinggal menjalani proses hingga dapat berbakti kepada orangtua, masyarakat, serta negara kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini. Tetap semangat, terus maju, tanamkan dalam hati bahwa tidak kuliah kalau tidak untuk sukses!

Semangat TL '14 :)

Semangat TL ’14 :)

Salam Mahasiswa!

Salam Teknik!

2 Comments

Filed under Princess Babble