Blogger Attitude

Best Regards,
Missing Princess
Rani~ 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Ijinkanlah~

Ini bukan pertemuan kali pertama kita

Ini adalah untuk yang kesekian kalinya

Bukan hal baru bagiku mengetahui kau istimewa

Sudah terlihat sejak semuanya bermula

Tapi untuk detik yang baru saja berlalu

Kau telah benar-benar berhasil memesonaku

Sekali, dua kali, bahkan lebih dari itu

Perasaan aneh berkecamuk dalam hatiku

Pelan berbisik, ijinkan aku menyukaimu

Continue reading

Leave a comment

Filed under Princess Babble

Dimulai dari BAKTI untuk Berbakti #TINAN2014

Sebaris do’a sudah terangkai dari jauh-jauh hari, jauh sebelum jaket almamater hijau berlambang Universitas Andalas ini kupakai bahkan kupegang. “Ya Allah, tuntun dan bimbinglah hamba-Mu ini, kuatkanlah hamba, lancarkan segala urusan hamba…”

Aku harus berbakti kepada orangtua, berbakti kepada masyarakat, berbakti kepada tanah air tumpah darah kelahiran. Tekad yang mengirimkanku ke Universitas terbaik Pulau Sumatera ini, ke tengah-tengah keluarga baru, keluarga besar Fakultas Teknik.

Tidak pernah terpikir olehku sebelumnya aku akan terdaftar sebagai salah satu mahasiswa Teknik Lingkungan di Universitas Andalas, tidak sebelum masa-masa kritis SMA yang membuatku sempat merasa terombang-ambing oleh beban anak pertama yang akan menempuh masa perkuliahan. Aku mempertanyakan diriku sendiri, sebenarnya apa keahlianku? Apa minatku? Apa bakatku? Semua yang kulakukan selama ini lebih dalam bentuk hobi dibanding keahlian.

Dari SD, cita-citaku yang paling konsisten adalah menjadi seorang dokter. Bahkan aku masih ingat, saat itu aku bermimpi untuk menempuh pendidikan dokter di Universitas Indonesia. Namun semakin bertambah umur dan bertambah wawasan mengenai universitas-universitas lain, hasratku untuk melanjutkan ke UI makin memudar.

Hingga di umurku yang ke-17 tahun, saat menaiki kelas XII di SMA Negeri 1 Batam, dengan mantap aku mengambil keputusan ingin melanjutkan sekolah ke Universitas Andalas. Lalu aku gamang dengan program studi yang harus kupilih selain pendidikan dokter. Apakah arsitek, farmasi, atau apa?

Arsitek, aku senang menggambar,menggambar membuatku merasa segar. Kupikir itu sudah merupakan modal dasar untuk menjadi arsitek. Namun pertimbangan keluarga berkata lain, arsitek itu peluang kerjanya tidak begitu banyak, carilah yang peluang kerja banyak dan mudah di dapat. Baiklah,aku mengurungkan niatku dibidang ini, walaupun kuyakin rezeki itu sudah ada yang mengatur.

Farmasi, kurasa ini adalah pilihan kedua biasa orang yang memilih pendok sebagai pilihan pertama. Tapi lagi-lagi, keluarga yang sangat menyayangiku itu berkata lain. Farmasi itu banyak berhubungan dengan bahan kimia, aku yang dianggap sedikit rentan dipengaruhi oleh lingkungan disarankan untuk mencari jurusan lain.

Setelah mencari,membaca, dan berfikir, akhirnya aku memutuskan untuk memilih teknik lingkungan. Kebetulan aku juga tertarik dalam bidang sanitasi, dan beberapa kegiatan yang pernah kuikuti sebelumnya membuatku merasa bertanggung jawab untuk ikut berpartisipasi dalam mengoptimalkan lingkungan bersih dan sehat.

Apa boleh dikata, ternyata rezekiku ada di pilihan kedua. Aku lulus melalui jalur perjuangan (SBMPTN). Senang? Tentu saja senang, aku masuk di jurusan yang memang kusukai juga. Tidak ada paksaan maupun pengaruh orang lain di dalamnya. Langsung kuhubungi senior semasa SMA dulu yang kemudian menjadi senior kembali di FT Unand dari jurusan Teknik Industri. Dari beliau kudapat info bahwa ada juga senior SMA yang akan menjadi senior kembali di Teknik Lingkungan. Wah, mudah-mudahan ini merupakan salah satu cara Allah untuk melancarkan segala urusan.

Kebetulan ternyata aku punya famili di Teknik Mesin, senior juga.. Beliaulah yang mengajariku naik angkutan umum. Dari beliau aku mendapat sedikit gambaran mengenai kehidupan anak teknik, “Kehidupan teknik itu keras, Ran.. Maka pandai-pandailah bawa diri..”. Hanya tersenyum, itu yang kulakukan saat mendengar tuturannya. Semua orang yang kukenal mengatakan hal yang sama. Memangnya sekeras apa sih? Aku yakin tidak akan jauh berbeda dari kehidupan saat SMA dulu, paling bedanya lokasi menuntut ilmu yang jauh dari rumah sehingga aku harus pergi 2 jam lebih awal dari jam mulai kegiatan. Kalaupun memang benar, maka semoga itu bisa melahirkan karakter baik dalam diriku yang bisa mengantarkanku dalam kesuksesan ke depannya.

Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah, atau lebih akrab disebut BAKTI telah selesai dilaksanakan Sabtu kemarin (9 Agustus 2014). Bisa dikatakan Fakultas Teknik adalah fakultas yang paling ‘polos’ diantara fakultas lain. Atribut kami hanya pita biru yang disematkan di almamater sebagai tanda pengenal. Tidak ada ketentuan lain selain baju kemeja putih, bawahan hitam, almamater, dan tas BAKTI serta perangkatnya.

Pembukaan Bakti (6/8/14)

Selama 3 hari kami benar-benar diperkenalkan dengan fakultas teknik dan jurusan masing-masing. Tidak ada senior yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan kami, kecuali saat tur jalan-jalan di jurusan. Tidak ada BAKTI yang “keras” seperti yang dikatakan oleh senior. Hanya training karakter dan pengenalan visi-misi, dosen, matkul, dll.

Aku tinggal bersama nenek di daerah air tawar, sekitar 1½ jam di perjalanan dengan angkutan umum, hati kecil sempat berbisik, “Mau sampai kapan kamu kayak gini terus, Rani.. Sanggup kamu lama-lama kayak gini?” “Maka itu belajarlah yang baik, terus kerja keras, ingat motto hidup yang kamu percayai itu, cepat pulang dan bahagiakan orangtua, PASTI BISA!”

Banyak yang bertanya, kok aku tidak kos/asrama saja? Kalau mereka berada pada posisiku pasti mereka akan melakukan hal yang sama. Nenekku tinggal hanya berdua bersama pengasuhnya. Permintaan beliau lah agar aku tinggal dan menemaninya. Jika memang aku sanggup untuk menjalaninya, maka tidak ada alasan bagiku untuk menolak permintaan tersebut. Toh, bukankah pahalanya menjadi lebih banyak lagi?

Kegiatan BAKTI sudah selesai, sekarang tinggal menjalani proses hingga dapat berbakti kepada orangtua, masyarakat, serta negara kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini. Tetap semangat, terus maju, tanamkan dalam hati bahwa tidak kuliah kalau tidak untuk sukses!

Semangat TL '14 :)

Semangat TL ’14 :)

Salam Mahasiswa!

Salam Teknik!

2 Comments

Filed under Princess Babble

Makin Sayang Sama Allah :’)

Alhamdulillah, di puasa yang ke 18 kemarin Allah memberikan kebahagiaan kepada Rani sekeluarga dengan mengabulkan do’a kami, tidak mengecewakan kami, benar-benar membuktikan bahwa “The Power of Pray Does Exist!”.

lulusKetakutan dan kegelisahan yang terus menggelayut di hati dan pikiran selama sebulan terakhir terangkat sudah. Setelah gagal dalam SNMPTN undangan kemarin, Rani takut sekali akan gagal untuk yang kedua kalinya. Sebenarnya rasa takut itu lebih ke takut membuat orangtua kecewa, itu adalah beban terbesar mengingat Rani adalah yang perdana untuk melanjutkan studi ke perkuliahan. Tapi Alhamdulillah, Allah memberi jalan kepada Rani untuk membawa senyum di bulan Ramadhan ini, walaupun sebenarnya Rani tau banyak yang berharap Rani lulus di kedokteran, tapi Rani akan meyakinkan bahwa teknik lingkungan ini adalah pilihan Rani juga dan Rani akan mencetak prestasi melaluinya.

Alhamdulillah, senang karena lulus dan banyak juga teman-teman lain yang lulus. Selamat buat kalian, ikut bangga karena mereka bisa lulus di universitas keren dengan prodi yang keren pula. Tapi sedih juga karena masih ada teman lainnya yang harus terus berjuang untuk melanjutkan mencari sekolah. Cuma bisa berdo’a agar mereka dimudahkan dan mendapatkan yang terbaik. Tetap semangat dan jangan putus asa untuk mengejar cita-cita. Kita pernah belajar sama-sama, maka sudah sepatutnya kita sukses sama-sama juga walaupun sudah di jalan yang berbeda.

Jadwal pendaftaran ulang yang sempit membuat Rani dan Mama harus benar-benar mengatur waktu sebaik mungkin. Rencananya tanggal 20 Juli nanti terbang ke Padang untuk mempermudah mengurus prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan oleh UNAND. Semoga semuanya berjalan lancar, dan dapat mendatangkan lebih banyak semangat dan kebagiaan kepada keluarga besar. Terima kasih bagi yang sudah mendo’akan Rani, Rani sangat percaya semua ini adalah hasil dari kekuatan do’a kita bersama.

Ya Allah, terima kasih Ya Allah, terima kasih telah mendengar do’a kami. Rani tahu kok Allah memang sayang dengan kami. Rani berjanji akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya. Lancarkanlah segala urusan kami dan bimbinglah kami agar selalu berada di jalan-Mu. Aamiin…

Leave a comment

Filed under Princess Babble

Habis Sahur Boleh Tidur ?

Alhamdulillah, sudah hari ke sebelas kita berpuasa, semoga kita dapat menikmati indahnya bulan Ramadhan sampai ke penghujung bulan. Aktivitas puasa Ramadhan tidak dapat dipisahkan dari yang namanya sahur dan berbuka. Biasanya karena pola makan yang berubah menyebabkan tubuh cepat lelah, apalagi kalau kurang tidur waktu malamnya jadi lepas sahur dihantam tidur sampai menjelang aktivitas pagi. Umumnya orang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk jatuh tidur selama bulan Ramadhan sehingga akan mengurangi lama tidur secara keseluruhan. Seperti itulah fenomena yang terjadi di rumah Rani. Malam tidur jam 11 paling cepat, bangun sahur jam 4 paling lambat, siap shalat subuh tidur sampai pagi (walaupun tidak selalu seperti ini).

http://images.seroundtable.com/google-panda-onigiri-1332330774.jpg

Nah, waktu Rani main-main di facebook ngeliat postingan-postingan yang di share teman yang sebagian besar berbau kampanye capres cawapres, Rani ada baca artikel tentang larangan langsung tidur selepas sahur. What?! Kalau ada kata larangan pasti ada akibat yang tidak diinginkan bila dilakukan kan ? Jadilah Rani googling untuk nambah-nambah pengetahuan.

Umumnya orang memerlukan waktu tidur selama 4 – 11 jam setiap hari, tergantung pada kebiasaan dan karakteristik genetiknya. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Turki, 75 persen orang tidur selama 7 – 8 jam sehari. Namun ketika puasa Ramadhan, lama waktu tidur ini harus terputus oleh makan sahur. Karena dilakukan saat tidur sedang nyenyak-nyenyaknya, tak jarang orang kembali tidur sehabis bersantap sahur.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Interest, ISLAM

Pesta Demokrasi – Perdana Capres Cawapres

Hari ini 9 Juli, hari pesta demokrasi. Pencoblosan perdana yang Rani lakukan untuk capres-cawapres di usia yang sebentar lagi beranjak ke 18 tahun. Ada 3 surat undangan pemilu, untuk orang tua dan Rani. Well, karena Ayahanda sedang tidak berada di tempat, jadi hanya Rani dan Ibunda tercinta sajalah yang menunaikan hak sekaligus kewajiban memilih calon pemimpin yang akan mengepalai Negara ini selama 5 tahun ke depan.

TPS buka dari jam 07.00 – 13.00 waktu setempat. Lagi siap-siap mau berangkat nyoblos ke gedung serba guna yang mungkin ga nyampe 20 meter dari pintu rumah, hujan selebat-lebatnya mengguyur dari langit pagi yang berawan. Bukan suatu hal yang berarti hujan deras kalau ada payung untuk melindungi tubuh dari serangan air yang keroyokan itu. Hebatnya, saat jam dinding di rumah menunjukkan jam 07.50, Rani dan Mama baru menyadari bahwa tidak ada satu payung pun yang bertengger pada tempatnya. Udahlah saluran air berulah, disaat begini berinisiatif buat banjir, jalan tergenang kalau kita lewat tenggelam sampai mata kaki. Jadinya Rani mengorbankan diri dengan berpayung handuk untuk mengecek mobil, soalnya kan ada payung yang selalu stand by di mobil. Alhamdulillah, ada 2 payung yang tesimpan di mobil. Setelah mendapat payung, langsung deh pergi ke TPS. Pas datang, seperti yang diprediksikan, tidak perlu mengantri lagi, langsung maju, nyoblos, celup jari. (y)

Snapshot_20140709_3Semoga siapa pun yang terpilih nanti adalah yang terbaik dan yang tidak terpilih sadar kalau untuk memberikan konstribusi kepada negara tidak harus jadi presiden dulu kok. Mereka masih bisa ‘berbuat’ untuk orang banyak, untuk Indonesia yang lebih baik.

#WeAreOne, but I love peace (salam 2 jari).

[Ga penting? Abaikan. :)]

Nb : btw, di TPS tempat Rani nyoblos yang unggul pasangan nomor 1, dengan suara 331 vs 240. Walaupun dimana-mana quick count nomor 2 lebih unggul, tapi semoga yang nomor 1 tetap mempertahankan sikap tenang dan kepala dinginnya. Begitu juga yg nomor 2, apapun hasilnya semoga tetap menjaga ketenangan dan ketentraman. No rusuh-rusuh, yes? ;D

Leave a comment

Filed under Princess Babble

Dear Calon Pemimpin Indonesia . . .

Selesai sudah perjuangan Rani untuk masuk PTN melalui jalur ujian tertulis atau dikenal dengan SBMPTN. Tinggal do’a yang terus dikirimkan agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Semoga ini adalah jalan menuju cita-cita yang diidam-idamkan. Amiin…

Banyak hal yang terlintas dipikiran Rani, ingin ikut menyumbangkan tulisan mengenai banyak hal, namun terkendala dengan belajar intensif untuk SBMPTN kemarin. Sekarang, selagi ada kesempatan, Rani ingin sedikit menulis tentang calon-calon pemimpin negara di masa akan datang.

Entah mengapa Rani merasa hari-hari menjelang pemilihan presiden masa bakti 2014-2019 ini begitu ramai dengan beragam kampanye dari yang bening, transparan, sampai dengan kampanye hitam. Dan entah mengapa Rani pun suka mengikuti perkembangannya, walau tentu saja Rani sangat menjunjung ‘fairplay’ dalam pelaksanaannya, jadi Rani amat sangat tidak bangga dengan tingkah laku para fans anarkis yang selalu mencari kelemahan salah satu calon dan menyebarkannya seperti virus yang merusak pikiran para pembaca yang punya temperamen buruk.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Interest, Princess Babble

LULUS ! 1 Pass, 1 To Go

Alhamdulillah, kemarin hari Selasa tanggal 20 Mei 2014, tepatnya jam 16.00 WIB, sudah terlaksana pengumuman kelulusan di beberapa SMA/SMK di Indonesia, khususnya di sekolah Rani, SMA Negeri 1 Batam. 100% lulus, dengan 2 orang teman masuk 10 besar Provinsi, dan ada 2 orang teman lagi mendapat nilai sempurna di mata pelajaran MTK. Subhanallah, sayangnya Rani tidak masuk salah satunya.

Yah, nilai Rani lumayanlah, untuk anak yang mengerjakan dengan jujur malah bisa dikatakan OK. Jumlah nilai 51.10, nilai akhir 8.7. Ga begitu jauh kok dengan teman-teman yang mendapatkan bantuan eksklusif waktu ujian kemarin. Cuma ya, Fisika Rani ga mencapai KKM sekolah. Kalau ini ujian sekolah ya remedial. Ini cukup membuat sedih sih, tapi gapapa lah, ‘ini hasil jerih payahku sendiri’.

Walau bagaimana hasil dalam bentuk angkanya, kami sebagai siswa tidak boleh lupa berterimakasih kepada Ayahanda dan Ibunda para guru Smansa Batam yang selalu setia mengingatkan disaat lupa, mengajarkan segala hal yang kami perlukan kedepannya dengan berbagai cara, terima kasih karena telah menjadi orang yang berpartisipasi dalam membentuk kami menjadi calon orang sukses. Terima kasih pula Rani ucapkan dengan teman-teman seperjuangan sepenanggungan sependeritaan, susah senang sudah kita lewati bersama, saling memberi kritik dan saran untuk hari esok yang lebih baik, khususnya keluarga Rani selama 2 tahun Armageddon. Hari ini kita bangga menjadi siswa Smansa Batam, besok marilah kita buat Smansa Batam bangga pernah memiliki kita sebagai muridnya. Amin..

Sebenarnya Rani mau ada bikin postingan sebelum kelulusan, dan sebenarnya isinya pengen curhat tentang UN, tapi koneksi internet kurang memadai jadi baru bisa kesampaian sekarang. Kontennya pun jadi berubah deh, soalnya yang kemarin ga cocok lagi diposting sekarang. Yah, yaudahlah. Tentang kelulusan aja. :)

Continue reading

Leave a comment

Filed under Princess Babble